Jakarta, APGtimes.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik. Sejumlah massa yang tergabung dalam koalisi MBG Watch menggelar aksi di depan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026). Mereka mendesak pemerintah menghentikan program tersebut sekaligus membubarkan lembaga pelaksananya.
Aparat kepolisian mengawal aksi sejak awal hingga selesai. Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Panglima Polim tetap bergerak meski sempat melambat.
Massa Nilai Program Perlu Dievaluasi
Peserta aksi membawa berbagai poster berisi kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Mereka juga membunyikan pentungan bambu untuk menarik perhatian masyarakat.
Menurut koalisi MBG Watch, pemerintah harus mengevaluasi pelaksanaan program secara menyeluruh. Selain itu, mereka meminta pemerintah membuka hasil evaluasi kepada publik.
Perwakilan Sajogyo Institute, Muhammad Iqbal, mengatakan pemerintah perlu menghentikan Program MBG apabila menemukan persoalan dalam pelaksanaannya.
Ia juga meminta pemerintah membubarkan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.
Demonstran Siapkan Langkah Lanjutan
Muhammad Iqbal menyatakan koalisi MBG Watch akan menempuh aksi lanjutan apabila pemerintah tidak merespons tuntutan mereka.
Bahkan, ia menyebut penolakan membayar pajak sebagai bentuk protes terhadap kebijakan tersebut.
Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui penggunaan anggaran negara secara terbuka. Karena itu, pemerintah harus memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program.
Selama aksi berlangsung, massa berulang kali menyerukan pembubaran MBG, BGN, dan SPPG.
Pemerintah Tetap Jalankan Program MBG
Di sisi lain, pemerintah masih menjadikan Program Makan Bergizi Gratis sebagai program prioritas nasional. Program tersebut menyasar anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
BGN mengoordinasikan pelaksanaan program tersebut. Selanjutnya, SPPG menyiapkan dan menyalurkan makanan bergizi kepada para penerima manfaat.
Namun, aparat penegak hukum saat ini masih menangani sejumlah dugaan penyimpangan yang muncul di beberapa daerah. Meski demikian, pemerintah memastikan proses penyaluran manfaat tetap berjalan.
Pengawasan Terus Diperkuat
Pemerintah menegaskan pengawasan terhadap Program Makan Bergizi Gratis terus berlangsung. Selain itu, pemerintah juga meningkatkan evaluasi agar pelaksanaan program tetap sesuai aturan.
Sementara itu, aparat kepolisian menjaga situasi tetap kondusif selama demonstrasi berlangsung. Dengan demikian, aktivitas masyarakat di sekitar Kejaksaan Agung tetap berjalan normal hingga aksi berakhir. (de*)









