Jakarta, APGtimes.com – Indonesia mulai mengekspor beras ke Malaysia. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ekspor tersebut tidak mengganggu pasokan beras untuk kebutuhan masyarakat dalam negeri.
Amran mengatakan produksi beras nasional masih mencukupi kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras hingga Oktober 2026 mencapai sekitar 30 juta ton.
Petani juga masih menjalankan masa tanam pada September, Oktober, dan November. Kondisi tersebut membuat Amran optimistis produksi beras tahun ini akan melampaui capaian 2025.
“Insya Allah sesuai BPS produksi tahun ini lebih tinggi daripada tahun lalu 2025,” kata Amran saat menghadiri penandatanganan kontrak kerja sama ekspor beras dengan Malaysia di Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026).
Selain produksi yang terus berjalan, pemerintah menghitung potensi beras dari tanaman padi yang masih berada di sawah atau standing crop. Amran memperkirakan potensi tersebut mencapai sekitar 10 juta ton.
Cadangan beras juga masih tersedia di berbagai sektor. Gudang Bulog menyimpan sekitar 5,2 juta ton beras, sedangkan stok di sektor hotel, restoran, kafe, dan katering (Horeka) mencapai lebih dari 10 juta ton.
Jika seluruh persediaan tersebut dihitung, Indonesia memiliki cadangan beras lebih dari 25 juta ton pada 2026.
“Artinya, kalau 25 juta atau 26 juta ton berarti 10 bulan cukup beras kita untuk ke depan, belum dihitung yang ditanam hari ini sampai Desember,” ujar Amran.
Stok Beras Diperkirakan Aman hingga Mei 2027
Melihat jumlah produksi dan cadangan tersebut, Amran memperkirakan stok beras nasional mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Mei 2027.
Pemerintah juga memperhitungkan musim panen berikutnya yang akan berlangsung pada Februari 2027. Panen tersebut akan kembali menambah pasokan beras nasional.
Kebutuhan beras masyarakat Indonesia saat ini mencapai sekitar 2,6 juta ton setiap bulan. Dengan cadangan lebih dari 25 juta ton, pemerintah menilai persediaan nasional masih berada pada posisi aman.
Indonesia Mulai Ekspor Beras ke Malaysia
Di tengah kondisi stok yang mencukupi, Indonesia mulai mengirim beras ke Malaysia. Pemerintah menandatangani kontrak kerja sama ekspor beras dengan Malaysia pada Jumat (14/8/2026).
Pada tahap awal, Indonesia akan mengirim 1.000 ton beras ke Malaysia secara bertahap. Pengiriman tersebut berlangsung melalui perbatasan Entikong, Kalimantan Barat.
Malaysia membeli beras Indonesia dengan harga Rp17.000 per kilogram.
Amran menegaskan pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan beras masyarakat Indonesia. Produksi yang terus meningkat dan cadangan yang besar menjadi dasar pemerintah untuk menjalankan ekspor tanpa mengganggu ketersediaan beras dalam negeri. (de*)









