Survei IPO 2026: Purbaya Yudhi Sadewa Jadi Menteri Berkinerja Terbaik

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026) malam.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026) malam.

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali mencuri perhatian publik. Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menempatkannya sebagai menteri dengan persepsi kinerja terbaik di Kabinet Merah Putih.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menyebut penilaian tersebut sejalan dengan tingkat popularitas Purbaya. Dalam survei itu, Purbaya berada di posisi pertama.

“Persepsi publik terhadap menteri yang dianggap bekerja dengan baik, ini linier dengan popularitas,” kata Dedi dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).

Teddy dan Bahlil Masuk Tiga Besar

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menempati posisi kedua dengan angka 33,5 persen. Setelah itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berada di posisi ketiga dengan 32 persen.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyusul dengan 30,9 persen. Kemudian, Menko Pangan Zulkifli Hasan mendapat 26,5 persen.

Sementara itu, Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono memperoleh 25,3 persen. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mencatat 21,4 persen.

Baca Juga :  SE Guru Non-ASN Bikin Heboh, Pemerintah Pastikan Honorer Tetap Aman

Menteri Luar Negeri Sugiono meraih 20,8 persen. Berikutnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mendapat 11 persen dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian 10,5 persen.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memperoleh 6,1 persen. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto berada di angka 3 persen.

Popularitas Purbaya Juga Tertinggi

IPO juga mengukur tingkat popularitas para menteri. Hasilnya menunjukkan Purbaya kembali menempati posisi teratas.

Sebanyak 43,5 persen responden mengaku mengenal atau mengetahui Purbaya. Teddy berada di urutan kedua dengan 41 persen.

Bahlil mencatat popularitas 32,8 persen. Setelah itu, AHY memperoleh 30,4 persen dan Zulkifli Hasan mencapai 26,1 persen.

Dedi menjelaskan, tingkat pengenalan publik ikut memengaruhi penilaian terhadap kinerja para menteri. Karena itu, popularitas menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan persepsi masyarakat.

Baca Juga :  CPNS Sekolah Kedinasan 2026: Jadwal, Formasi dan 9 Instansi

Sejumlah Menteri Dinilai Berkinerja Buruk

Survei IPO juga memotret menteri yang mendapat penilaian negatif dari responden.

Menteri HAM Natalius Pigai menempati posisi teratas dengan angka 51,8 persen. Menteri PU Dody Hanggodo berada di posisi berikutnya dengan 48,5 persen.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tercatat 4,5 persen.

Dedi menilai penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah dapat berubah mengikuti perkembangan situasi.

Survei Libatkan 1.200 Responden

IPO melakukan survei pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026. Lembaga tersebut melibatkan 1.200 responden dalam penelitian.

IPO menggunakan metode stratified multistage random sampling (SMRS). Survei memiliki margin of error 2,90 persen dengan tingkat akurasi 95 persen.

Hasil survei ini memberikan gambaran terbaru mengenai persepsi publik terhadap kinerja para menteri Kabinet Merah Putih. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkes Ajukan Rp1,39 Triliun untuk Perbaiki RS dan Puskesmas Rusak akibat Gempa NTT
Mendagri Sentil Pemda Lambat Salurkan Bantuan Gempa NTT, Ada yang Baru 1 Persen
Gugatan Perpanjangan Masa Jabatan Kapolri Dicabut, MK Tutup Perkara
Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes, Yandri Pastikan Pembangunan Desa Tak Terganggu
MK Tolak Uji Materi KUHAP dan Anggaran MBG 2026
Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 116 Sengaja Bakar Hutan dan Lahan
Mendes Yandri Usul Desa Ikut Dapat Jatah Tanah Reforma Agraria, Ini Alasannya
Sahroni Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Tapi Ada Catatannya
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 23:09 WIB

Menkes Ajukan Rp1,39 Triliun untuk Perbaiki RS dan Puskesmas Rusak akibat Gempa NTT

Senin, 7 September 2026 - 22:09 WIB

Mendagri Sentil Pemda Lambat Salurkan Bantuan Gempa NTT, Ada yang Baru 1 Persen

Senin, 7 September 2026 - 20:09 WIB

Gugatan Perpanjangan Masa Jabatan Kapolri Dicabut, MK Tutup Perkara

Senin, 7 September 2026 - 19:09 WIB

Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes, Yandri Pastikan Pembangunan Desa Tak Terganggu

Senin, 7 September 2026 - 17:09 WIB

Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 116 Sengaja Bakar Hutan dan Lahan

Berita Terbaru