Banjir Bandang Solok: Bupati Bantah Pembukaan Lahan, Warga Duga Ada Bendungan Alami

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi aliran sungai yang menyebabkan banjir bandang di kabupaten solok, menghantam kompleks pemerintahan, Selasa (22/9/2026).(Rahmat Panji (Kompas.com))

Kondisi aliran sungai yang menyebabkan banjir bandang di kabupaten solok, menghantam kompleks pemerintahan, Selasa (22/9/2026).(Rahmat Panji (Kompas.com))

Solok, APGtimes.com – Bupati Solok Jon Firman Pandu membantah dugaan pembukaan lahan di kawasan hulu menjadi penyebab banjir bandang yang menerjang Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Jon mengatakan pemerintah terus mengawasi kawasan hulu sungai. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari kompleks pemerintahan Kabupaten Solok.

Menurut Jon, tidak ada aktivitas pembukaan lahan di kawasan tersebut yang berkaitan dengan banjir bandang. Ia menilai bencana pada Senin (21/9/2026) malam terjadi karena faktor alam.

“Ini memang murni bencana saja, jadi tidak ada sangkut pautnya,” kata Jon.

Banjir bandang sebelumnya menerjang kawasan Arosuka dan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Sejumlah kantor pemerintahan dan rumah warga terdampak akibat derasnya aliran air.

Warga Menduga Ada Bendungan Alami

Di tengah penjelasan pemerintah daerah, warga justru menduga ada bendungan alami di bagian hulu sungai.

Baca Juga :  BPOM Pastikan Galon Guna Ulang Aman, Ini Hal yang Wajib Diperhatikan Konsumen

Yanuarli, warga Gunung Talang, mengatakan aliran sungai yang warga sebut Sungai Air Baliang kembali surut setelah banjir menerjang permukiman.

Menurut Yanuarli, sungai itu biasanya hanya mengalir ketika hujan turun. Namun, debit air pada malam kejadian jauh lebih besar daripada kondisi normal.

“Meski hanya terisi saat hujan, tidak pernah pula debit sungainya sebesar ini hingga menerjang pemukiman warga,” ujar Yanuarli.

Ia juga membantah dugaan pembukaan lahan di kawasan hulu. Berdasarkan pengamatannya, kawasan tersebut selama ini berupa perkebunan.

Warga Sebut Ada Perkebunan di Hulu

Yanuarli menjelaskan bahwa kawasan hulu pernah menjadi area perkebunan kopi yang dikelola PT Krakatau. Setelah izin pengelolaan berakhir, masyarakat kemudian memanfaatkan lahan tersebut.

Kini, warga mengelola sejumlah tanaman di kawasan itu. Komoditasnya antara lain kopi, markisa, dan cabai.

“Kalau sekarang ada kebun kopi, markisa, cabai dan segala macamnya di atas tersebut. Jadi kalau pembukaan lahan tidak mungkin,” katanya.

Baca Juga :  Eks KRI Ki Hajar Dewantara Dilelang Rp2 Miliar, Dulu Bernilai Rp370 Miliar

Yanuarli juga mengaku pernah melihat bendungan alami di bagian hulu ketika pergi ke ladang. Ia menyebut ukurannya cukup besar.

Dugaan Bendungan Alami Masih Perlu Dibuktikan

Menurut Yanuarli, bendungan alami tersebut mungkin menampung air dalam jumlah besar sebelum akhirnya melimpas.

“ Mungkin bendungan itu yang penuh, lalu airnya melimpah. Belum lagi kawasan ini berada di dekat Gunung Talang, mungkin ada hubungannya,” ujarnya.

Namun, dugaan tersebut masih berdasarkan pengamatan warga dan belum menjadi kesimpulan resmi mengenai penyebab banjir.

Pemerintah daerah masih menangani dampak banjir serta melakukan pendataan kerusakan. Tim gabungan juga membersihkan material yang masuk ke kawasan perkantoran dan permukiman.

Karena itu, penyebab pasti banjir bandang masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut di kawasan hulu dan sepanjang aliran sungai.

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

139 Delegasi Masyarakat Hadiri Paripurna DPR, KPA Bawa 125 Perwakilan
Sjafrie Sjamsoeddin Apresiasi Jepang, Bahas Penguatan Pertahanan dan Industri Militer
RUU Reforma Agraria Masuk Paripurna Hari Ini, Ini 5 Poin Penting yang Diatur
Menhut Cabut Izin 5 Perusahaan Terkait Karhutla, Total Konsesi Capai 92.464 Hektare
Wamendagri Ribka Haluk Berdukacita atas Tewasnya 3 ASN di Jayawijaya
Kemlu Pastikan WNI di Rusia dan Ukraina Aman, Minta Waspadai Serangan Drone
Kepala BPKH Ungkap Dana Haji yang Dikelola Jadi Nilai Manfaat untuk Jemaah
Puan Minta Pemerintah Dukung Atlet Indonesia dari Pembinaan hingga Setelah Pensiun
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 22:09 WIB

Banjir Bandang Solok: Bupati Bantah Pembukaan Lahan, Warga Duga Ada Bendungan Alami

Selasa, 22 September 2026 - 20:09 WIB

139 Delegasi Masyarakat Hadiri Paripurna DPR, KPA Bawa 125 Perwakilan

Selasa, 22 September 2026 - 16:09 WIB

Sjafrie Sjamsoeddin Apresiasi Jepang, Bahas Penguatan Pertahanan dan Industri Militer

Selasa, 22 September 2026 - 14:09 WIB

RUU Reforma Agraria Masuk Paripurna Hari Ini, Ini 5 Poin Penting yang Diatur

Selasa, 22 September 2026 - 13:09 WIB

Menhut Cabut Izin 5 Perusahaan Terkait Karhutla, Total Konsesi Capai 92.464 Hektare

Berita Terbaru

Menlu Sugiono tiba di New York, AS, Minggu (20/6/2026). (Dok. Bakom)

Internasional

Menlu Sugiono Tiba di New York, Siapkan Agenda Indonesia di Sidang PBB

Selasa, 22 Sep 2026 - 19:09 WIB