Jambi, APGtimes.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus menjadi perhatian serius. Luas lahan yang terbakar kini mencapai sekitar 916 hektare dan kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat.
Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin melaporkan perkembangan terbaru tersebut dalam rapat penanganan karhutla bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Selasa (25/8/2026). Data Satgas menunjukkan luas karhutla mencapai 916,26 hektare hingga 24 Agustus 2026.
Kondisi udara di sejumlah wilayah Jambi juga semakin buruk. Kabut asap bahkan mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi. Pada Selasa sore, jarak pandang di sekitar bandara sempat turun hingga 800 meter sebelum kembali membaik menjadi 1.200 meter.
Kabut Asap Mulai Ganggu Aktivitas Warga
Pemerintah daerah mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi dampak buruk kabut asap. Pemkot Jambi, misalnya, mulai menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi siswa TK/PAUD serta SD kelas 1 dan 2 pada 26-28 Agustus 2026.
Kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran Wali Kota Jambi. Pemerintah mengambil langkah itu untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik selama kualitas udara memburuk.
Selain Kota Jambi, Pemkab Muaro Jambi juga memberlakukan pembelajaran daring selama tiga hari akibat kondisi udara yang tidak sehat.
Api Masih Muncul di Sejumlah Wilayah
Tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi. Salah satu wilayah yang mendapat perhatian adalah Kabupaten Sarolangun.
Gubernur Jambi Al Haris turun langsung ke Lubuk Kepayang, Kecamatan Air Hitam, Sarolangun, Selasa (25/8/2026). Ia bersama petugas dan unsur Forkopimda melakukan penanganan di lokasi kebakaran.
Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan setelah api berhasil mereka padamkan. Kondisi lahan gambut membuat proses pendinginan menjadi penting karena bara di dalam tanah masih dapat memicu kebakaran kembali.
Pemerintah Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
Pemerintah pusat juga menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu menangani karhutla di Jambi. Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Agustus 2026.
Selain OMC, pemerintah menyiapkan dukungan udara untuk membantu pemadaman dan pendinginan di wilayah yang masih mengalami kebakaran.
Berdasarkan laporan terbaru, Jambi juga masih menghadapi tingginya jumlah hotspot. Kondisi ini membuat pemerintah dan tim gabungan harus meningkatkan patroli, pemadaman, serta pendinginan agar api tidak kembali meluas.
Dengan kondisi kabut asap yang semakin pekat, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan perlindungan pernapasan ketika harus beraktivitas di luar rumah. (de*)








