Penjualan Eceran Agustus 2026 Tumbuh 1,3 Persen, Ini Prediksi BI untuk September

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso (kiri) bersama Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea (kanan) dalam Taklimat Media di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).(KOMPAS.com/CITA AULIANA)

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso (kiri) bersama Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea (kanan) dalam Taklimat Media di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).(KOMPAS.com/CITA AULIANA)

Jakarta, APGtimes.com – Bank Indonesia (BI) mencatat penjualan eceran tumbuh 1,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Agustus 2026. Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 1,1 persen.

Survei Penjualan Eceran (SPE) Agustus 2026 menunjukkan Indeks Penjualan Riil (IPR) mencapai 226,5. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok suku cadang dan aksesori mendorong pertumbuhan tersebut.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa kedua kelompok barang itu mencatat kenaikan penjualan secara tahunan.

“Kenaikan tersebut didorong peningkatan penjualan secara tahunan pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Kelompok Suku Cadang dan Aksesori,” kata Denny dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat indeks 323,5 dengan pertumbuhan tahunan 2,6 persen. Adapun kelompok suku cadang dan aksesori membukukan indeks 141,5 dengan pertumbuhan 3,9 persen.

Penjualan Eceran Agustus Kembali Tumbuh

Penjualan eceran mencatat pertumbuhan bulanan sebesar 0,8 persen pada Agustus 2026. Kinerja ini membaik setelah penjualan pada Juli turun 0,1 persen.

Baca Juga :  SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah

Denny mengaitkan peningkatan tersebut dengan permintaan masyarakat yang tetap terjaga selama perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kelompok bahan bakar kendaraan bermotor mencatat pertumbuhan bulanan sebesar 3,8 persen. Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau membukukan pertumbuhan 1,7 persen.

Kedua kelompok tersebut membantu mendorong kinerja penjualan eceran selama Agustus 2026.

BI Proyeksikan Penjualan Eceran September Tumbuh 1,4 Persen

BI memperkirakan penjualan eceran tetap tumbuh secara tahunan pada September 2026. Bank sentral memproyeksikan Indeks Penjualan Riil mencapai 221,3 atau tumbuh 1,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Proyeksi ini melampaui pertumbuhan tahunan Agustus 2026 yang mencapai 1,3 persen.

BI memperkirakan kelompok barang lainnya, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta barang budaya dan rekreasi akan menopang pertumbuhan tahunan pada September.

Baca Juga :  Destry Damayanti Pastikan Kebijakan BI Tetap Berjalan Meski Perry Warjiyo Mundur

Namun, BI memproyeksikan penjualan eceran turun 2,3 persen secara bulanan pada September 2026. Perkiraan ini menunjukkan pelemahan setelah penjualan tumbuh 0,8 persen pada Agustus.

BI Perkirakan Sejumlah Kelompok Barang Melemah

BI memperkirakan kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kontraksi bulanan sebesar 3,2 persen pada September 2026. Kelompok barang budaya dan rekreasi juga berpotensi mencatat penurunan 3,0 persen.

Meski demikian, BI melihat peluang pertumbuhan pada beberapa kelompok barang lainnya.

Kelompok peralatan informasi dan komunikasi berpotensi tumbuh 5,9 persen secara bulanan. Kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya diperkirakan meningkat 2,9 persen, sedangkan kelompok suku cadang dan aksesori berpeluang tumbuh 1,2 persen.

Pertumbuhan ketiga kelompok tersebut dapat membantu menahan tekanan terhadap penjualan eceran secara keseluruhan.

BI memperkirakan penjualan eceran tetap tumbuh secara tahunan pada September 2026 meskipun kinerja bulanan berpotensi melemah. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danantara Dukung KAI Impor KRL Bekas Jepang, Tapi Terbentur Aturan Usia 20 Tahun
Asing Net Sell Rp194 Miliar di BEI, BMRI hingga ANTM Paling Banyak Dijual
Luhut Tegaskan Indonesia Tak Akan Kolaps, Investor Diminta Jangan Ragu Tanam Modal
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Oktober 2026, Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama
Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen
Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB
Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun Dikelola BPDLH, Hasilnya Biayai Asuransi Aset Negara
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Penjualan Eceran Agustus 2026 Tumbuh 1,3 Persen, Ini Prediksi BI untuk September

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Danantara Dukung KAI Impor KRL Bekas Jepang, Tapi Terbentur Aturan Usia 20 Tahun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Asing Net Sell Rp194 Miliar di BEI, BMRI hingga ANTM Paling Banyak Dijual

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Luhut Tegaskan Indonesia Tak Akan Kolaps, Investor Diminta Jangan Ragu Tanam Modal

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Oktober 2026, Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Berita Terbaru

Tampilan layar judi online pada gawai.

Daerah

9.273 KPM di Asahan Alami Perubahan Data Bansos

Jumat, 9 Okt 2026 - 19:09 WIB