AI Picu Gelombang PHK, Bos OpenAI Tegaskan ChatGPT Tak Akan Gantikan Manusia

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CEO OpenAI, Sam Altman dalam acara AI Ascent milik Sequoia Capital mengatakan bahwa chatbot AI ChatGPT, ternyata digunakan secara berbeda oleh tiap generasi. (Getty Images)

CEO OpenAI, Sam Altman dalam acara AI Ascent milik Sequoia Capital mengatakan bahwa chatbot AI ChatGPT, ternyata digunakan secara berbeda oleh tiap generasi. (Getty Images)

Jakarta, APGtimes.comKemunculan OpenAI melalui produk ChatGPT memicu gelombang perubahan besar di dunia kerja. Teknologi AI generatif kini mendorong banyak perusahaan melakukan efisiensi hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran publik, CEO OpenAI, Sam Altman, akhirnya buka suara. Ia menegaskan OpenAI tidak berniat menggantikan manusia melalui teknologi AI.

“Kami ingin membangun alat yang memperkuat dan meningkatkan kemampuan manusia, bukan menciptakan entitas yang menggantikan manusia,” tulis Altman melalui platform X pada awal Mei 2026.

AI Jadi Sorotan di Tengah Gelombang PHK

Industri teknologi Amerika Serikat saat ini menghadapi gelombang PHK besar-besaran. Banyak perusahaan teknologi memangkas jumlah karyawan untuk meningkatkan efisiensi bisnis.

Sejumlah pimpinan perusahaan bahkan secara terbuka menyebut perkembangan AI sebagai salah satu penyebab utama pengurangan tenaga kerja.

Baca Juga :  65 Pekerjaan yang Tidak Bisa Digantikan AI, Banyak dari Bidang Kesehatan dan Kreatif

Salah satu kasus yang ramai diperbincangkan terjadi di studio pengembang game Candy Crush, King.

Perusahaan itu menugaskan sejumlah insinyur untuk membangun sistem AI yang mampu membuat level permainan secara otomatis. Setelah sistem selesai dikembangkan, perusahaan justru memberhentikan para insinyur tersebut karena AI mampu mengambil alih pekerjaan mereka.

CEO Anthropic Prediksi AI Kuasai Penulisan Kode

Kekhawatiran publik semakin meningkat setelah CEO Anthropic, Dario Amodei, menyampaikan prediksi terkait masa depan AI.

Amodei menyebut AI berpotensi menulis hampir seluruh kode komputer di dunia dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan.

Prediksi tersebut memicu kekhawatiran besar di kalangan pekerja sektor teknologi, terutama programmer dan software engineer.

Sam Altman Yakin AI Bantu Produktivitas Manusia

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Altman menilai banyak orang terlalu pesimistis melihat perkembangan AI.

Ia percaya AI justru akan membantu manusia bekerja lebih produktif dan menciptakan peluang baru di masa depan.

Baca Juga :  Perbedaan Chromebook dan Laptop Windows, Simak Sebelum Membeli

Menurut Altman, teknologi AI memang akan memicu masa transisi besar di dunia kerja. Namun, ia yakin manusia nantinya dapat beradaptasi dengan jenis pekerjaan baru yang muncul.

Altman juga menggambarkan masa depan yang lebih makmur berkat perkembangan AI. Ia menilai teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara luas.

Perubahan Dunia Kerja Dinilai Tak Terhindarkan

Perkembangan AI generatif kini terus mengubah pola kerja di berbagai industri, mulai dari teknologi, media, pendidikan, hingga layanan kreatif.

Banyak perusahaan mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi kerja dan menekan biaya operasional.

Meski begitu, para ahli menilai manusia tetap memegang peran penting dalam pengawasan, kreativitas, pengambilan keputusan, dan pengembangan teknologi di masa depan. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Membuat SIM Digital 2026, Cukup Lewat HP dan Tak Perlu Selalu Bawa Kartu Fisik
Cara Download dan Menggunakan Aplikasi Pajak Digital 2026, Lapor SPT Bisa Lewat HP
Kemkomdigi Pastikan Data Wajah Registrasi SIM Aman, Hanya Dukcapil yang Mengelola
WhatsApp Uji Fitur 2 Akun dalam 1 HP, Pengguna Android Auto Senang
Samsung Ganti Nama Galaxy Z Fold 8 Jadi Ultra, Spesifikasinya Makin Gahar
Cara Atur Privasi DM Instagram Setelah Fitur Instants Resmi Meluncur
Harga MacBook Air M5 Resmi di Indonesia, Varian Termurah Rp 23 Jutaan
65 Pekerjaan yang Tidak Bisa Digantikan AI, Banyak dari Bidang Kesehatan dan Kreatif
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:09 WIB

Cara Membuat SIM Digital 2026, Cukup Lewat HP dan Tak Perlu Selalu Bawa Kartu Fisik

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:09 WIB

Cara Download dan Menggunakan Aplikasi Pajak Digital 2026, Lapor SPT Bisa Lewat HP

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:09 WIB

Kemkomdigi Pastikan Data Wajah Registrasi SIM Aman, Hanya Dukcapil yang Mengelola

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:09 WIB

WhatsApp Uji Fitur 2 Akun dalam 1 HP, Pengguna Android Auto Senang

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:09 WIB

Samsung Ganti Nama Galaxy Z Fold 8 Jadi Ultra, Spesifikasinya Makin Gahar

Berita Terbaru