Bareskrim Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase, Ini Dugaan Penyebabnya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bareskrim Polri mengungkapkan hasil investigasi awal terkait pemadaman listrik total (blackout) yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026). (Rumondang Naibaho/detikcom)

Bareskrim Polri mengungkapkan hasil investigasi awal terkait pemadaman listrik total (blackout) yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026). (Rumondang Naibaho/detikcom)

Jakarta, APGtimes.com — Bareskrim Polri memastikan pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera bukan akibat sabotase. Polisi menyebut gangguan tersebut muncul karena faktor teknis dan cuaca ekstrem.

Wakabareskrim Polri, Nunung Syaifudin, mengatakan tim gabungan telah melakukan olah tempat kejadian perkara di Tower 175 dan 176 jalur transmisi listrik di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.

Tim menemukan kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumpeh dalam kondisi putus.

“Sampai dengan saat ini, kami memastikan tidak menemukan indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut,” ujar Nunung dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Senin (25/5/2026).

Baca Juga :  Prestasi Membanggakan, Sungai Penuh Pertahankan Opini WTP 12 Tahun Berturut-turut

Polisi Dalami Tiga Dugaan Penyebab

Nunung mengatakan tim Puslabfor Polri masih mendalami tiga kemungkinan penyebab putusnya kabel transmisi tersebut.

Menurut dia, penyebab pertama berasal dari faktor mekanik akibat gesekan kabel dan pengaruh angin.

Selain itu, polisi juga mendalami kemungkinan panas dari sambungan longgar yang memicu rongga pada kabel.

Cuaca ekstrem juga diduga memicu tarikan dan guncangan pada jaringan transmisi listrik.

Polisi Pastikan Bukan Sabotase

Nunung menjelaskan bentuk kerusakan kabel menjadi alasan utama polisi menepis dugaan sabotase.

Ia menyebut kabel yang putus memiliki bentuk serabut tidak beraturan.

“Kalau sabotase, potongannya pasti lebih rapi,” kata Nunung.

Baca Juga :  Polresta Jambi Gagalkan Pengiriman 47.872 Benih Lobster Ilegal, Dua Kurir Ditangkap

Sebelumnya, warga di sekitar lokasi sempat mendengar suara ledakan sesaat sebelum listrik padam pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 18.44 WIB.

Blackout Picu Gangguan di Sejumlah Provinsi

Putusnya kabel transmisi di Jambi memicu gangguan besar karena saat kejadian terjadi aliran daya menuju Sumatera Barat.

Gangguan tersebut membuat frekuensi dan tegangan listrik menjadi tidak stabil hingga memicu pembangkit listrik mati berantai.

Akibatnya, blackout massal melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga sebagian Sumatera Selatan.

Meski begitu, Nunung memastikan sistem kelistrikan di seluruh wilayah Sumatera kini telah kembali normal dan beroperasi stabil. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, DPR Desak Menhut Raja Juli Bergerak Cepat
Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo
Lion Air Group Ungkap Kondisi Terbaru Delay Penerbangan, Ketepatan Waktu Naik
Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda, DPR Ungkap Aturan yang Perlu Diubah
18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat
SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah
Setahun Jadi Tersangka, KPK Ungkap Nasib Heri Gunawan dan Satori di Kasus CSR BI-OJK
Prabowo Usul Dwi Kewarganegaraan, DPR: Jangan Sampai Indonesia Kehilangan Talenta Global
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, DPR Desak Menhut Raja Juli Bergerak Cepat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda, DPR Ungkap Aturan yang Perlu Diubah

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:09 WIB

18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:09 WIB

SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah

Berita Terbaru

Gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) subuh.(Kontributor Kompas.com Labuan Bajo/Vera Bahali)

Nasional

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:09 WIB

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat stok BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Kota Tangerang ludes lebih cepat dari biasanya.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Ekonomi & Bisnis

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:09 WIB