BPJS Aktif Belum Jadi Syarat Bikin Paspor, Imigrasi Beri Penjelasan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Paspor Indonesia(iStock)

Ilustrasi Paspor Indonesia(iStock)

Jakarta, APGtimes.com – Kepesertaan aktif BPJS Kesehatan belum menjadi syarat untuk mengurus paspor. Direktorat Jenderal Imigrasi menegaskan, hingga Rabu (12/8/2026), belum ada komunikasi resmi dari BPJS Kesehatan mengenai rencana tersebut.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan, usulan menjadikan BPJS Kesehatan aktif sebagai syarat mengurus paspor masih sebatas wacana di internal BPJS Kesehatan.

“Sebenarnya itu masih wacana di BPJS. Jadi belum ada komunikasi ke pihak kita sementara ini,” kata Hendarsam dalam media briefing di kantor Ditjen Imigrasi, Jakarta.

Menurut Hendarsam, Imigrasi juga tidak akan langsung menerapkan persyaratan tersebut jika BPJS Kesehatan nantinya mengajukan usulan secara resmi. Pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu dampak kebijakan tersebut terhadap masyarakat.

“Jangan sampai ini juga nanti malah memberatkan masyarakat untuk akses membuat paspor jadi terhalang untuk hal tersebut,” ujarnya.

Hendarsam menegaskan, pelayanan paspor harus tetap mudah bagi masyarakat. Karena itu, setiap rencana penambahan persyaratan perlu dikaji agar tidak bertentangan dengan prinsip pelayanan publik.

Baca Juga :  16 Juta Orang Urus SKCK, 3,2 Juta Peserta JKN Tercatat Tidak Aktif

“Jadi enggak sesuai dengan slogan Imigrasi melayani nanti,” tambahnya.

BPJS Kesehatan Usulkan Kepesertaan Aktif

Sebelumnya, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengusulkan agar bukti kepesertaan aktif BPJS Kesehatan dapat menjadi salah satu persyaratan dalam sejumlah layanan publik.

Selain paspor, usulan tersebut mencakup pengurusan SIM, keberangkatan haji dan umrah, hingga masuk perguruan tinggi.

Prihati mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi BPJS Kesehatan dengan kementerian dan lembaga lain.

“Kalau orang mengurus SIM, kita akan bermohon supaya kepolisian menyarankan BPJS-nya aktif,” kata Prihati di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).

Ia juga menyebut pengurusan paspor dan pembelian tiket pesawat sebagai layanan yang berpotensi masuk dalam skema tersebut.

Namun, sampai saat ini usulan itu belum menjadi aturan. Artinya, masyarakat masih dapat mengurus paspor tanpa harus menunjukkan bukti kepesertaan aktif BPJS Kesehatan.

Baca Juga :  BGN Akui Masih Punya Utang Rp1,6 Triliun, Janji Lunasi Seluruh Tunggakan Tahun Ini

BPJS Ungkap 54 Juta Peserta Tidak Aktif

Prihati menjelaskan, BPJS Kesehatan mendorong peningkatan kepesertaan aktif karena masih banyak peserta yang tidak aktif.

Menurut data yang disampaikannya, jumlah peserta BPJS Kesehatan telah mencapai lebih dari 285 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 54 juta peserta tercatat tidak aktif.

Di sisi lain, BPJS Kesehatan harus membayar biaya layanan kesehatan sekitar Rp 500 miliar setiap hari atau sekitar Rp 16,5 triliun per bulan.

Sementara itu, penerimaan iuran hanya berada di kisaran Rp 14 triliun per bulan. Kondisi tersebut menciptakan selisih pembiayaan lebih dari Rp 2 triliun setiap bulan.

BPJS Kesehatan kemudian menjalin kerja sama dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk memperluas cakupan peserta sekaligus meningkatkan kepatuhan dan keaktifan kepesertaan.

Untuk saat ini, BPJS Kesehatan aktif belum menjadi syarat mengurus paspor. Imigrasi masih menunggu komunikasi resmi dan akan melakukan kajian jika usulan tersebut benar-benar diajukan. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Ungkap Rp52 Triliun Uang Negara Berhasil Diselamatkan dari Penertiban Hutan
Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat
Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini
5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya
TNI AD Ungkap Alasan 6 Kodam Baru Dibentuk, Ada Pertimbangan Geografis hingga Sosial
BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat
DPR Jelaskan Kenapa Rapat RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Kerap Digelar Tertutup
Insentif MBG Dipangkas Jadi Rp2.000 per Porsi, BGN Ungkap Alasan dan Aturan Barunya
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Prabowo Ungkap Rp52 Triliun Uang Negara Berhasil Diselamatkan dari Penertiban Hutan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:09 WIB

5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:09 WIB

TNI AD Ungkap Alasan 6 Kodam Baru Dibentuk, Ada Pertimbangan Geografis hingga Sosial

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:09 WIB

BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat

Berita Terbaru