DPR Minta KBRI dan KJRI Perkuat Perlindungan WNI di Arab Saudi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Dini Rahmania menilai isu soal merger Gerindra-NasDem harus adayanh diluruskan karema masing-masing partai partai punya visi sendiri dan mandiri, Kamis (16/4/2026) (Kompas.com/MOH.ANAS)

Anggota DPR RI Dini Rahmania menilai isu soal merger Gerindra-NasDem harus adayanh diluruskan karema masing-masing partai partai punya visi sendiri dan mandiri, Kamis (16/4/2026) (Kompas.com/MOH.ANAS)

Jakarta, APGtimes.com – Anggota Komisi VIII DPR RI meminta pemerintah memperkuat perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi, terutama jemaah umrah, di tengah situasi keamanan yang dinamis.

Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania meminta KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah meningkatkan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi. Menurut dia, perwakilan Indonesia juga perlu terus memantau perkembangan keamanan.

“Pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat perlindungan terhadap WNI, khususnya jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi,” kata Dini, Jumat (18/9/2026).

Kementerian Luar Negeri sebelumnya juga mengimbau WNI di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan otoritas setempat serta perwakilan RI.

Jemaah Diminta Ikuti Informasi Resmi

Dini meminta pemerintah menyampaikan informasi dan arahan kepada jemaah secara cepat melalui saluran resmi.

Ia juga mengimbau jemaah umrah tetap tenang dan mengikuti setiap petunjuk dari otoritas Arab Saudi maupun perwakilan Indonesia.

“Saya mengimbau jemaah umrah untuk tidak panik dan tetap tenang. Tetap waspada, ikuti setiap instruksi resmi dari otoritas Arab Saudi maupun perwakilan Republik Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Prabowo Perintahkan Penguatan Karhutla, Minta Tambah Helikopter hingga Kapal Induk

KBRI dan KJRI Diminta Aktif Beri Informasi

Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq turut meminta KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah lebih aktif memberikan informasi kepada WNI.

Menurut Maman, perwakilan RI perlu menyampaikan pembaruan kondisi keamanan secara berkala. Dengan begitu, jemaah umrah dan pekerja Indonesia tidak bergantung pada informasi yang belum terverifikasi.

“Kami meminta KBRI dan KJRI tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi aktif menyampaikan informasi resmi secara berkala,” ujar Maman.

Ia juga meminta perwakilan RI menyediakan pusat bantuan atau hotline yang mudah dijangkau WNI selama 24 jam.

“KBRI dan KJRI harus menjadi rujukan utama bagi WNI agar masyarakat tidak mendapatkan informasi simpang siur dari media sosial,” katanya.

Informasi Keamanan Perlu Menjangkau PPIU

Maman selanjutnya meminta pemerintah menyampaikan perkembangan keamanan di Mekkah dan Madinah kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Baca Juga :  Mahfud MD Kritik Penegakan Hukum, Singgung Kasus Tom Lembong hingga Nadiem

Informasi tersebut juga perlu menjangkau pembimbing lapangan dan pengelola hotel tempat jemaah menginap.

“Jemaah umrah Indonesia jangan dibiarkan mencari informasi sendiri di tengah situasi keamanan yang dinamis. Pemerintah harus hadir memberikan panduan jelas mengenai apa yang perlu dilakukan dan ke mana harus melapor,” kata Maman.

Perlindungan Berlaku untuk Semua WNI

Maman menegaskan pemerintah perlu memperhatikan seluruh WNI di Arab Saudi, bukan hanya jemaah umrah.

Pekerja migran Indonesia yang berada di wilayah terdampak juga membutuhkan informasi mengenai kontak darurat dan cara meminta bantuan.

“Perlindungan WNI harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada jemaah umrah saja. Kita perlu memastikan seluruh pekerja Indonesia mengetahui kontak darurat dan mekanisme meminta bantuan,” pungkas Maman.

Perwakilan RI di Arab Saudi menyediakan layanan pelindungan bagi WNI melalui KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah. Pemerintah juga menyediakan kanal Safe Travel untuk informasi perjalanan dan imbauan keamanan terbaru. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Febrie Adriansyah Bantah Miliki Emas 74 Kg, Singgung Informasi yang Diterima Presiden
Menhut Raja Juli Minta Satwa Diselamatkan Saat Karhutla, BKSDA Siapkan Penanganan
Gerindra Tegaskan Keakraban Prabowo-Pramono di LRT Bukan Agenda Politik 2029
Natalius Pigai Minta TNI-Polri Buka Data Jumlah Personel di Papua
94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian, DPR Minta Pemerintah Audit Layanan Kesehatan
Cara Cek PBI JK September 2026 Lewat HP, Ketahui Status BPJS Kesehatan Gratis
Airlangga Bertemu PM Kanada Mark Carney, Bahas Perdagangan hingga Investasi Mineral Kritis
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 19:09 WIB

Febrie Adriansyah Bantah Miliki Emas 74 Kg, Singgung Informasi yang Diterima Presiden

Jumat, 18 September 2026 - 18:09 WIB

DPR Minta KBRI dan KJRI Perkuat Perlindungan WNI di Arab Saudi

Jumat, 18 September 2026 - 15:09 WIB

Menhut Raja Juli Minta Satwa Diselamatkan Saat Karhutla, BKSDA Siapkan Penanganan

Kamis, 17 September 2026 - 23:09 WIB

Gerindra Tegaskan Keakraban Prabowo-Pramono di LRT Bukan Agenda Politik 2029

Kamis, 17 September 2026 - 21:09 WIB

Natalius Pigai Minta TNI-Polri Buka Data Jumlah Personel di Papua

Berita Terbaru