New York, APGtimes.com – Presiden China Xi Jinping tidak menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2026 di New York. Xi memilih menyelesaikan rangkaian pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington pada pekan yang sama.
Keputusan tersebut menjadi perhatian karena Washington dan New York memiliki jarak yang relatif dekat. Selain itu, China selama ini aktif membawa agenda diplomatiknya melalui PBB dan kerap menekankan pentingnya multilateralisme.
Reuters melaporkan, China tetap mengirim Wakil Presiden Han Zheng untuk menyampaikan sikap Beijing dalam sidang PBB pada 26 September 2026. Han menyuarakan penghormatan terhadap kedaulatan negara serta mendorong penyelesaian konflik melalui dialog.
Xi lebih banyak bertemu Trump
Xi menggelar kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada 23-25 September 2026 atas undangan Trump. Dalam kunjungan tersebut, kedua pemimpin membahas hubungan China-AS serta sejumlah persoalan global.
Rangkaian agenda di Washington berlangsung selama tiga hari. Pertemuan tersebut menjadi lanjutan dari pertemuan kedua pemimpin yang berlangsung di Beijing pada Mei 2026.
Sejumlah analis menilai pilihan Xi untuk tidak datang ke New York menunjukkan fokus Beijing pada hubungan langsung dengan Washington. Mereka juga melihat pola pertemuan kedua pemimpin yang berlangsung dalam format bilateral tanpa agenda multilateral tambahan.
Bonnie Glaser dari German Marshall Fund of the United States mengatakan pejabat China sebelumnya telah menyampaikan bahwa Xi tidak akan menghadiri sidang PBB secara langsung kecuali terdapat momentum peringatan besar.
Xi jarang hadir langsung di PBB
Xi memang tidak sering menghadiri Sidang Umum PBB secara langsung. Sejak menjadi presiden China pada 2012, ia tercatat hanya hadir secara langsung pada 2015 ketika PBB memperingati ulang tahun ke-70.
Selama pandemi Covid-19, Xi menyampaikan pidato melalui video pada 2020 dan 2021. Kemudian pada 2025, saat PBB memperingati ulang tahun ke-80, China mengirim Perdana Menteri Li Qiang sebagai wakil.
China juga tetap mengirim pejabat senior pada tahun-tahun lainnya. Han Zheng dan Menteri Luar Negeri Wang Yi termasuk pejabat yang pernah mewakili Beijing dalam forum tersebut.
China tetap sampaikan agenda di PBB
Meski Xi tidak hadir, Beijing tetap menggunakan forum PBB untuk menyampaikan sejumlah posisi kebijakannya.
Dalam pidatonya, Han Zheng menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan dan keamanan negara-negara di Timur Tengah. Ia juga mendukung solusi dua negara untuk persoalan Palestina.
Selain itu, Han meminta negara-negara menghindari pola pikir Perang Dingin dan konfrontasi antarkelompok. Menurutnya, perbedaan antarnegara perlu diselesaikan melalui dialog dan konsultasi.
Han juga menolak tindakan militer sepihak yang dinilai bertentangan dengan Piagam PBB. Ia mendorong negara-negara menjaga perdamaian, membangun kembali kepercayaan, serta menolak unilateralisme.
Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap China yang disampaikan dalam forum internasional terkait pentingnya kerja sama dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Dengan demikian, ketidakhadiran Xi tidak membuat China absen dari agenda UNGA. Beijing tetap menyampaikan sikapnya melalui Han Zheng, sementara Xi memusatkan agenda diplomatiknya pada pertemuan langsung dengan Trump di Washington. (yp*)









