Kotawaringin Barat, APGtimes.com – Seekor orangutan terlihat berjalan sendirian di area yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Rekaman video memperlihatkan orangutan tersebut melintas di sekitar parit yang berada tidak jauh dari jalan raya. Kepala BKSDA Kalimantan Tengah Andi Muhammad Kadhafi membenarkan laporan tersebut.
Andi mengatakan seorang camat merekam orangutan itu secara tidak sengaja saat melintas di lokasi.
“Kemarin malam kami dapat laporan terkait ini. Video tersebut direkam oleh Pak Camat yang kebetulan melintas dan melihat orangutan tersebut,” kata Andi, Senin (5/10/2026).
BKSDA Kalteng kemudian menghubungi perekam untuk memantau keberadaan satwa tersebut. Tim Masyarakat Peduli Api (MPA) juga mendapat arahan untuk melakukan pemantauan.
“Tim MPA sudah diminta melakukan pemantauan jika orangutan tersebut kembali terlihat, sembari menunggu tim rescue tiba di lokasi,” ujar Andi.
Orangutan Kalimantan Sering Beraktivitas di Tanah
Andi menjelaskan bahwa orangutan Kalimantan memiliki perilaku yang berbeda dengan orangutan Sumatera. Orangutan Kalimantan memang cukup sering berjalan di atas tanah.
“Hal ini berbeda dengan orangutan Sumatera yang lebih banyak beraktivitas di atas pohon karena keberadaan predator seperti harimau,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalteng Handi Nasoka menyebut lokasi penampakan berada di kawasan perbatasan antarwilayah.
Orangutan tersebut terlihat di sekitar Kilometer 13 atau 14 Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama. Lokasi itu berada di Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.
BKSDA Belum Evakuasi Orangutan
BKSDA Kalteng belum dapat memastikan kondisi fisik dan kesehatan orangutan tersebut. Petugas baru menerima informasi melalui rekaman video dari pelapor.
Handi mengatakan tim belum melakukan evakuasi karena petugas masih memantau situasi di lokasi.
“Kami belum bisa memastikan kondisinya karena hanya mendapat laporan dari Bapak Camat Kotawaringin Lama. Untuk evakuasi, saat ini memang belum dilakukan,” kata Handi.
BKSDA bersama tim pemantau akan terus mengawasi keberadaan orangutan tersebut sambil menunggu tim penyelamatan tiba di lokasi. (de*)









