Medan Berat Hambat Evakuasi Korban Serangan OPM di Pegunungan Bintang

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas melakukan penyisiran proses evakuasi korban pembunuhan pendulang emas di Papua(Satgas Ops Damai Cartenz )

Petugas melakukan penyisiran proses evakuasi korban pembunuhan pendulang emas di Papua(Satgas Ops Damai Cartenz )

Papua Pegunungan, APGtimes.com — Aparat gabungan masih menghadapi medan berat dalam proses evakuasi korban pembunuhan yang diduga dilakukan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Kaops Satgas Damai Cartenz Faizal Ramadhani mengatakan kondisi geografis yang sulit menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan.

Aparat Fokus Evakuasi dan Penyelamatan

Faizal menegaskan aparat saat ini memprioritaskan penyelamatan korban selamat dan evakuasi korban meninggal dunia.

Selain itu, petugas juga terus memburu kelompok pelaku dengan langkah profesional dan terukur.

“Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan korban selamat, mengevakuasi para korban meninggal dunia, serta melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku secara profesional dan terukur,” ujar Faizal, Jumat (22/05).

Baca Juga :  DAPIN Ramai di Facebook, Pengguna Keluhkan Teror Penagihan dan Dugaan Penyebaran Data Pribadi

Petugas Babat Hutan untuk Buka Jalur

Meski lokasi kejadian berada di Kabupaten Pegunungan Bintang, aparat memilih akses melalui Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, karena lebih dekat menuju lokasi.

Namun, kawasan tersebut memiliki medan hutan lebat dan akses yang sangat terbatas.

Karena itu, petugas membuka jalur dengan cara membabat hutan agar proses evakuasi dapat berjalan lebih cepat.

Aparat juga memusatkan pos aju dan titik evakuasi sementara di Tanah Merah untuk memperkuat pencarian korban.

Korban Selamat Masih Bersembunyi

Selain mengevakuasi korban meninggal, aparat gabungan juga terus mencari korban selamat yang masih bersembunyi di kawasan hutan.

Petugas berupaya memastikan seluruh korban mendapatkan perlindungan dan bantuan medis secepat mungkin.

Polisi Imbau Warga Hindari Tambang Ilegal

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Adarma Sinaga meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas pendulangan atau penambangan ilegal di wilayah rawan konflik tersebut.

Baca Juga :  Usai Muncul Korban, Calon Manajer Kopdes Jalani Pemeriksaan Kesehatan Ulang

Menurut Adarma, kawasan itu termasuk wilayah hutan lindung dan sering menjadi lokasi gangguan keamanan kelompok bersenjata.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendulangan atau penambangan ilegal di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi karena sangat berisiko terhadap keselamatan,” katanya.

Aparat Minta Warga Tidak Terprovokasi

Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Yusuf Sutejo meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi.

Menurut Yusuf, aparat terus berupaya menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan proses evakuasi berjalan maksimal.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi,” ujar Yusuf. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya
BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Makin Kuat, Pengamat Ungkap 11 Pejabat yang Layak Dievaluasi
Membludak! Pendaftar Magang Nasional 2026 Capai 300 Ribu, Kuota Tahap I Cuma 50 Ribu
Prabowo Resmikan 7 Kejari Baru, Kejagung Langsung Siapkan Kantor dan Operasional
Aturan Baru Pilkades 2027 Resmi Berlaku, Calon Tunggal Kini Bisa Melawan Kotak Kosong
Pemerintah Resmi Terbitkan Izin, Pembangunan 17 Yonif Teritorial TNI AD Segera Berjalan
Sudaryono Larang Dapur MBG Cari Bahan Murah, Wajib Ikuti Harga Acuan Pemerintah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:09 WIB

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:09 WIB

BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:09 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Makin Kuat, Pengamat Ungkap 11 Pejabat yang Layak Dievaluasi

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:09 WIB

Prabowo Resmikan 7 Kejari Baru, Kejagung Langsung Siapkan Kantor dan Operasional

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:09 WIB

Aturan Baru Pilkades 2027 Resmi Berlaku, Calon Tunggal Kini Bisa Melawan Kotak Kosong

Berita Terbaru

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Internasional

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:09 WIB