Dukung MBG, Pemerintah Kembangkan Budidaya Ikan di 4.000 Lokasi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari (kiri) menjelaskan program unggulan di sektor kelautan dan perikanan dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026). (KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari (kiri) menjelaskan program unggulan di sektor kelautan dan perikanan dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026). (KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)

Jakarta, APGtimes.com – Pemerintah akan mengembangkan budidaya ikan darat tematik di 4.000 lokasi seluruh Indonesia sepanjang 2026. Program tersebut bertujuan meningkatkan ketersediaan ikan konsumsi sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan pemerintah menargetkan pengembangan budidaya ikan darat di ribuan lokasi pada tahun ini.

“Pada 2026 target program ditetapkan mencapai 4.000 lokasi di seluruh Indonesia,” kata Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

Menurut Qodari, pemerintah akan menambah lokasi secara bertahap. Prosesnya mencakup pengusulan dan verifikasi kesiapan lahan, penetapan penerima, pembangunan sarana dan prasarana, pelatihan, penebaran benih, hingga pendampingan produksi dan pemasaran.

Lele dan Nila Jadi Komoditas Utama

Pada tahap awal, pemerintah telah menjalankan program tersebut di 100 lokasi yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Pemerintah memilih lele dan nila sebagai komoditas utama pada 2026. Kedua jenis ikan tersebut mudah dibudidayakan, memiliki masa pemeliharaan relatif singkat, serta memiliki permintaan pasar yang tinggi.

Baca Juga :  BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng ke Mitra Dapur MBG

Selain itu, masyarakat dapat membudidayakan lele dan nila pada lahan yang terbatas. Ke depan, pemerintah juga membuka peluang pengembangan patin, gurame, ikan mas, serta berbagai jenis ikan air tawar lokal sesuai potensi daerah.

Pemerintah juga menggunakan teknologi bioflok dalam program tersebut. Teknologi ini dapat menghemat penggunaan air, mengoptimalkan pakan, meningkatkan produktivitas, serta mendukung praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan.

Libatkan Pemerintah Desa dan Masyarakat

Program budidaya ikan darat sebelumnya berjalan melalui Koperasi Desa Merah Putih. Namun, pada 2026 pemerintah menetapkan pemerintah desa sebagai penerima program.

Pengelolaannya dapat melibatkan berbagai kelompok masyarakat, BUMDes, dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dengan pola tersebut, pemerintah berharap manfaat program menjangkau lebih banyak warga.

Penerima manfaat tidak hanya pembudidaya ikan. Program ini juga membuka peluang bagi pengurus dan anggota koperasi, tenaga kerja lokal, pembenih, pemasok pakan, penyedia sarana produksi, hingga pelaku pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Hasil panen nantinya dapat masuk ke berbagai saluran pemasaran. Koperasi atau lembaga pengelola akan menyalurkan ikan ke satuan layanan pemenuhan gizi, pasar tradisional, pelaku pengolahan, rumah makan, dan jaringan ritel.

Baca Juga :  BGN Tegaskan MBG Tak Habiskan Anggaran Negara, Program Pemerintah Lain Tetap Berjalan

“Alhasil, program ini tidak hanya meningkatkan produksi ikan tetapi juga membuka lapangan kerja, menambah pendapatan masyarakat, memperkuat ekonomi desa, menggerakkan usaha di tingkat lokal, dan meningkatkan asupan protein masyarakat,” ujar Qodari.

Empat Program Perikanan Tambah Produksi 3,95 Juta Ton

Selain budidaya ikan darat, pemerintah mengembangkan tiga program prioritas lain di sektor kelautan dan perikanan.

Program tersebut meliputi modernisasi ribuan kapal ikan, pembangunan tambak udang terintegrasi di Waingapu, serta pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Pemerintah memproyeksikan empat program prioritas tersebut mampu menambah volume produksi sektor kelautan dan perikanan hingga 3,95 juta ton per tahun.

Melalui pengembangan budidaya ikan di 4.000 lokasi, pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan produksi. Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus membantu memenuhi kebutuhan protein masyarakat melalui program MBG. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Berita Terbaru

Salah satu dapur MBG

Ekonomi & Bisnis

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:04 WIB