Kemenhaj Gerak Cepat Amankan Layanan Haji 2027, DPR Setujui Uang Muka Rp4 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Kemenhaj RI Maria Assegaf di Bandara Madinah.(Pythag Kurniati/MCH 2026)

Juru Bicara Kemenhaj RI Maria Assegaf di Bandara Madinah.(Pythag Kurniati/MCH 2026)

Jakarta, APGtimes.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mempercepat persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027 setelah Komisi VIII DPR RI menyetujui uang muka sekitar Rp4 triliun untuk pembayaran tenda dan paket layanan dasar.

Langkah tersebut dilakukan karena Pemerintah Arab Saudi telah membuka akses pembayaran melalui sistem Nusuk Masar mulai 15 Juli 2026. Selain itu, pemerintah juga harus memenuhi batas waktu pembayaran agar tetap memperoleh lokasi layanan bagi jemaah Indonesia.

Kemenhaj Kejar Pembayaran Tenda

Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, mengatakan pemerintah harus segera menyelesaikan pembayaran tenda di Arafah dan Mina.

Menurut Maria, pemerintah berisiko kehilangan lokasi tenda yang digunakan pada musim haji sebelumnya apabila pembayaran terlambat.

Karena itu, Kemenhaj langsung menyiapkan proses pembayaran setelah DPR memberikan persetujuan.

Arab Saudi Tetapkan Tenggat Pembayaran

Pemerintah Arab Saudi mulai membuka akses transfer dana melalui sistem Nusuk Masar pada 15 Juli 2026.

Baca Juga :  Dukung MBG, Pemerintah Kembangkan Budidaya Ikan di 4.000 Lokasi

Sementara itu, Kemenhaj menilai tenggat pembayaran kali ini cukup singkat. Oleh sebab itu, kementerian langsung mempercepat seluruh tahapan administrasi.

Kemenhaj mengajukan uang muka sebesar 858,74 juta Riyal Arab Saudi atau sekitar Rp4 triliun dengan asumsi kurs Rp4.666,67 per riyal.

Layanan Haji Diproyeksikan Meningkat

Selain mengejar pembayaran, Kemenhaj juga menyiapkan peningkatan kualitas layanan bagi jemaah haji Indonesia.

Maria menjelaskan Pemerintah Arab Saudi menaikkan standar layanan dari Paket D menjadi Paket C.

Dengan perubahan tersebut, jemaah berpeluang memperoleh fasilitas yang lebih nyaman selama menjalankan ibadah haji.

Meski demikian, perubahan standar layanan tersebut juga berpotensi meningkatkan biaya penyelenggaraan haji.

Dana Menjadi Bagian dari BPIH

Kemenhaj berharap Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) segera memproses pencairan dana tersebut.

Baca Juga :  DPR Sahkan UU Satu Data Indonesia, 141 Pasal Atur Data Nasional hingga Keamanan Data

Selanjutnya, pemerintah akan memasukkan uang muka itu sebagai bagian dari pembayaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Dengan demikian, pemerintah tidak perlu menambah kebutuhan anggaran karena uang muka tersebut akan mengurangi pembayaran akhir.

DPR Berikan Persetujuan

Sebelumnya, Komisi VIII DPR RI menyetujui kebutuhan transfer uang muka sebesar 858.743.189,64 Riyal Arab Saudi atau sekitar Rp4,007 triliun.

Komisi VIII DPR RI mengambil keputusan tersebut dalam rapat kerja bersama Menteri Haji dan Umrah RI serta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Melalui persetujuan itu, Kemenhaj berharap seluruh proses pemesanan layanan haji 2027 berjalan tepat waktu. Selain itu, pemerintah juga ingin memastikan jemaah Indonesia tetap memperoleh fasilitas yang lebih nyaman saat menjalankan ibadah di Tanah Suci. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Berita Terbaru

Salah satu dapur MBG

Ekonomi & Bisnis

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:04 WIB