Densus 88 Peringatkan Bahaya Algoritma Medsos, Generasi Muda Jadi Target Baru Kelompok Radikal

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, APGtimes.com – Densus 88 Antiteror Polri mengungkap perubahan strategi kelompok radikal dalam mencari anggota baru. Kini, mereka memanfaatkan media sosial untuk menyasar generasi muda yang aktif di ruang digital.

Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana mengatakan pelajar, remaja, dan anak-anak menjadi target utama karena termasuk generasi digital native. Kelompok radikal memanfaatkan kebiasaan mereka yang menghabiskan banyak waktu di internet.

Media Sosial Jadi Sarana Rekrutmen

Mayndra menjelaskan kelompok radikal menggunakan berbagai platform digital untuk menyebarkan propaganda. Mereka memanfaatkan algoritma media sosial agar konten ekstrem terus muncul di beranda pengguna.

Menurutnya, sistem algoritma membuat pengguna lebih sering melihat konten yang sesuai dengan riwayat pencarian dan aktivitas mereka. Akibatnya, paparan terhadap paham radikal dapat meningkat tanpa disadari.

Baca Juga :  Filipina Murka! Video AI China Daily yang Gambarkan Warganya sebagai Monyet Picu Kecaman Keras

“Densus 88 mendeteksi adanya perubahan pola rekrutmen. Kelompok radikal kini memanfaatkan platform digital yang digunakan pelajar, remaja, dan anak-anak,” ujar Mayndra saat peluncuran buku Atas Nama Surga: Algoritma Radikalisasi hingga Manipulasi Kesadaran di Jakarta, Rabu (30/7/2026).

Fenomena Echo Chamber Jadi Ancaman

Mayndra menilai algoritma media sosial juga memunculkan fenomena echo chamber. Kondisi ini membuat pengguna terus menerima informasi yang sejalan dengan pandangannya.

Akibatnya, pengguna semakin sulit menemukan sudut pandang lain. Mereka pun lebih mudah menganggap informasi yang diterima sebagai kebenaran mutlak.

Baca Juga :  Kompolnas Ingatkan Polisi Patuhi Putusan MK saat Tangani Kasus di Ruang Digital

Menurut Mayndra, kelompok radikal memanfaatkan kondisi tersebut untuk memengaruhi pola pikir generasi muda secara bertahap.

Densus 88 Perkuat Pencegahan

Densus 88 terus memperkuat kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kedua pihak juga menggandeng sejumlah instansi lain untuk menekan penyebaran konten ekstremisme.

Selain melakukan penindakan, Densus 88 memperluas edukasi kepada masyarakat. Langkah itu bertujuan meningkatkan literasi digital agar generasi muda mampu mengenali dan menolak propaganda radikal.

Mayndra menegaskan perlindungan terhadap anak-anak dan remaja di ruang digital menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan nasional. Ia berharap upaya pencegahan mampu mengurangi penyebaran paham ekstremisme melalui media sosial. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG
Gempa Susulan M 5,0 Guncang Upacara HUT RI di Manggarai Timur, Peserta Sempat Panik
Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka
CPNS Sekolah Kedinasan 2026: Jadwal, Formasi dan 9 Instansi
NTT Kembali Diguncang Ratusan Gempa, BMKG Catat 265 Susulan hingga Sore
Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 38 Orang, 13 Luka dan 2.000 Warga Mengungsi
2.105 ASN dari 50 Kementerian Ikut Latsarmil Komcad, Dimulai 24 Agustus
Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras ke Malaysia, Stok Aman hingga Mei 2027
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Gempa Susulan M 5,0 Guncang Upacara HUT RI di Manggarai Timur, Peserta Sempat Panik

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:09 WIB

CPNS Sekolah Kedinasan 2026: Jadwal, Formasi dan 9 Instansi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:09 WIB

NTT Kembali Diguncang Ratusan Gempa, BMKG Catat 265 Susulan hingga Sore

Berita Terbaru

Ilustrasi Arktik (Kredit: Pixabay/CC0 Public Domain)

Internasional

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Senin, 17 Agu 2026 - 15:09 WIB