Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras ke Malaysia, Stok Aman hingga Mei 2027

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.(Dok. Kementan)

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.(Dok. Kementan)

Jakarta, APGtimes.com – Indonesia mulai mengekspor beras ke Malaysia. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ekspor tersebut tidak mengganggu pasokan beras untuk kebutuhan masyarakat dalam negeri.

Amran mengatakan produksi beras nasional masih mencukupi kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras hingga Oktober 2026 mencapai sekitar 30 juta ton.

Petani juga masih menjalankan masa tanam pada September, Oktober, dan November. Kondisi tersebut membuat Amran optimistis produksi beras tahun ini akan melampaui capaian 2025.

“Insya Allah sesuai BPS produksi tahun ini lebih tinggi daripada tahun lalu 2025,” kata Amran saat menghadiri penandatanganan kontrak kerja sama ekspor beras dengan Malaysia di Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026).

Selain produksi yang terus berjalan, pemerintah menghitung potensi beras dari tanaman padi yang masih berada di sawah atau standing crop. Amran memperkirakan potensi tersebut mencapai sekitar 10 juta ton.

Baca Juga :  108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan

Cadangan beras juga masih tersedia di berbagai sektor. Gudang Bulog menyimpan sekitar 5,2 juta ton beras, sedangkan stok di sektor hotel, restoran, kafe, dan katering (Horeka) mencapai lebih dari 10 juta ton.

Jika seluruh persediaan tersebut dihitung, Indonesia memiliki cadangan beras lebih dari 25 juta ton pada 2026.

“Artinya, kalau 25 juta atau 26 juta ton berarti 10 bulan cukup beras kita untuk ke depan, belum dihitung yang ditanam hari ini sampai Desember,” ujar Amran.

Stok Beras Diperkirakan Aman hingga Mei 2027

Melihat jumlah produksi dan cadangan tersebut, Amran memperkirakan stok beras nasional mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Mei 2027.

Pemerintah juga memperhitungkan musim panen berikutnya yang akan berlangsung pada Februari 2027. Panen tersebut akan kembali menambah pasokan beras nasional.

Baca Juga :  Ikuti Resep Pestisida dari Chatbot AI, Petani China Kehilangan Panen 10 Hektare

Kebutuhan beras masyarakat Indonesia saat ini mencapai sekitar 2,6 juta ton setiap bulan. Dengan cadangan lebih dari 25 juta ton, pemerintah menilai persediaan nasional masih berada pada posisi aman.

Indonesia Mulai Ekspor Beras ke Malaysia

Di tengah kondisi stok yang mencukupi, Indonesia mulai mengirim beras ke Malaysia. Pemerintah menandatangani kontrak kerja sama ekspor beras dengan Malaysia pada Jumat (14/8/2026).

Pada tahap awal, Indonesia akan mengirim 1.000 ton beras ke Malaysia secara bertahap. Pengiriman tersebut berlangsung melalui perbatasan Entikong, Kalimantan Barat.

Malaysia membeli beras Indonesia dengan harga Rp17.000 per kilogram.

Amran menegaskan pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan beras masyarakat Indonesia. Produksi yang terus meningkat dan cadangan yang besar menjadi dasar pemerintah untuk menjalankan ekspor tanpa mengganggu ketersediaan beras dalam negeri. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB