Ini Alasan warga Amerika Berbondong Jual Emas

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi emas (freepik.com)

Ilustrasi emas (freepik.com)

APGtimes.com–Di tengah tekanan ekonomi yang terus meningkat, banyak warga Amerika Serikat mulai menjual emas demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Emas yang dulu identik dengan simbol kemewahan, tabungan masa depan, dan investasi jangka panjang kini berubah menjadi “penyelamat” saat kondisi keuangan semakin sulit.

Lonjakan harga kebutuhan pokok, biaya tempat tinggal, pendidikan, hingga asuransi membuat banyak keluarga kesulitan menjaga stabilitas finansial. Akibatnya, penjualan emas menjadi solusi cepat untuk mendapatkan uang tunai.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar: mengapa warga AS justru menjual emas saat harga logam mulia sedang tinggi?

Tekanan Ekonomi Picu Warga Jual Emas

Dikutip dari GoBankingRates, survei terbaru menunjukkan kondisi finansial masyarakat AS semakin mengkhawatirkan. Banyak warga menjual emas bukan untuk investasi, melainkan untuk bertahan hidup.

Lebih dari 68 persen penjual emas memakai hasil penjualan untuk membayar tagihan dan membeli bahan makanan. Fakta ini menunjukkan tekanan ekonomi semakin terasa di berbagai lapisan masyarakat.

Selain itu, sekitar 70 persen penjual hanya memperoleh 500 dolar AS atau kurang dari transaksi tersebut. Kondisi ini menandakan sebagian besar warga menjual emas untuk kebutuhan jangka pendek, bukan untuk strategi keuangan jangka panjang.

Menariknya, lebih dari separuh penjual emas ternyata masih memiliki pekerjaan tetap. Namun, pendapatan mereka belum mampu menutupi biaya hidup yang terus naik.

Baca Juga :  Bank Dunia Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh 5 Persen Meski Dunia Dihantam Krisis Energi

Sebanyak 25 persen responden bahkan mengaku kemungkinan akan menjual emas lagi di masa depan. Hal itu mencerminkan kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang belum stabil.

Biaya Hidup Naik, Pendapatan Tidak Seimbang

Penasihat keuangan sekaligus pendiri Axon Capital Management, Brady Lochte, menilai tekanan ekonomi pascapandemi masih sangat terasa di Amerika Serikat.

Menurutnya, kenaikan nilai aset tidak otomatis membuat masyarakat merasa lebih sejahtera. Sebab, biaya hidup meningkat jauh lebih cepat dibanding pertumbuhan pendapatan.

Pengeluaran untuk kebutuhan pokok, pendidikan anak, asuransi kesehatan, hingga biaya tempat tinggal kini menyerap porsi besar pendapatan keluarga. Akibatnya, banyak warga memilih menjual emas demi menjaga arus keuangan tetap aman.

Lochte juga menjelaskan bahwa emas memang dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun ironisnya, inflasi justru memaksa sebagian orang melepas emas mereka untuk memenuhi kebutuhan harian.

Banyak Orang Jual Emas karena Kondisi Darurat

Wakil Presiden Operasional Ross Metals, Ian Ross, mengungkapkan sebagian besar masyarakat menjual emas karena kebutuhan mendesak, bukan karena ingin mengambil keuntungan.

Menurutnya, seseorang tidak akan mudah menjual perhiasan warisan keluarga jika kondisi keuangan masih aman. Karena itu, keputusan menjual emas sering muncul saat seseorang menghadapi tekanan ekonomi atau situasi darurat.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa emas kini berfungsi sebagai cadangan dana cepat ketika masyarakat membutuhkan uang tunai.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina di Jambi per 1 Juni 2026, Pertamax Turbo Naik hingga Dexlite Turun

Harga Emas Tinggi Juga Dorong Aksi Jual

Selain tekanan ekonomi, kenaikan harga emas yang mencetak rekor turut mendorong masyarakat menjual aset mereka.

Sebagian pemilik emas memilih mengambil keuntungan saat harga sedang tinggi. Di sisi lain, kekhawatiran terhadap potensi krisis ekonomi membuat sebagian orang ingin mengamankan uang tunai lebih awal.

Meski banyak warga menjual emas, permintaan terhadap logam mulia tetap tinggi. Bank sentral di berbagai negara terus membeli emas untuk memperkuat cadangan devisa.

Investor individu juga semakin tertarik berinvestasi emas melalui Exchange Traded Fund (ETF) seperti SPDR Gold Trust (GLD). Instrumen ini memungkinkan investor membeli emas tanpa harus menyimpan fisiknya.

Mengapa Emas Tetap Jadi Pilihan?

Investor Vince Stanzione menilai meningkatnya minat terhadap emas dipicu oleh menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap mata uang fiat.

Banyak investor menganggap emas mampu menjaga nilai aset saat inflasi meningkat dan kondisi ekonomi global tidak menentu. Karena alasan itu, emas tetap menjadi instrumen investasi favorit meski banyak orang mulai menjualnya.

Fenomena warga AS yang ramai-ramai menjual emas menunjukkan tekanan ekonomi masih membayangi kehidupan masyarakat. Bagi sebagian orang, emas bukan lagi sekadar simbol kekayaan, tetapi menjadi jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. (ap/*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini 13 Juni 2026 Naik Tipis, Tembus Rp2,711 Juta per Gram
Bank Dunia Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh 5 Persen Meski Dunia Dihantam Krisis Energi
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Turun Serentak, Antam Kembali di Bawah Rp2,8 Juta per Gram
Harga Emas Jambi Hari Ini Turun, Perhiasan Rp8,55 Juta per Mayam dan Antam Rp2,689 Juta
Rupiah Menguat ke Rp17.942 per Dollar AS, IHSG Melonjak 1,79 Persen
Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026, Pertamax Naik Rp3.950 per Liter
Rupiah Menguat ke Rp18.134 per Dollar AS, IHSG Naik 0,88 Persen
Harga Kedelai Naik Akibat Rupiah Melemah, Menkeu Siapkan Solusi untuk Pedagang Tempe
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 13 Juni 2026 Naik Tipis, Tembus Rp2,711 Juta per Gram

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:09 WIB

Bank Dunia Yakin Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh 5 Persen Meski Dunia Dihantam Krisis Energi

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:09 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Turun Serentak, Antam Kembali di Bawah Rp2,8 Juta per Gram

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:09 WIB

Harga Emas Jambi Hari Ini Turun, Perhiasan Rp8,55 Juta per Mayam dan Antam Rp2,689 Juta

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:09 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.942 per Dollar AS, IHSG Melonjak 1,79 Persen

Berita Terbaru