Washington DC, APGtimes.com – Kedatangan Presiden China Xi Jinping ke Gedung Putih pada Kamis (24/9/2026) memicu ketegangan antara awak media China dan petugas keamanan Amerika Serikat.
Sejumlah jurnalis China terlibat adu dorong saat berebut posisi untuk meliput kedatangan Xi. Petugas Gedung Putih dan Secret Service kemudian meminta mereka menempati area pers yang telah ditentukan.
Sejumlah wartawan yang berada di lokasi melaporkan suasana sempat gaduh. Mereka mendengar teriakan dan suara keras ketika petugas meminta rombongan media China mengatur posisi.
Awak Media China Berebut Posisi
Koresponden utama The Telegraph di Washington, Connor Stringer, menggambarkan situasi menjelang kedatangan Xi sebagai suasana yang kacau.
Menurut Stringer, beberapa anggota rombongan media China saling mendorong demi mendapatkan posisi di area pers. Petugas keamanan kemudian meminta mereka mengikuti pengaturan yang berlaku.
Koresponden Gedung Putih The Daily Wire, Mary Margaret Olohan, juga mengaku sempat terdesak ke dinding oleh awak media China.
Stringer mengatakan sejumlah wartawan tetap bertahan di posisi mereka meski petugas Secret Service meminta mereka berpindah.
Situasi kemudian memanas dengan munculnya teriakan dan suara keras di antara awak media dan petugas keamanan.
Kericuhan Terjadi Saat Xi Tiba
Kericuhan tersebut terjadi menjelang Presiden Donald Trump menyambut Xi Jinping di Gedung Putih.
Insiden itu berlangsung pada hari yang sama ketika persoalan akses media ke Gedung Putih kembali menjadi perhatian.
Sebelumnya, wartawan CNN, MS NOW, dan Politico sempat tidak mendapat akses ke Gedung Putih. Hakim federal kemudian memerintahkan pemerintahan Trump memulihkan akses ketiga media tersebut.
Para jurnalis dari ketiga media itu akhirnya kembali ke area pers Gedung Putih pada Kamis.
Trump Bercanda dengan Pers China
Di tengah situasi tersebut, Trump justru melontarkan candaan mengenai rombongan media China saat sesi foto bersama Xi.
Menurut laporan dari area Gedung Putih, Trump menyebut awak media China sebagai pers yang paling ramah.
Trump kemudian mengajak Xi melewati deretan potret presiden Amerika Serikat yang terpasang di sepanjang kolonade Gedung Putih.
Saat melewati potret yang berkaitan dengan mantan Presiden Joe Biden, Trump menunjuk gambar tersebut dan melontarkan candaan mengenai penggunaan autopen.
Xi dan rombongannya kemudian tertawa mendengar candaan tersebut.
Pertemuan Trump dan Xi berlangsung di tengah perhatian terhadap hubungan Amerika Serikat dan China. Pada saat yang sama, insiden di area pers menambah sorotan terhadap pengaturan media selama kunjungan Xi ke Gedung Putih. (aw*)









