SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Rochester, Amerika Serikat, Jumat (14/8/2026).(Dok. @SBYudhoyono)

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Rochester, Amerika Serikat, Jumat (14/8/2026).(Dok. @SBYudhoyono)

Jakarta, APGtimes.com – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjaga kesehatan fiskal Indonesia. SBY menyampaikan pesan itu saat menanggapi target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.

SBY menyampaikan pesannya melalui video di akun media sosialnya pada Senin (17/8/2026). Ia meminta pemerintah menjalankan kebijakan secara konsisten serta mengawasi penggunaan anggaran.

“Saya hanya ingin berpesan ke teman-teman yang mengemban tugas di pemerintahan agar tetap konsisten, jaga betul kesehatan fiskal kita,” ujar SBY.

Selain menjaga fiskal, SBY meminta pemerintah memperbaiki pelaksanaan program dan rutin mengevaluasi kebijakan. Ia juga mengingatkan pemerintah agar mencegah berbagai penyimpangan.

“Jangan ada penyimpangan di sana-sini, setiap saat dilakukan evaluasi kebijakan karena begitulah manajemen pemerintahan,” katanya.

SBY Sebut Target 6 Persen Masih Bisa Dicapai

SBY menilai target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 cukup ambisius. Namun, ia yakin pemerintah tetap mampu mengejar angka tersebut.

Baca Juga :  Prabowo Janji Rawat Bandara Miangas dan Bangun Desa Nelayan

Pengalaman SBY saat memimpin Indonesia selama 10 tahun menjadi salah satu alasannya. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi rata-rata 6 persen pada masa pemerintahannya ikut mendorong penurunan kemiskinan dan pengangguran.

Selain itu, SBY menyebut utang negara turun dan GDP serta pendapatan per kapita meningkat.

“Meskipun ambisius tidak berarti tidak bisa dicapai,” ujar SBY.

Menurut SBY, pertumbuhan ekonomi yang kuat juga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pengelolaan keuangan negara.

Kesehatan dan Pendidikan Jadi Perhatian

SBY menilai sejumlah agenda pemerintahan Prabowo sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Agenda tersebut mencakup peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta pengurangan kemiskinan dan pengangguran.

“Apa yang digagas dan direncanakan oleh pemerintah menurut saya tepat karena isu-isu itu memang menjadi harapan rakyat Indonesia,” kata SBY.

Baca Juga :  Indonesia Usulkan 5 Langkah Bela Palestina, Perlindungan Masjid Al Aqsa Jadi Sorotan

Dengan demikian, SBY meminta pemerintah memastikan program pembangunan berjalan efektif tanpa mengabaikan kondisi keuangan negara.

Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Prabowo sebelumnya menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027. Angka itu lebih tinggi daripada target APBN 2026 yang mencapai 5,4 persen.

Prabowo menyampaikan target tersebut dalam Sidang Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan di DPR RI pada Jumat (14/8/2026).

Pemerintah merencanakan belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun pada 2027. Sementara itu, pendapatan negara diproyeksikan mencapai Rp3.426 triliun.

Pemerintah juga menyiapkan kebijakan fiskal ekspansif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Di tengah rencana tersebut, SBY mengingatkan pemerintah agar tetap menjaga kesehatan fiskal dan mengawasi pelaksanaan setiap program. (mda*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB