Tabung Bakteri Pes Pecah di Rusia, Pekerja Laboratorium Meninggal

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bakteri penyakit pes. Bakteri penyebab meliodosis, penyakit langka dan serius, ditemukan di Amerika Serikat untuk kali pertama pada Rabu (27/7/2022).()

Ilustrasi bakteri penyakit pes. Bakteri penyebab meliodosis, penyakit langka dan serius, ditemukan di Amerika Serikat untuk kali pertama pada Rabu (27/7/2022).()

Irkutsk, APGtimes.com – Seorang pekerja laboratorium di wilayah Irkutsk, Siberia, Rusia, meninggal setelah diduga terpapar bakteri penyebab penyakit pes.

Perempuan tersebut mengalami paparan ketika sebuah tabung reaksi berisi bakteri hidup pecah saat ia mengambil sampel untuk pengujian.

Insiden itu mendorong otoritas kesehatan melakukan isolasi dan pemantauan terhadap hampir 200 orang yang kemungkinan melakukan kontak dengan pekerja tersebut.

Sedikitnya 197 orang masuk dalam pengawasan medis. Lebih dari 100 orang menjalani pemantauan di rumah sakit.

197 Orang Jalani Pengawasan Medis

Gubernur Irkutsk Igor Kobzev mengatakan petugas telah mengidentifikasi seluruh orang yang kemungkinan melakukan kontak dengan pekerja laboratorium tersebut.

Petugas kemudian menempatkan mereka dalam pengawasan medis. Hingga Jumat (2/10/2026), tidak ada kontak yang menunjukkan gejala penyakit.

Baca Juga :  DPR Ungkap Modus Perekrutan WNI Jadi Tentara Rusia, Diiming-imingi Gaji Besar

Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap orang-orang tersebut juga menunjukkan hasil negatif.

“Semua orang yang teridentifikasi melakukan kontak telah ditempatkan dalam pengawasan medis. Hingga hari ini, mereka yang melakukan kontak tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit dan hasil pemeriksaan laboratorium mereka negatif,” tulis Kobzev melalui Telegram.

Kobzev menyampaikan informasi tersebut setelah bertemu Kepala Rospotrebnadzor Anna Popova. Keduanya membahas langkah penanganan insiden tersebut.

Kobzev juga meminta masyarakat tetap tenang selama petugas melakukan pemantauan.

Pekerja Diduga Terpapar Saat Mengambil Sampel

Media independen Lyudi Baikala atau People of Baikal dan REN TV mengidentifikasi pekerja tersebut sebagai Daria Sh.

Perempuan berusia sekitar 27 atau 28 tahun itu bekerja di sebuah institut antipes di Irkutsk.

Menurut laporan media setempat, Daria sempat memberi tahu tenaga kesehatan mengenai insiden di laboratorium.

Baca Juga :  Iran Balas Serangan AS, Rudal dan Drone Hantam Pangkalan Militer di Bahrain dan Kuwait

Ia mengatakan tabung reaksi berisi bakteri hidup pecah secara tidak sengaja ketika dirinya mengambil sampel untuk pengujian.

Media setempat belum menjelaskan kapan insiden tersebut terjadi.

Kondisi Memburuk hingga Membutuhkan Ventilator

Daria kemudian menjalani perawatan di rumah sakit pada Selasa setelah mengalami gejala pneumonia berat.

Ia mendapat perawatan di Shelekhov, kota yang berada dekat pusat pemerintahan wilayah Irkutsk.

Kondisinya terus memburuk hingga dokter memasang ventilator untuk membantu pernapasannya.

Daria akhirnya meninggal setelah mengalami kondisi tersebut.

Otoritas kesehatan Rusia masih melakukan pemantauan terhadap orang-orang yang masuk daftar kontak. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan otoritas kesehatan untuk mencegah risiko penularan lebih lanjut. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arab Saudi Gempur Houthi, Operasi Rebut Mokha Mengancam Jalur Strategis Bab El-Mandeb
G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak, Pasokan Solar Jadi Prioritas
Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika NATO Blokade Kaliningrad
Biaya Izin Tinggal Permanen Jepang Naik 20 Kali Lipat Jadi Rp22,7 Juta
Kim Jong Un Disebut Berbobot 140 Kg, Intelijen Korsel Ungkap Kondisi Kesehatannya
FBI Kebobolan Data, ShinyHunters Klaim Curi Informasi Sensitif Ribuan Pegawai
Malaysia Pulangkan 1.476 Warga Myanmar, PBB Soroti Risiko Keamanan di Negara Asal
Enam Warga Singapura Didakwa Usai Aksi Dukung Penghapusan Hukuman Mati
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Tabung Bakteri Pes Pecah di Rusia, Pekerja Laboratorium Meninggal

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:09 WIB

G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak, Pasokan Solar Jadi Prioritas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika NATO Blokade Kaliningrad

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Biaya Izin Tinggal Permanen Jepang Naik 20 Kali Lipat Jadi Rp22,7 Juta

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Kim Jong Un Disebut Berbobot 140 Kg, Intelijen Korsel Ungkap Kondisi Kesehatannya

Berita Terbaru