Gempa M 7,7 Guncang Flores NTT, Mensesneg Minta BMKG-BNPB Siaga

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta seluruh pihak meningkatkan kesiagaan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Prasetyo mengatakan, pemerintah langsung berkoordinasi dengan sejumlah lembaga untuk memastikan penanganan dan pemantauan kondisi di wilayah terdampak berjalan cepat.

Sejak pagi, Prasetyo berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Basarnas, BMKG, BNPB, serta Gubernur NTT.

“Dari tadi pagi saya sudah koordinasi dengan Menko PMK, Kabasarnas, BMKG, BNPB, dan Gubernur NTT untuk memastikan atensi dan kesiagaan semua unsur di masa-masa awal kejadian ini,” kata Prasetyo kepada awak media, Sabtu.

Baca Juga :  Prabowo Tinjau Karhutla Kalbar, 3.704 Hotspot Terdeteksi

Gempa M 7,7 Guncang Flores

Gempa M 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.58 WIB.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar aktif di bagian utara Pulau Flores.

Menurut Arief, wilayah tersebut memiliki sejarah aktivitas sesar yang juga berkaitan dengan gempa besar pada 1992.

“Jadi memang ada sesar aktif yang di sepanjang utara Pulau Flores. Seperti juga pada tahun 92. Jadi ini penyebabnya adalah sesar yang di utara Pulau Flores,” ujar Arief.

BMKG Deteksi Perubahan Permukaan Laut

Gempa kuat tersebut juga memicu perubahan permukaan air laut. BMKG mendapatkan konfirmasi melalui sejumlah alat pemantau tsunami yang terpasang di beberapa lokasi.

Baca Juga :  Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, 2 Orang Meninggal dan Warga Berhamburan

Arief menjelaskan alat pemantau mencatat peningkatan permukaan air laut dengan ketinggian yang berbeda-beda.

“Jadi ini hanya deteksi peralatan kami yang ada di sana. Jadi memang ada peningkatan permukaan air laut setinggi tersebut yang tadi saya sebut,” jelasnya.

Di tengah situasi tersebut, Prasetyo mengajak masyarakat untuk tetap memperhatikan informasi resmi dari pemerintah dan mendoakan warga NTT yang terdampak gempa.

“Mari kita kirimkan doa untuk saudara-saudara kita di NTT yang tadi pagi mengalami gempa sangat kuat,” kata Prasetyo. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lowongan Kerja KAI 2026 Dibuka, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar
1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Kemensos Beri Kesempatan Klarifikasi
ICW Catat 56 Kasus Korupsi Kehutanan, Kerugian Negara Rp4,8 Triliun
DPR Minta Pemerintah Verifikasi 8 WNI yang Disebut Jadi Tentara Rusia
211 WNA Tinggal di Blitar dan Tulungagung, Mayoritas Menikah dengan Warga Setempat
Putin Berterima Kasih kepada Prabowo, Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia
DPR Desak Pemerintah Lindungi Kelompok Rentan dari Dampak Asap Karhutla
IM57+ Soroti DPR Tak Buka Draf RUU Perampasan Aset ke Publik
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:09 WIB

Lowongan Kerja KAI 2026 Dibuka, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar

Jumat, 4 September 2026 - 20:09 WIB

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Kemensos Beri Kesempatan Klarifikasi

Jumat, 4 September 2026 - 19:09 WIB

ICW Catat 56 Kasus Korupsi Kehutanan, Kerugian Negara Rp4,8 Triliun

Jumat, 4 September 2026 - 15:09 WIB

211 WNA Tinggal di Blitar dan Tulungagung, Mayoritas Menikah dengan Warga Setempat

Kamis, 3 September 2026 - 17:09 WIB

Putin Berterima Kasih kepada Prabowo, Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia

Berita Terbaru

Ilustrasi beli BBM bersubsidi pakai MyPertamina(Dok. Pertamina)

Otomotif

Pertamina Batalkan Rencana Wajib STNK Saat Beli BBM di SPBU

Jumat, 4 Sep 2026 - 18:09 WIB