Sidang Bongkar Modus Klaim Fiktif BPJS Ketenagakerjaan, Kerugian Negara Rp24,5 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI seseorang menunjukkan katu BPJS Kesehatan.

ILUSTRASI seseorang menunjukkan katu BPJS Kesehatan.

Jakarta, APGtimes.com – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menggelar sidang perdana dugaan korupsi klaim fiktif Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) BPJS Ketenagakerjaan yang diduga berlangsung sejak 2014 hingga 2024.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut praktik tersebut merugikan negara hingga Rp24,5 miliar. Dalam perkara ini, jaksa mendakwa Renu Arianthi Sani, Sri Listiani, dan Sayoko Adi Nugroho.

Jaksa Ungkap Modus Klaim Fiktif

Jaksa menjelaskan Renu Arianthi Sani membuat berbagai dokumen palsu untuk mengajukan klaim JKK.

Renu memalsukan KTP, kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, buku tabungan, data karyawan, laporan kepolisian, daftar absensi, hingga kuitansi rumah sakit dengan nilai yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Polisi Bongkar Brankas Rahasia, Rp60 Miliar dan Emas 74 Kg Diamankan

Selanjutnya, Renu menyerahkan seluruh dokumen kepada Sri Listiani dan Sayoko Adi Nugroho.

Jaksa mengatakan kedua verifikator itu tetap memeriksa berkas, menginput data ke sistem, lalu mengajukan pencairan klaim meski mengetahui dokumen tersebut tidak sesuai fakta.

Sebanyak 391 Klaim Berhasil Cair

Jaksa mengungkap praktik tersebut menghasilkan 391 klaim JKK yang berhasil dicairkan.

Renu menikmati keuntungan sekitar Rp16,3 miliar.

Sri Listiani menerima sekitar Rp5,9 miliar.

Sementara itu, Sayoko Adi Nugroho memperoleh sekitar Rp1,63 miliar.

Jaksa Beberkan Alur Pembagian Uang

Jaksa menjelaskan dana klaim masuk lebih dulu ke rekening peserta.

Baca Juga :  BGN Buka Suara soal Anggaran MBG 2027, Pilih Fokus Benahi Tata Kelola Program

Setelah menerima dana, peserta mentransfer sekitar 75 persen kepada Renu sesuai permintaannya.

Kemudian, Renu menyalurkan sekitar 25 persen dari dana tersebut kepada Sri Listiani dan Sayoko Adi Nugroho.rsebut secara berulang selama bertahun-tahun.

Audit Hitung Kerugian Negara

Satuan Pengawasan Internal BPJS Ketenagakerjaan menghitung kerugian negara melalui audit investigatif.

Hasil audit menunjukkan kerugian negara mencapai Rp24,5 miliar.

Atas perbuatannya, jaksa menjerat ketiga terdakwa dengan dakwaan primer dan dakwaan subsider berdasarkan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi serta ketentuan dalam KUHP Nasional.

Majelis hakim akan melanjutkan persidangan untuk memeriksa alat bukti dan mendengarkan keterangan para saksi. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa

Berita Terbaru