Pemerintah Siapkan Aturan Pembatasan Media Sosial untuk Anak, Publik Ramai Bereaksi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi pembatasan akun anak

ilustrasi pembatasan akun anak

Jakarta, APGtimes.com — Pemerintah resmi menyiapkan aturan baru terkait pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur. Kebijakan itu langsung memicu perdebatan luas di tengah masyarakat dan ramai dibahas di berbagai platform digital.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut aturan tersebut bertujuan melindungi anak dari paparan konten berbahaya, perundungan siber, hingga kecanduan media sosial.

Wacana itu muncul setelah meningkatnya kasus gangguan mental, cyberbullying, dan paparan konten negatif pada anak serta remaja di Indonesia.

Pemerintah Siapkan Pembatasan Akun Anak

Pemerintah kini mengkaji pembatasan usia minimum pengguna media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, hingga X.

Baca Juga :  Densus 88 Peringatkan Bahaya Algoritma Medsos, Generasi Muda Jadi Target Baru Kelompok Radikal

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan sistem verifikasi usia agar anak-anak tidak mudah membuat akun media sosial tanpa pengawasan orang tua.

Sejumlah negara seperti Australia dan Prancis sebelumnya lebih dulu menerapkan kebijakan serupa untuk melindungi pengguna usia muda.

Orang Tua dan Sekolah Mulai Khawatir

Ramainya penggunaan media sosial di kalangan pelajar membuat banyak orang tua mulai khawatir.

Sebagian orang tua menilai media sosial kini memengaruhi pola belajar, kesehatan mental, hingga perilaku anak sehari-hari.

Di sisi lain, sejumlah pelajar mengaku media sosial juga membantu aktivitas belajar, komunikasi, dan mencari hiburan.

Baca Juga :  PS5 Kini Bisa Nonton TV Gratis, Ada Lebih dari 100 Channel

Karena itu, wacana pembatasan media sosial memunculkan pro dan kontra di masyarakat.

Pakar Soroti Dampak Kesehatan Mental

Sejumlah pakar digital dan psikolog menilai penggunaan media sosial tanpa kontrol dapat memicu gangguan kesehatan mental pada anak.

Mereka menyoroti meningkatnya kecemasan, sulit tidur, hingga kecanduan gadget akibat penggunaan media sosial berlebihan.

Karena itu, para ahli meminta pemerintah tidak hanya membuat aturan pembatasan, tetapi juga memperkuat edukasi digital kepada orang tua dan anak.

Sementara itu, pemerintah memastikan pembahasan aturan masih berlangsung dan belum menetapkan tanggal resmi penerapan kebijakan tersebut. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Berita Terbaru

Salah satu dapur MBG

Ekonomi & Bisnis

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:04 WIB