Arab Saudi Gempur Houthi, Operasi Rebut Mokha Mengancam Jalur Strategis Bab El-Mandeb

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riyadh, APGtimes.com – Arab Saudi bersama pasukan Yaman melancarkan operasi militer untuk merebut kembali kota pelabuhan strategis Mokha dari kelompok Houthi.

Operasi itu berlangsung pada Senin (5/10/2026). Koalisi pimpinan Arab Saudi mengerahkan sekitar 100 jet tempur untuk melindungi pasukan darat Yaman.

Pasukan Yaman bergerak ke utara melalui jalur pesisir. Mereka kemudian menjalankan manuver pengepungan menuju Mokha sejak operasi dimulai saat fajar.

Juru bicara koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman, Jenderal Turki Al-Maliki, menyampaikan perkembangan tersebut.

Koalisi Hancurkan Fasilitas Houthi

Pasukan laut koalisi juga menyerang sejumlah fasilitas milik Houthi di Provinsi Hodeidah.

Menurut laporan The Wall Street Journal, pasukan koalisi menghancurkan gudang senjata serta lokasi penyimpanan kapal yang membawa bahan peledak dan ranjau laut.

Koalisi menargetkan fasilitas tersebut untuk mencegah Houthi menyerang kapal di Selat Bab El-Mandeb dan Laut Merah.

Namun, Houthi langsung membalas serangan itu. Mereka meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah sasaran di Arab Saudi.

Baca Juga :  CNN, Politico, dan MS NOW Bawa Larangan Gedung Putih ke Pengadilan

Houthi Serang Riyadh dan Fasilitas Aramco

Juru bicara militer Houthi, Yahya Sare’e, mengatakan kelompoknya menyerang beberapa sasaran di Arab Saudi.

Serangan tersebut menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, kilang Aramco di Rabigh, serta sejumlah instalasi militer.

Sare’e juga memperingatkan maskapai penerbangan komersial. Ia menyebut wilayah udara Arab Saudi kini masuk dalam area operasi militer Houthi.

Menurut Sare’e, pasukan pimpinan Arab Saudi telah melancarkan sekitar 60 serangan udara dan rudal ke wilayah yang Houthi kuasai sejak ofensif dimulai.

Serangan tersebut juga menyasar Sana’a, ibu kota Yaman.

Houthi Kuasai Mokha Sejak Awal September

Houthi merebut Mokha pada awal September 2026. Kelompok tersebut kemudian memperluas pengaruhnya hingga mendekati bagian tersempit Selat Bab El-Mandeb.

Penguasaan kawasan itu meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan jalur pelayaran dan ekspor energi dari kawasan Teluk.

Selat Bab El-Mandeb menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Karena itu, gangguan di jalur tersebut dapat memengaruhi perdagangan dan distribusi energi internasional.

Baca Juga :  Selat Hormuz Sempat Ditutup, Pemerintah Iran Langsung Bantah Ancaman IRGC

Arab Saudi, negara-negara Eropa, dan Amerika Serikat terus mencermati perkembangan tersebut. Mereka khawatir konflik mengganggu lalu lintas kapal dan pasokan minyak regional.

Pasukan Yaman Klaim Kuasai Selat

Juru bicara militer Yaman, Kolonel Majid al-Nuzaili, mengatakan operasi tersebut melibatkan pasukan pro-pemerintah yang dikenal sebagai Giants Brigades.

Ia mengklaim pasukannya berhasil menguasai kawasan selat. Namun, pihak independen belum dapat memverifikasi klaim tersebut.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan Arab Saudi memiliki hak untuk mempertahankan diri setelah mendapat serangan Houthi.

Rubio juga mengatakan pasukan Yaman akan berupaya merebut kembali wilayah yang sebelumnya jatuh ke tangan Houthi.

“Saudi telah menjadi sasaran serangan Houthi dan melihat ancaman yang ditimbulkannya, mereka memiliki hak untuk membela diri,” kata Rubio kepada wartawan, Senin.

Ia menambahkan bahwa pasukan Yaman akan berusaha mengambil kembali wilayah yang sebelumnya direbut Houthi. (md*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tabung Bakteri Pes Pecah di Rusia, Pekerja Laboratorium Meninggal
G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak, Pasokan Solar Jadi Prioritas
Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika NATO Blokade Kaliningrad
Biaya Izin Tinggal Permanen Jepang Naik 20 Kali Lipat Jadi Rp22,7 Juta
Kim Jong Un Disebut Berbobot 140 Kg, Intelijen Korsel Ungkap Kondisi Kesehatannya
FBI Kebobolan Data, ShinyHunters Klaim Curi Informasi Sensitif Ribuan Pegawai
Malaysia Pulangkan 1.476 Warga Myanmar, PBB Soroti Risiko Keamanan di Negara Asal
Enam Warga Singapura Didakwa Usai Aksi Dukung Penghapusan Hukuman Mati
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Tabung Bakteri Pes Pecah di Rusia, Pekerja Laboratorium Meninggal

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:09 WIB

G7 Sepakat Lepas 100 Juta Barel Minyak, Pasokan Solar Jadi Prioritas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika NATO Blokade Kaliningrad

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Biaya Izin Tinggal Permanen Jepang Naik 20 Kali Lipat Jadi Rp22,7 Juta

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Kim Jong Un Disebut Berbobot 140 Kg, Intelijen Korsel Ungkap Kondisi Kesehatannya

Berita Terbaru