Tokyo, APGtimes.com – KBRI Tokyo menjelaskan kericuhan yang terjadi pada hari kedua Festival Indonesia di Chiba Chuo Park, Chiba, Jepang, Minggu (9/8/2026).
Kericuhan muncul di tengah kerumunan pengunjung. Video aksi saling dorong hingga kekerasan kemudian menyebar luas di media sosial.
Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, membenarkan adanya gesekan fisik dalam acara tersebut. Menurutnya, panitia dan WNI yang hadir langsung mengambil tindakan untuk menghentikan keributan.
“Memang betul terjadi kericuhan saat pelaksanaan kegiatan sekitar 3 sampai 5 menit dan reda karena kesigapan panitia serta juga kesadaran dari WNI yang hadir pada kegiatan tersebut,” ujar Al Aula kepada Kompas.com, Jumat (14/8/2026).
Al Aula mengatakan Festival Indonesia yang berlangsung pada 8-9 Agustus 2026 secara umum berjalan lancar. Kericuhan hanya berlangsung beberapa menit dan tidak mengganggu rangkaian acara lainnya.
KBRI Tokyo Panggil Panitia
KBRI Tokyo segera memanggil panitia untuk meminta penjelasan mengenai kejadian tersebut. Pertemuan itu juga bertujuan memperoleh kronologi lengkap dari pihak penyelenggara.
“KBRI juga sudah memanggil panitia dan mendapat laporan yang lengkap terkait kejadian yang kini banyak diperbincangkan,” kata Al Aula.
Selain itu, KBRI Tokyo terus memantau kondisi WNI setelah kejadian. Hingga kini, KBRI tidak menerima informasi mengenai WNI yang diamankan polisi Jepang.
“Sampai saat ini KBRI tidak menerima laporan adanya WNI yang diamankan oleh pihak kepolisian Jepang,” ujarnya.
KBRI Tokyo mengingatkan masyarakat Indonesia di Jepang agar menjaga ketertiban ketika menghadiri atau menggelar kegiatan.
Al Aula berharap festival Indonesia dapat menjadi wadah promosi budaya sekaligus mempererat hubungan WNI dengan masyarakat Jepang.
“KBRI Tokyo terus mengimbau dan mengupayakan agar setiap kegiatan festival atau sejenisnya benar-benar dimanfaatkan sebagai ajang promosi sekaligus silaturahmi antar-WNI. Serta untuk memperkuat saling pemahaman dengan masyarakat lokal Jepang,” tuturnya.
Politikus Jepang Soroti Kericuhan
Kericuhan Festival Indonesia di Chiba turut mendapat perhatian Wakil Ketua sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Konservatif Jepang, Kaori Arimoto.
Arimoto menyampaikan pandangannya melalui akun X pribadinya. Ia meminta warga asing yang terlibat perkelahian untuk kembali ke negara asal masing-masing.
“Mari kita pulangkan semua orang yang ikut dalam perkelahian itu ke negara asal mereka. Jika ada rekaman videonya, seharusnya identitas mereka dapat diverifikasi,” tulis Arimoto.
Namun, pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Arimoto, bukan keputusan resmi pemerintah Jepang ataupun aparat penegak hukum.
Hingga Jumat (14/8/2026), KBRI Tokyo belum menerima informasi mengenai WNI yang ditahan polisi Jepang terkait kericuhan Festival Indonesia di Chiba. (yp*)









