Riau Nihil Karhutla, OMC Tetap Jalan untuk Basahi Lahan Gambut hingga Musim Hujan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Persiapan operasi modifikasi cuaca oleh pesawat BNPB di Provinsi Riau dengan menyemai garam di awan yang potensial. ANTARA/HO-Pemprov Riau.(Pemprov Riau)

Persiapan operasi modifikasi cuaca oleh pesawat BNPB di Provinsi Riau dengan menyemai garam di awan yang potensial. ANTARA/HO-Pemprov Riau.(Pemprov Riau)

Pekanbaru, APGtimes.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau masih menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) meski seluruh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut sudah padam.

Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal mengatakan OMC menjadi langkah pencegahan untuk menjaga kelembapan lahan, terutama kawasan gambut. Upaya itu penting karena lahan gambut mudah kering dan kembali terbakar saat hujan berhenti dalam waktu lama.

“OMC masih terus dilakukan. Hal ini sebagai upaya antisipasi membasahi lahan terutama lahan gambut yang mudah terbakar jika kering,” kata Edy di Pekanbaru, Minggu, 27 September 2026.

Menurut Edy, tim tetap menjalankan penyemaian garam selama terdapat awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Pesawat OMC akan segera beroperasi ketika kondisi atmosfer mendukung.

Baca Juga :  RSUD Raden Mattaher Pulangkan 8 Siswi SMKN 1 Jambi yang Diduga Keracunan

“Jika ada awan potensial akan langsung dilakukan OMC sampai cuaca di Riau benar-benar memasuki musim hujan,” ujarnya.

Karhutla Riau sudah nihil

Sementara itu, BPBD Riau memastikan seluruh titik karhutla yang sebelumnya muncul sudah padam. Kondisi tersebut mencakup sejumlah wilayah yang sempat mengalami kebakaran, seperti Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Bengkalis.

“Karhutla di Riau sudah nihil. Beberapa titik yang sebelumnya terbakar sudah padam,” ujar Edy.

Tim gabungan berperan penting dalam menangani kebakaran tersebut. BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat, serta pihak swasta melakukan pemadaman, pendinginan, dan patroli secara intensif.

Meski kondisi terkini sudah aman, Riau tetap menghadapi risiko kebakaran karena sebagian wilayah memiliki lahan gambut. Lapisan gambut yang mengering dapat menyimpan bara sehingga api berpotensi muncul kembali.

Baca Juga :  PLN Ungkap Penyebab Blackout Sumatera, Gangguan Cuaca di Jambi Jadi Pemicu

Luas lahan terbakar capai 20.597 hektare

Di sisi lain, catatan BPBD menunjukkan dampak karhutla di Riau sepanjang 2026 masih cukup besar. Kebakaran telah melanda lahan seluas 20.597,23 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.

Karena itu, BPBD tetap mengandalkan OMC sebagai langkah pencegahan jangka pendek. Pemerintah daerah juga terus memantau kondisi cuaca dan kelembapan lahan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap hujan dapat membantu menjaga kondisi lahan tetap lembap hingga Riau memasuki musim hujan secara lebih stabil. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Ganggu Penerbangan Bandara Jambi, Jarak Pandang Turun hingga 800 Meter
Walhi Ungkap 22.690 Hotspot Karhutla Sumsel Berada di Konsesi Perusahaan
Orangutan Terekam Berjalan Sendirian di Lahan Bekas Karhutla Kotawaringin Barat
Feri Ariasandi Hadiri Puncak Kejurkot Wali Kota Cup PBSI Sungai Penuh
Pemkab Solok Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Arosuka hingga 12 Oktober
Bupati Siak Menangis Lihat Guru Tinggal di Rumah Reot, Siswa Tempuh 2 Jam ke Sekolah
Polda Kepri Bongkar Penyelundupan 3 Mesin Pesawat Bekas dari Singapura Senilai Rp30 Miliar
Kapolda Jambi Berganti, Irjen Widodo Gantikan Krisno H Siregar
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Kabut Asap Ganggu Penerbangan Bandara Jambi, Jarak Pandang Turun hingga 800 Meter

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Walhi Ungkap 22.690 Hotspot Karhutla Sumsel Berada di Konsesi Perusahaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Orangutan Terekam Berjalan Sendirian di Lahan Bekas Karhutla Kotawaringin Barat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Feri Ariasandi Hadiri Puncak Kejurkot Wali Kota Cup PBSI Sungai Penuh

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Pemkab Solok Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Arosuka hingga 12 Oktober

Berita Terbaru