Program MBG Kembali Disorot, Massa Desak Pemerintah Hentikan Pelaksanaannya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah massa yang tergabung dalam koalisi masyarakat sipil bernama MBG Watch menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).(KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)

Sejumlah massa yang tergabung dalam koalisi masyarakat sipil bernama MBG Watch menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).(KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)

Jakarta, APGtimes.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah massa yang tergabung dalam koalisi MBG Watch menggelar aksi di depan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026). Mereka mendesak pemerintah menghentikan program tersebut sekaligus membubarkan lembaga pelaksananya.

Aparat kepolisian mengawal aksi sejak awal hingga selesai. Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Panglima Polim tetap bergerak meski sempat melambat.

Massa Nilai Program Perlu Dievaluasi

Peserta aksi membawa berbagai poster berisi kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Mereka juga membunyikan pentungan bambu untuk menarik perhatian masyarakat.

Menurut koalisi MBG Watch, pemerintah harus mengevaluasi pelaksanaan program secara menyeluruh. Selain itu, mereka meminta pemerintah membuka hasil evaluasi kepada publik.

Perwakilan Sajogyo Institute, Muhammad Iqbal, mengatakan pemerintah perlu menghentikan Program MBG apabila menemukan persoalan dalam pelaksanaannya.

Baca Juga :  Miris! PPPK Paruh Waktu Masih Digaji Rp200 Ribu, Bahkan Ada yang Belum Terima Gaji

Ia juga meminta pemerintah membubarkan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.

Demonstran Siapkan Langkah Lanjutan

Muhammad Iqbal menyatakan koalisi MBG Watch akan menempuh aksi lanjutan apabila pemerintah tidak merespons tuntutan mereka.

Bahkan, ia menyebut penolakan membayar pajak sebagai bentuk protes terhadap kebijakan tersebut.

Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui penggunaan anggaran negara secara terbuka. Karena itu, pemerintah harus memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program.

Selama aksi berlangsung, massa berulang kali menyerukan pembubaran MBG, BGN, dan SPPG.

Pemerintah Tetap Jalankan Program MBG

Di sisi lain, pemerintah masih menjadikan Program Makan Bergizi Gratis sebagai program prioritas nasional. Program tersebut menyasar anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Baca Juga :  Zulhas Bongkar Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, SPPG Membengkak 6.877 Titik

BGN mengoordinasikan pelaksanaan program tersebut. Selanjutnya, SPPG menyiapkan dan menyalurkan makanan bergizi kepada para penerima manfaat.

Namun, aparat penegak hukum saat ini masih menangani sejumlah dugaan penyimpangan yang muncul di beberapa daerah. Meski demikian, pemerintah memastikan proses penyaluran manfaat tetap berjalan.

Pengawasan Terus Diperkuat

Pemerintah menegaskan pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis terus berlangsung. Selain itu, pemerintah juga meningkatkan evaluasi agar pelaksanaan program tetap sesuai aturan.

Sementara itu, aparat kepolisian menjaga situasi tetap kondusif selama demonstrasi berlangsung. Dengan demikian, aktivitas masyarakat di sekitar Kejaksaan Agung tetap berjalan normal hingga aksi berakhir. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya
BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Makin Kuat, Pengamat Ungkap 11 Pejabat yang Layak Dievaluasi
Membludak! Pendaftar Magang Nasional 2026 Capai 300 Ribu, Kuota Tahap I Cuma 50 Ribu
Prabowo Resmikan 7 Kejari Baru, Kejagung Langsung Siapkan Kantor dan Operasional
Aturan Baru Pilkades 2027 Resmi Berlaku, Calon Tunggal Kini Bisa Melawan Kotak Kosong
Pemerintah Resmi Terbitkan Izin, Pembangunan 17 Yonif Teritorial TNI AD Segera Berjalan
Sudaryono Larang Dapur MBG Cari Bahan Murah, Wajib Ikuti Harga Acuan Pemerintah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:09 WIB

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:09 WIB

BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:09 WIB

Membludak! Pendaftar Magang Nasional 2026 Capai 300 Ribu, Kuota Tahap I Cuma 50 Ribu

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:09 WIB

Prabowo Resmikan 7 Kejari Baru, Kejagung Langsung Siapkan Kantor dan Operasional

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:09 WIB

Aturan Baru Pilkades 2027 Resmi Berlaku, Calon Tunggal Kini Bisa Melawan Kotak Kosong

Berita Terbaru

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Internasional

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:09 WIB