KPK Usul Negara Biayai APK Pemilu untuk Tekan Ongkos Politik dan Cegah Korupsi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo KPK.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Logo KPK.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Jakarta, APGtimes.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusulkan agar negara mengambil peran lebih besar dalam pembiayaan kampanye pemilu dengan menyediakan alat peraga kampanye (APK) bagi seluruh peserta. KPK meyakini langkah tersebut mampu menekan ongkos politik sekaligus mengurangi risiko korupsi.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan usulan itu menjadi bagian dari upaya memperbaiki sistem pembiayaan politik sejak awal proses demokrasi.

Negara Ambil Peran dalam Pembiayaan Kampanye

KPK meminta pemerintah menyediakan alat peraga kampanye bagi peserta pemilu agar setiap kandidat dapat mengurangi biaya kampanye.

Langkah tersebut juga menciptakan persaingan yang lebih adil karena peserta tidak lagi bergantung pada kekuatan modal yang besar.

Selain itu, kebijakan tersebut mengurangi ketergantungan kandidat terhadap sumber pendanaan yang berpotensi memunculkan konflik kepentingan.

KPK Dorong Kampanye Lebih Efisien

KPK juga mengajak peserta pemilu mengubah pola kampanye menjadi lebih sederhana dan hemat biaya.

Baca Juga :  Prabowo Tiba di Kalimantan, Langsung Cek Penanganan Karhutla

Lembaga antirasuah itu menganggap rapat umum berskala besar menghabiskan anggaran yang tinggi sehingga peserta sebaiknya memanfaatkan media digital dan media sosial.

Melalui cara tersebut, masyarakat dapat menilai kualitas gagasan, program kerja, dan integritas setiap kandidat, bukan sekadar kekuatan finansialnya.

Transparansi Dana Politik Harus Diperkuat

Selain mendorong efisiensi kampanye, KPK meminta pemerintah bersama DPR memperkuat transparansi pendanaan politik.

KPK juga mendukung pengesahan RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal (PTUK) agar aparat dapat mengawasi aliran dana politik dengan lebih efektif.

Menurut KPK, langkah itu mempersempit ruang praktik politik uang selama penyelenggaraan pemilu.

Ongkos Politik Tinggi Memicu Korupsi

KPK menemukan banyak perkara korupsi yang berawal dari tingginya biaya politik dalam pemilu maupun pemilihan kepala daerah.

Baca Juga :  DPR Minta KPK Ajukan Rp 5 Triliun, Setyo Budiyanto Langsung Menolak

Dalam sejumlah kasus, penyandang dana politik kemudian memperoleh akses terhadap proyek pemerintah setelah kandidat yang mereka dukung memenangkan kontestasi.

KPK juga menemukan pola serupa pada beberapa perkara korupsi kepala daerah yang pernah lembaga tersebut ungkap.

Investasi Politik Berisiko Melahirkan Korupsi

KPK menilai biaya kampanye yang terlalu besar mendorong sebagian pejabat mencari cara untuk mengembalikan modal politik setelah menjabat.

Akibatnya, sebagian pelaku menyalahgunakan kewenangan, mengatur proyek, melakukan jual beli jabatan, atau menjalankan praktik korupsi lainnya.

Karena itu, KPK mengajak seluruh pemangku kepentingan memperbaiki sistem kampanye, pembiayaan politik, serta tata kelola pemilu sejak awal.

Melalui langkah tersebut, KPK berharap Indonesia dapat melahirkan proses demokrasi yang lebih bersih, transparan, adil, sekaligus menghasilkan pemimpin yang berintegritas. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hinca Panjaitan Desak Polri Telusuri Pihak yang Diuntungkan dari Dugaan Penyadapan Prabowo
Mahfud MD Soroti Kasus Listyo Sigit, Singgung Pujian DPR hingga Ketegasan Prabowo
Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Tiga Jenderal Polri Termasuk Listyo Sigit Jadi Tersangka
Kapolri Suyudi Mutasi 264 Perwira Polri, Enam Wakapolda Berganti Jabatan
MBG Serap 1,03 Juta Tenaga Kerja Lokal, BGN Ungkap Dampak Ekonominya
DPR Siapkan Aturan Baru, Pertimbangan Hukum Putusan MK Wajib Ditindaklanjuti
Kemenag Siapkan Skema Baru untuk Tingkatkan Kesejahteraan Guru Non-ASN
Kapolri Suyudi Tekankan Peran Humas pada Setiap Anggota Polri
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:09 WIB

Hinca Panjaitan Desak Polri Telusuri Pihak yang Diuntungkan dari Dugaan Penyadapan Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 13:09 WIB

Mahfud MD Soroti Kasus Listyo Sigit, Singgung Pujian DPR hingga Ketegasan Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 12:09 WIB

Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Tiga Jenderal Polri Termasuk Listyo Sigit Jadi Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 22:09 WIB

MBG Serap 1,03 Juta Tenaga Kerja Lokal, BGN Ungkap Dampak Ekonominya

Selasa, 3 November 2026 - 20:09 WIB

DPR Siapkan Aturan Baru, Pertimbangan Hukum Putusan MK Wajib Ditindaklanjuti

Berita Terbaru