Eks KRI Ki Hajar Dewantara Dilelang Rp2 Miliar, Dulu Bernilai Rp370 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa prajurit TNI AL bersiaga di atas KRI Ki Hajar Dewantara saat melanjutkan operasi pengamanan laut Bali di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Selasa (18/10/2011).(ANTARA/Nyoman Budhiana)

Beberapa prajurit TNI AL bersiaga di atas KRI Ki Hajar Dewantara saat melanjutkan operasi pengamanan laut Bali di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Selasa (18/10/2011).(ANTARA/Nyoman Budhiana)

Jakarta, APGtimes.com – Pemerintah segera melelang eks KRI Ki Hajar Dewantara-364 dengan nilai limit Rp2,03 miliar. Komisi I DPR telah menyetujui rencana penjualan kapal tersebut.

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menjelaskan alasan pemerintah melepas kapal yang pernah menjadi bagian dari armada TNI Angkatan Laut tersebut.

Menurut Donny, usia dan kondisi teknis kapal sudah tidak mendukung tugas operasional TNI AL. Kapal itu juga telah melewati masa manfaat ekonomis dan teknis.

“Sudah tidak memiliki manfaat operasional akan menyebabkan aset tersebut menjadi dead stock,” kata Donny dalam rapat Komisi I DPR di Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Pemerintah juga harus mengeluarkan biaya untuk menyimpan dan merawat kapal tersebut. Namun, biaya itu tidak lagi sebanding dengan manfaat yang bisa diberikan.

Kondisi kapal semakin berubah setelah pemerintah membongkar persenjataannya pada 2018. Pada 2019, TNI AL juga menurunkan ular-ular perang dari kapal tersebut.

Baca Juga :  Tiga Kapal Perang Pakistan Bersandar di Tanjung Priok, Perkuat Diplomasi Maritim

Langkah itu membuat eks KRI Ki Hajar Dewantara tidak lagi memiliki kemampuan sebagai kapal perang. Kapal tersebut juga tidak dapat bergerak secara mandiri.

Nilai Kapal Dulu Rp370 Miliar

Ada perbedaan sangat besar antara nilai perolehan kapal dan nilai limit lelangnya.

Kementerian Pertahanan mencatat nilai perolehan eks KRI Ki Hajar Dewantara mencapai Rp370.620.353.400. Sementara itu, pemerintah menetapkan nilai limit lelang hanya Rp2.032.991.640.

Nilai limit tersebut menjadi harga awal dalam proses lelang. Pemerintah menghitungnya berdasarkan kondisi kapal yang sudah mengalami demiliterisasi dan tidak lagi memiliki kemampuan tempur.

Eks KRI Ki Hajar Dewantara sendiri merupakan kapal latih yang dibangun pada 1979 di Brodogradiliste Split, Yugoslavia. Kapal tersebut dahulu membantu TNI AL dalam menjalankan tugas sekaligus membina personel.

Baca Juga :  Revisi UU HAM Bakal Perkuat Komnas HAM, Bisa Bentuk Tim Ad Hoc dan Subpoena

Kini, pemerintah memilih mengoptimalkan sisa nilai ekonomis kapal daripada terus menanggung biaya penyimpanan dan pemeliharaan.

DPR Setujui Penjualan

Komisi I DPR menyetujui pemindahtanganan eks KRI Ki Hajar Dewantara melalui mekanisme lelang. Keputusan itu muncul dalam rapat kerja bersama Kemhan dan TNI AL pada Kamis (27/8/2026).

Pemerintah akan menggunakan mekanisme lelang sesuai aturan pengelolaan barang milik negara. Hasil penjualan nantinya dapat masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Donny menegaskan, pelepasan kapal tersebut bukan sekadar mengurangi jumlah aset pertahanan. Pemerintah ingin mengalihkan perhatian dan anggaran kepada alutsista yang masih relevan dengan kebutuhan pertahanan.

Dengan begitu, eks KRI Ki Hajar Dewantara tidak lagi menjadi beban pemeliharaan. Pemerintah juga dapat menata aset pertahanan agar lebih efektif dan sesuai kebutuhan TNI saat ini. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Prabowo Siapkan Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026, Erick Thohir Berharap Naik
Indonesia Tangguhkan Pembahasan Board of Peace, Dukungan untuk Palestina Tetap Konsisten
Tito Beri Waktu Sepekan untuk Bentuk Satgas MBG, Pemda yang Lalai Bakal Ditegur
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan

Berita Terbaru