Polisi Ungkap Siswa MAN 3 Padang Belajar Merakit Bom dari Internet Selama Empat Bulan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Brimob Polda Sumatera Barat berjaga di lokasi ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan di MAN 3 Kota Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (14/07/2026). Polisi melakukan sterilisasi dan olah tempat kejadian perkara, sementara seorang siswa yang diduga membawa bom rakitan diamankan untuk menjalani pemeriksaan.(KOMPAS.com/DHARMA HARISA)

Personel Brimob Polda Sumatera Barat berjaga di lokasi ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan di MAN 3 Kota Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (14/07/2026). Polisi melakukan sterilisasi dan olah tempat kejadian perkara, sementara seorang siswa yang diduga membawa bom rakitan diamankan untuk menjalani pemeriksaan.(KOMPAS.com/DHARMA HARISA)

Padang, APGtimes.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang mengungkap perkembangan terbaru dalam penyelidikan kasus dugaan bom rakitan yang melibatkan seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang berinisial R (17). Polisi menyebut remaja tersebut mempelajari cara merakit bom secara otodidak melalui internet selama sekitar empat bulan.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol M. Yasin, mengatakan R mulai mencari informasi mengenai perakitan bom melalui internet sebelum membeli berbagai alat dan bahan secara mandiri melalui toko daring.

Menurut Yasin, proses tersebut berlangsung sejak beberapa bulan terakhir hingga akhirnya R berhasil merakit bahan peledak di rumah.

Polisi Ungkap Proses Perakitan Bom

Yasin menjelaskan R mempelajari berbagai informasi mengenai pembuatan bom melalui internet. Setelah memahami tahapan perakitan, R membeli seluruh kebutuhan secara bertahap melalui platform e-commerce.

Selanjutnya, R merakit bom secara diam-diam di rumah tanpa sepengetahuan orang tua maupun anggota keluarganya.

Baca Juga :  Listrik Padam Massal di Sumatera, PLN Ungkap Penyebab Blackout Lima Provinsi

Setelah menyelesaikan proses perakitan, R menyimpan bom tersebut di kamarnya sebelum membawanya ke sekolah pada Selasa (14/7/2026).

Satu Bom Meledak, Tiga Lainnya Berhasil Diamankan

Saat jam istirahat berlangsung, salah satu bom rakitan meledak di depan ruang kelas XII IPS 7. Sementara itu, Tim Gegana Polda Sumatera Barat berhasil mengamankan tiga bom rakitan lainnya sehingga tidak menimbulkan ledakan susulan.

Meski ledakan sempat merusak sejumlah fasilitas sekolah dan memicu kepanikan, polisi memastikan peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Petugas kemudian langsung mensterilkan lokasi untuk memastikan kondisi sekolah kembali aman.

Polisi Dalami Dugaan Motif

Polisi juga terus mendalami motif di balik aksi tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penyidik menduga R mengalami perundungan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar hingga kelas XII di MAN 3 Padang.

Baca Juga :  Komisi X DPR Dorong Kemendikdasmen Benahi Pengelolaan Guru di Daerah

Penyidik menduga pengalaman tersebut memengaruhi tindakan R hingga membawa bom rakitan ke lingkungan sekolah. Meski demikian, polisi masih terus mendalami seluruh keterangan dan alat bukti untuk memastikan motif secara utuh.

Densus 88 Ikut Berkoordinasi

Saat ini, R masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Padang dengan pendampingan kedua orang tuanya.

Karena perkara ini berkaitan dengan dugaan kepemilikan dan pembuatan bahan peledak, Polresta Padang menjalin koordinasi dengan Mabes Polri dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

Selain itu, penyidik juga terus mengumpulkan alat bukti serta meminta petunjuk dari satuan terkait sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

Polisi menegaskan proses penyidikan masih berlangsung. Aparat juga akan menyampaikan perkembangan terbaru setelah memperoleh hasil pemeriksaan dan fakta hukum yang lebih lengkap. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, DPR Desak Menhut Raja Juli Bergerak Cepat
Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo
Lion Air Group Ungkap Kondisi Terbaru Delay Penerbangan, Ketepatan Waktu Naik
Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda, DPR Ungkap Aturan yang Perlu Diubah
18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat
SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah
Setahun Jadi Tersangka, KPK Ungkap Nasib Heri Gunawan dan Satori di Kasus CSR BI-OJK
Prabowo Usul Dwi Kewarganegaraan, DPR: Jangan Sampai Indonesia Kehilangan Talenta Global
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, DPR Desak Menhut Raja Juli Bergerak Cepat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda, DPR Ungkap Aturan yang Perlu Diubah

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:09 WIB

18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:09 WIB

SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah

Berita Terbaru

Gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) subuh.(Kontributor Kompas.com Labuan Bajo/Vera Bahali)

Nasional

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:09 WIB

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat stok BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Kota Tangerang ludes lebih cepat dari biasanya.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Ekonomi & Bisnis

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:09 WIB