Solok, APGtimes.com – Bupati Solok Jon Firman Pandu membantah dugaan pembukaan lahan di kawasan hulu menjadi penyebab banjir bandang yang menerjang Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Jon mengatakan pemerintah terus mengawasi kawasan hulu sungai. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari kompleks pemerintahan Kabupaten Solok.
Menurut Jon, tidak ada aktivitas pembukaan lahan di kawasan tersebut yang berkaitan dengan banjir bandang. Ia menilai bencana pada Senin (21/9/2026) malam terjadi karena faktor alam.
“Ini memang murni bencana saja, jadi tidak ada sangkut pautnya,” kata Jon.
Banjir bandang sebelumnya menerjang kawasan Arosuka dan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Sejumlah kantor pemerintahan dan rumah warga terdampak akibat derasnya aliran air.
Warga Menduga Ada Bendungan Alami
Di tengah penjelasan pemerintah daerah, warga justru menduga ada bendungan alami di bagian hulu sungai.
Yanuarli, warga Gunung Talang, mengatakan aliran sungai yang warga sebut Sungai Air Baliang kembali surut setelah banjir menerjang permukiman.
Menurut Yanuarli, sungai itu biasanya hanya mengalir ketika hujan turun. Namun, debit air pada malam kejadian jauh lebih besar daripada kondisi normal.
“Meski hanya terisi saat hujan, tidak pernah pula debit sungainya sebesar ini hingga menerjang pemukiman warga,” ujar Yanuarli.
Ia juga membantah dugaan pembukaan lahan di kawasan hulu. Berdasarkan pengamatannya, kawasan tersebut selama ini berupa perkebunan.
Warga Sebut Ada Perkebunan di Hulu
Yanuarli menjelaskan bahwa kawasan hulu pernah menjadi area perkebunan kopi yang dikelola PT Krakatau. Setelah izin pengelolaan berakhir, masyarakat kemudian memanfaatkan lahan tersebut.
Kini, warga mengelola sejumlah tanaman di kawasan itu. Komoditasnya antara lain kopi, markisa, dan cabai.
“Kalau sekarang ada kebun kopi, markisa, cabai dan segala macamnya di atas tersebut. Jadi kalau pembukaan lahan tidak mungkin,” katanya.
Yanuarli juga mengaku pernah melihat bendungan alami di bagian hulu ketika pergi ke ladang. Ia menyebut ukurannya cukup besar.
Dugaan Bendungan Alami Masih Perlu Dibuktikan
Menurut Yanuarli, bendungan alami tersebut mungkin menampung air dalam jumlah besar sebelum akhirnya melimpas.
“ Mungkin bendungan itu yang penuh, lalu airnya melimpah. Belum lagi kawasan ini berada di dekat Gunung Talang, mungkin ada hubungannya,” ujarnya.
Namun, dugaan tersebut masih berdasarkan pengamatan warga dan belum menjadi kesimpulan resmi mengenai penyebab banjir.
Pemerintah daerah masih menangani dampak banjir serta melakukan pendataan kerusakan. Tim gabungan juga membersihkan material yang masuk ke kawasan perkantoran dan permukiman.
Karena itu, penyebab pasti banjir bandang masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut di kawasan hulu dan sepanjang aliran sungai.









