FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Retno Listyarti di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (20/1/2020).(KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI)

Retno Listyarti di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (20/1/2020).(KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI)

Jakarta, APGtimes.com – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyambut positif rencana pemerintah membuka peluang bagi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu untuk beralih menjadi PPPK penuh waktu.

Namun, FSGI mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada guru yang sudah berstatus PPPK. Organisasi tersebut meminta pemerintah menyelesaikan persoalan guru honorer yang hingga kini masih mengajar di sekolah negeri tanpa kepastian status.

Ketua Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti mengatakan, peningkatan status PPPK memang membawa kabar baik bagi guru. Kebijakan itu juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Kita enggak euforia, ini sesuatu yang harus kita apresiasi. Bagus, peningkatan status berarti peningkatan kesejahteraan,” kata Retno saat dihubungi, Kamis (20/8/2026).

Meski begitu, Retno menilai pemerintah masih memiliki pekerjaan besar. Menurutnya, guru yang sudah memperoleh status PPPK memiliki kepastian lebih baik dibandingkan guru honorer yang masih menunggu pengangkatan.

Baca Juga :  KPK Tegaskan Kasus Korupsi MBG Belum Dihentikan, Ini Penjelasannya

FSGI Soroti Sekitar 140.000 Guru Honorer

Retno menyebut sekitar 140.000 guru yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) setelah Desember 2024 belum memperoleh kepastian untuk menjadi PPPK.

“Problem sesungguhnya adalah mereka yang berada di sekolah-sekolah negeri yang belum punya status itu, yaitu guru honorer,” ujarnya.

FSGI meminta pemerintah memperhatikan kelompok tersebut. Pasalnya, pemerintah menargetkan tidak ada lagi guru honorer di sekolah negeri mulai 2027.

Retno menilai pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu memang menyelesaikan persoalan status bagi kelompok tersebut. Begitu pula kesempatan mengikuti seleksi ASN bagi guru PPPK penuh waktu.

Namun, kebijakan itu belum otomatis menyelesaikan persoalan guru honorer yang belum masuk skema PPPK.

Guru PPPK Berpeluang Ikut Seleksi ASN

Pemerintah sebelumnya menyampaikan rencana memberikan kesempatan kepada guru PPPK untuk mengikuti seleksi ASN.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini memperkirakan pendaftaran seleksi tersebut berlangsung pada awal 2027.

Baca Juga :  Tarif Listrik PLN Mei 2026 Tetap, Segini kWh Token Rp100 Ribu

“Akan diberikan kesempatan untuk PPPK guru untuk ikut melakukan seleksi ASN yang diperkirakan akan pendaftaran di awal 2027,” kata Rini.

Selain itu, pemerintah menyiapkan kebutuhan guru secara nasional. Perencanaan tersebut mencakup kebutuhan tenaga pendidik untuk Sekolah Rakyat, Sekolah Terintegrasi, dan Sekolah Garuda.

Status Guru PPPK Akan Berubah

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah akan mengalihkan status guru PPPK menjadi pegawai pemerintah pusat.

Menurut Prasetyo, perubahan tersebut menjadi bagian dari penataan status kepegawaian guru.

Rencana ini mendapat perhatian karena pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk mendukung pengalihan PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu.

FSGI berharap pemerintah tidak berhenti pada peningkatan status guru PPPK. Pemerintah juga perlu memastikan guru honorer yang masih mengajar di sekolah negeri memperoleh jalan keluar yang jelas sebelum kebijakan penghapusan guru honorer pada 2027 berjalan. (rn*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
Purbaya Siapkan Rp31 Triliun, PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi Penuh Waktu pada 2027
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB