Natalius Pigai Minta TNI-Polri Buka Data Jumlah Personel di Papua

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai meminta TNI dan Polri membuka data jumlah personel yang mereka kerahkan di Papua.

Menurut Pigai, data tersebut penting untuk mengukur kemampuan aparat dalam melindungi warga sipil. Ia mengaku belum mengetahui jumlah personel TNI dan Polri yang bertugas di Papua saat ini.

Pigai Minta Data Personel Dibuka

Pigai mengaku sudah meminta TNI dan Polri memberikan data pengerahan personel sejak sekitar sebulan lalu.

“Saya sebulan lalu minta TNI dan Polri menyampaikan data berapa deploy militer di Papua. Jumlah deploy,” kata Pigai di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Keterbukaan data, menurut Pigai, dapat membantu pemerintah melihat skala pengerahan aparat secara jelas. Selain itu, informasi tersebut bisa menjadi dasar untuk mengukur kebutuhan pengamanan di Papua.

Perlindungan Warga Harus Terukur

Pigai ingin pemerintah membandingkan jumlah personel dengan kebutuhan perlindungan warga sipil di lapangan.

Baca Juga :  Harga Bright Gas Resmi Turun, Pertamina Pangkas Tarif LPG 5,5 Kg dan 12 Kg

“Saya tidak tahu jumlahnya, tapi jumlah deploy militer di Papua itu kalau disampaikan, kita bisa hitung secara terbuka, terukur, akuntabel, apakah dengan kemampuan itu reliable, layak dan pantas warga sipil bisa dilindungi atau tidak,” ujarnya.

Dengan demikian, pemerintah dapat mengevaluasi kemampuan aparat berdasarkan data yang jelas. Langkah tersebut juga dapat membantu melihat apakah jumlah personel sudah sesuai dengan kebutuhan perlindungan masyarakat.

Semua Warga Berhak Mendapat Perlindungan

Selain soal jumlah personel, Pigai menyoroti perlakuan aparat terhadap seluruh masyarakat Papua. Ia meminta aparat memberikan perlindungan tanpa membedakan suku, kelompok, maupun latar belakang warga.

Masyarakat asli Papua dan pendatang, kata Pigai, sama-sama memiliki hak untuk memperoleh perlindungan dari negara.

“Kalau kita minta aparat negara untuk melindungi si A, si B, si C, atau melindungi pendatang, itu tidak adil. Kalau melindunginya, untuk semua. Semua orang,” kata Pigai.

Baca Juga :  BGN Bikin Aturan Baru, Insentif SPPG Tak Lagi Rp6 Juta per Hari

Di sisi lain, Pigai menyinggung persepsi sebagian masyarakat Papua yang menilai aparat lebih melindungi warga non-Papua ketika terjadi persoalan antarkelompok.

Menurut dia, persepsi mengenai perlakuan yang tidak adil dapat memperumit persoalan di Papua. Karena itu, pemerintah perlu memastikan seluruh warga mendapat perlindungan secara setara.

Pigai Soroti Perubahan Pola Konflik

Pigai menyampaikan permintaan tersebut saat membahas perubahan pola konflik di Papua. Ia menilai persoalan keamanan kini tidak hanya berkaitan dengan konflik bersenjata antara Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan TNI-Polri.

Pada saat yang sama, Pigai menyoroti meningkatnya risiko yang menghadapi warga sipil dalam perkembangan konflik di sejumlah wilayah Papua.

Karena itu, ia mendorong pemerintah memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus membuka informasi mengenai pengerahan aparat.

Data jumlah personel, menurut Pigai, dapat membantu pemerintah mengevaluasi kemampuan negara dalam memberikan perlindungan kepada seluruh warga di Papua. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerindra Tegaskan Keakraban Prabowo-Pramono di LRT Bukan Agenda Politik 2029
94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian, DPR Minta Pemerintah Audit Layanan Kesehatan
Cara Cek PBI JK September 2026 Lewat HP, Ketahui Status BPJS Kesehatan Gratis
Airlangga Bertemu PM Kanada Mark Carney, Bahas Perdagangan hingga Investasi Mineral Kritis
Tito Minta Pemda Segera Gunakan Anggaran Karhutla Rp760 Miliar
Prabowo Sebut 328 BUMN Ditutup, Penghematan Anggaran Capai Rp50 Triliun
TNI Ungkap 44.677 Hektare Tanah Bermasalah, Berpotensi Picu Konflik Agraria
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 23:09 WIB

Gerindra Tegaskan Keakraban Prabowo-Pramono di LRT Bukan Agenda Politik 2029

Kamis, 17 September 2026 - 21:09 WIB

Natalius Pigai Minta TNI-Polri Buka Data Jumlah Personel di Papua

Kamis, 17 September 2026 - 20:09 WIB

Kamis, 17 September 2026 - 18:09 WIB

94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian, DPR Minta Pemerintah Audit Layanan Kesehatan

Kamis, 17 September 2026 - 16:09 WIB

Cara Cek PBI JK September 2026 Lewat HP, Ketahui Status BPJS Kesehatan Gratis

Berita Terbaru

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai ketika memberikan sambutan dalam acara forum koordinasi Kebijakan HAM, Kamis (17/9/2026)(Febryan Kevin/Kompas.com )

Nasional

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:09 WIB