Ikan Jadi Menu Wajib MBG, Pemerintah Targetkan Konsumsi 26,83 Kg per Kapita

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf diwawancarai usai rapat Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026).(KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah)

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf diwawancarai usai rapat Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026).(KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah)

Semarang, APGtimes.com – Ikan akan menjadi menu wajib dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah menargetkan menu ikan hadir dua kali dalam sepekan.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan rencana tersebut seusai rapat Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026).

“Dari satu kali satu minggu atau satu kali dua minggu, menjadi dua kali satu minggu,” kata Didit.

Pemerintah akan menerapkan menu ikan secara bertahap. Kebijakan ini juga sejalan dengan Perpres Nomor 74 Tahun 2026 yang menetapkan gerakan makan ikan sebagai gerakan nasional.

Ikan Jadi Sumber Protein MBG

Didit menyebut ikan memiliki sejumlah keunggulan sebagai sumber protein. Harganya relatif terjangkau dan kandungan proteinnya cukup tinggi.

Baca Juga :  BGN Tegaskan Dapur MBG Ditutup Permanen Jika Dua Kali Sebabkan Keracunan

Selain itu, Indonesia memiliki sumber daya ikan yang melimpah. Karena itu, pemerintah mendorong pemanfaatannya untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

“Ini baru mulai, jadi segera dilaksanakan secara bertahap. Ini sangat penting terutama untuk stunting,” ujar Didit.

Menurutnya, konsumsi ikan juga penting bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Kebutuhan protein juga meningkat bagi keluarga baru dan pasangan yang baru menikah.

Konsumsi Ikan Ditargetkan 26,83 Kg per Kapita

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan Indonesia memiliki potensi perikanan yang besar.

Pemerintah berharap peningkatan konsumsi ikan dapat memenuhi kebutuhan protein masyarakat. Selain itu, kebijakan tersebut dapat ikut memperkuat ekonomi nelayan.

Pemerintah menargetkan konsumsi ikan nasional mencapai 26,83 kilogram per kapita per tahun pada 2029.

Baca Juga :  Prabowo Sebut 328 BUMN Ditutup, Penghematan Anggaran Capai Rp50 Triliun

“Asupan ikan nasional kita targetnya di tahun 2029 sekitar 26,83 kg per kapita per tahun,” kata Hanif.

Namun, Hanif menyoroti tingkat konsumsi ikan di Jawa Tengah yang masih rendah. Provinsi tersebut tercatat sebagai salah satu daerah dengan konsumsi ikan terendah di Indonesia.

Jawa Tengah Diminta Tingkatkan Konsumsi Ikan

Hanif meminta Jawa Tengah segera mengambil langkah untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat.

Menurutnya, potensi perikanan yang besar perlu berjalan seiring dengan peningkatan konsumsi di dalam negeri.

Dengan masuknya ikan ke menu MBG, pemerintah berharap konsumsi ikan masyarakat ikut meningkat. Kebijakan ini juga dapat memperluas pemanfaatan hasil perikanan nasional. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat
Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini
5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya
TNI AD Ungkap Alasan 6 Kodam Baru Dibentuk, Ada Pertimbangan Geografis hingga Sosial
BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat
DPR Jelaskan Kenapa Rapat RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Kerap Digelar Tertutup
Insentif MBG Dipangkas Jadi Rp2.000 per Porsi, BGN Ungkap Alasan dan Aturan Barunya
Kemensos Ungkap 44,6 Juta KPM Terima Bansos Lebih dari 5 Tahun, 36.000 hingga 18 Tahun
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:09 WIB

TNI AD Ungkap Alasan 6 Kodam Baru Dibentuk, Ada Pertimbangan Geografis hingga Sosial

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:09 WIB

BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:09 WIB

DPR Jelaskan Kenapa Rapat RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Kerap Digelar Tertutup

Berita Terbaru