Xi Jinping Tak Hadiri Sidang PBB Usai Bertemu Trump, China Tetap Kirim Han Zheng

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Tiongkok Xi Jinping (kanan) saat bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) di Taman Zhongnanhai, Beijing, 15 Mei 2026. (AFP/POOL/EVAN VUCCI)

Presiden Tiongkok Xi Jinping (kanan) saat bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) di Taman Zhongnanhai, Beijing, 15 Mei 2026. (AFP/POOL/EVAN VUCCI)

New York, APGtimes.com – Presiden China Xi Jinping tidak menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2026 di New York. Xi memilih menyelesaikan rangkaian pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington pada pekan yang sama.

Keputusan tersebut menjadi perhatian karena Washington dan New York memiliki jarak yang relatif dekat. Selain itu, China selama ini aktif membawa agenda diplomatiknya melalui PBB dan kerap menekankan pentingnya multilateralisme.

Reuters melaporkan, China tetap mengirim Wakil Presiden Han Zheng untuk menyampaikan sikap Beijing dalam sidang PBB pada 26 September 2026. Han menyuarakan penghormatan terhadap kedaulatan negara serta mendorong penyelesaian konflik melalui dialog.

Xi lebih banyak bertemu Trump

Xi menggelar kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada 23-25 September 2026 atas undangan Trump. Dalam kunjungan tersebut, kedua pemimpin membahas hubungan China-AS serta sejumlah persoalan global.

Rangkaian agenda di Washington berlangsung selama tiga hari. Pertemuan tersebut menjadi lanjutan dari pertemuan kedua pemimpin yang berlangsung di Beijing pada Mei 2026.

Baca Juga :  Purbaya Tegaskan Indonesia Tak Kekurangan Dana, Panda Bond Jadi Andalan Baru

Sejumlah analis menilai pilihan Xi untuk tidak datang ke New York menunjukkan fokus Beijing pada hubungan langsung dengan Washington. Mereka juga melihat pola pertemuan kedua pemimpin yang berlangsung dalam format bilateral tanpa agenda multilateral tambahan.

Bonnie Glaser dari German Marshall Fund of the United States mengatakan pejabat China sebelumnya telah menyampaikan bahwa Xi tidak akan menghadiri sidang PBB secara langsung kecuali terdapat momentum peringatan besar.

Xi jarang hadir langsung di PBB

Xi memang tidak sering menghadiri Sidang Umum PBB secara langsung. Sejak menjadi presiden China pada 2012, ia tercatat hanya hadir secara langsung pada 2015 ketika PBB memperingati ulang tahun ke-70.

Selama pandemi Covid-19, Xi menyampaikan pidato melalui video pada 2020 dan 2021. Kemudian pada 2025, saat PBB memperingati ulang tahun ke-80, China mengirim Perdana Menteri Li Qiang sebagai wakil.

China juga tetap mengirim pejabat senior pada tahun-tahun lainnya. Han Zheng dan Menteri Luar Negeri Wang Yi termasuk pejabat yang pernah mewakili Beijing dalam forum tersebut.

Baca Juga :  Timor Leste Jadi Pusat Scam Baru? Kemenlu RI Temukan Jejak Eks Pekerja Kamboja

China tetap sampaikan agenda di PBB

Meski Xi tidak hadir, Beijing tetap menggunakan forum PBB untuk menyampaikan sejumlah posisi kebijakannya.

Dalam pidatonya, Han Zheng menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan dan keamanan negara-negara di Timur Tengah. Ia juga mendukung solusi dua negara untuk persoalan Palestina.

Selain itu, Han meminta negara-negara menghindari pola pikir Perang Dingin dan konfrontasi antarkelompok. Menurutnya, perbedaan antarnegara perlu diselesaikan melalui dialog dan konsultasi.

Han juga menolak tindakan militer sepihak yang dinilai bertentangan dengan Piagam PBB. Ia mendorong negara-negara menjaga perdamaian, membangun kembali kepercayaan, serta menolak unilateralisme.

Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap China yang disampaikan dalam forum internasional terkait pentingnya kerja sama dan penghormatan terhadap hukum internasional.

Dengan demikian, ketidakhadiran Xi tidak membuat China absen dari agenda UNGA. Beijing tetap menyampaikan sikapnya melalui Han Zheng, sementara Xi memusatkan agenda diplomatiknya pada pertemuan langsung dengan Trump di Washington. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Udara Gempur Posisi Houthi di Taiz, Lebih dari 200 Petempur Diklaim Jadi Korban
Donasi Politik Elon Musk Tembus Rp 6,58 Triliun, Partai Republik Terima Dukungan Besar
Iran Eksekusi Ali-Sina Mostafavi, Dituduh Terlibat Serangan Bersenjata untuk Israel
Arab Saudi Dilaporkan Serang Fasilitas Minyak di Yaman, Warga Sanaa Antre BBM
Malaysia Tawarkan 1 Pesawat dan 3 Helikopter untuk Atasi Karhutla, Indonesia Belum Merespons
Kabut Asap Indonesia Picu Krisis Udara, Singapura Beri Subsidi Berobat hingga Rp139 Ribu
63 Orang Tewas dalam 24 Jam, Arab Saudi Gempur 130 Target Houthi di Yaman
Gempa M 7,7 Guncang Panama, Bangunan Rusak dan Potensi Tsunami Muncul
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Serangan Udara Gempur Posisi Houthi di Taiz, Lebih dari 200 Petempur Diklaim Jadi Korban

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Donasi Politik Elon Musk Tembus Rp 6,58 Triliun, Partai Republik Terima Dukungan Besar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Iran Eksekusi Ali-Sina Mostafavi, Dituduh Terlibat Serangan Bersenjata untuk Israel

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Arab Saudi Dilaporkan Serang Fasilitas Minyak di Yaman, Warga Sanaa Antre BBM

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Malaysia Tawarkan 1 Pesawat dan 3 Helikopter untuk Atasi Karhutla, Indonesia Belum Merespons

Berita Terbaru