Jakarta, APGtimes.com – BYD mengembangkan Flash Charging untuk mempercepat pengisian baterai mobil listrik. Teknologi ini menjadi bagian dari Super e-Platform yang BYD perkenalkan pada Maret 2025.
Flash Charging mengandalkan arsitektur listrik bertegangan tinggi hingga 1.000 volt (V). Sistem tersebut mampu menghasilkan daya pengisian puncak 1.000 kilowatt (kW) atau 1 megawatt (MW).
Model penumpang yang kompatibel dapat menerima laju pengisian hingga 10C. Secara teoritis, perangkat kerasnya mampu menghasilkan daya hingga 1.500 kW dengan arus 1.500 ampere (A).
Kabel Flash Charging Menggunakan Pendingin Cairan
Besarnya arus listrik membuat BYD membutuhkan kabel dengan konstruksi khusus. BYD memasang sistem pendingin cairan pada kabel Flash Charging untuk menjaga suhu tetap stabil.
BYD juga merancang stasiun pengisian dengan bentuk menyerupai huruf T. Bentuk tersebut menempatkan jalur kabel pada bagian atas stasiun.
Posisi ini membuat kabel tidak perlu menyentuh lantai. BYD menambahkan mekanisme penarik berbasis pegas untuk menopang bobot kabel yang cukup berat.
Mekanisme tersebut menjaga konektor pada posisi yang mudah dijangkau pengguna. Pengguna pun tidak perlu menyeret kabel melewati permukaan yang kotor atau basah.
BYD Siapkan Sistem Keamanan
BYD tidak hanya mengejar kemampuan pengisian berdaya besar. Perusahaan juga merancang sistem keamanan untuk mencegah tegangan tinggi mengalir sebelum konektor terpasang dengan benar.
Sistem mengalirkan listrik bertegangan tinggi setelah pengguna memasang konektor pada kendaraan. Selanjutnya, perangkat memeriksa penguncian konektor, kontrol pilot, dan komunikasi antara kendaraan dengan charger.
Rangkaian pemeriksaan tersebut memastikan seluruh kondisi terpenuhi sebelum sistem memulai pengisian.
Tidak Semua Mobil Bisa Menerima Daya 1 MW
Super e-Platform menjadi dasar teknologi Flash Charging. Arsitektur 1.000V, kemampuan mengalirkan arus besar, dan kabel berpendingin cairan membuat proses pengisian berlangsung jauh lebih cepat.
Namun, kemampuan mencapai 1 MW tetap bergantung pada kompatibilitas kendaraan dan perangkat pengisian. Infrastruktur pendukung juga harus memenuhi kebutuhan teknologi tersebut.
Artinya, tidak semua mobil listrik bisa menerima daya 1 MW hanya dengan memakai terminal Flash Charging.
Flash Charging Mulai Disiapkan di Indonesia
PT BYD Motor Indonesia juga menyiapkan fasilitas Flash Charging di jaringan diler Danza, yang sebelumnya menggunakan nama Denza.
Meski begitu, BYD Indonesia belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai stasiun pengisian berdaya tinggi tersebut. (yp*)









