Flyover Sitinjau Lauik Ditargetkan Rampung 2027, Progres Lahan Hampir 100 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi Flyover Sitinjau Lauik

ilustrasi Flyover Sitinjau Lauik

Padang, APGtimes.com — Pemerintah terus mempercepat pembangunan Flyover Panorama I Sitinjau Lauik di Sumatera Barat untuk menekan angka kecelakaan di jalur ekstrem penghubung Kota Padang dan Solok.

Proyek strategis nasional itu kini memasuki tahap penting karena proses pembebasan lahan hampir selesai dan pembangunan fisik terus bergerak.

Pengadaan Tanah Hampir Selesai

PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL) mencatat progres pengadaan tanah proyek flyover sudah mencapai 99,58 persen hingga akhir April 2026.

Direktur PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik Michael AP Rumenser mengatakan dukungan masyarakat dan berbagai instansi membantu percepatan proses tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat dan masyarakat sekitar pemilik lahan,” ujar Michael.

Baca Juga :  INACA Desak Kenaikan Tarif Tiket Pesawat, Harga Avtur dan Dolar Jadi Pemicu

Proyek Flyover Terus Bergerak

Selain menyelesaikan pembebasan lahan, PT Hutama Karya bersama PT HPSL terus mempercepat pembangunan konstruksi flyover.

Hingga April 2026, progres fisik proyek sudah mencapai 17,11 persen.

Saat ini, pekerja mengoperasikan alat berat dan mesin pancang untuk membangun pilar utama di kawasan perbukitan Sitinjau Lauik.

Manajemen proyek juga tetap optimistis pengerjaan berjalan sesuai target.

Sitinjau Lauik Jadi Jalur Rawan Kecelakaan

Pemerintah membangun flyover karena jalur Sitinjau Lauik menjadi salah satu ruas jalan paling ekstrem di Sumatera Barat.

Baca Juga :  Bukan Pertama, Peluru Nyasar di Kampus UNP Sudah Terjadi Berkali-kali

Tanjakan curam dan tikungan tajam di kawasan itu sering memicu kecelakaan, terutama kendaraan berat yang mengalami rem blong.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kecelakaan fatal terjadi di jalur tersebut hingga menimbulkan korban jiwa.

Pemerintah Targetkan Operasi 2027

PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik menargetkan flyover mulai beroperasi pada akhir 2027 atau awal 2028.

Pemerintah berharap jalur layang tersebut mampu meningkatkan keselamatan pengendara sekaligus memperlancar arus transportasi di Sumatera Barat.

“Diharapkan akhir tahun 2027 atau awal 2028 flyover sudah selesai sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” kata Michael. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Terancam Gagal Bayar Juli 2027
Jangan Sampai Terlambat, Ini 7 Kondisi yang Mengharuskan Ganti Sertifikat Tanah
Tito Karnavian Ungkap Banyak Daerah Mengaku Tak Mampu Bayar Gaji PPPK
Komisi II DPR Tegaskan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Tidak Boleh Diberhentikan
Tito Karnavian Soroti Honorer Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Kepala Daerah Diminta Stop Rekrutmen
Mengapa Kasus Rudapaksa di Pesantren Masih Terus Terjadi? Ini Faktor yang Memicunya
Gempa Susulan M 6 Guncang Gorontalo Setelah Gempa Dahsyat M 7,7 Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan
Pertamina Ungkap Solar Subsidi di Sumbar Over Kuota 19 Persen
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:09 WIB

BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Terancam Gagal Bayar Juli 2027

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:09 WIB

Jangan Sampai Terlambat, Ini 7 Kondisi yang Mengharuskan Ganti Sertifikat Tanah

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:09 WIB

Tito Karnavian Ungkap Banyak Daerah Mengaku Tak Mampu Bayar Gaji PPPK

Senin, 8 Juni 2026 - 17:09 WIB

Komisi II DPR Tegaskan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Tidak Boleh Diberhentikan

Senin, 8 Juni 2026 - 14:09 WIB

Tito Karnavian Soroti Honorer Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Kepala Daerah Diminta Stop Rekrutmen

Berita Terbaru

Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan kembali dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Piala Dunia 2026 akan menggunakan format baru karena diikuti 48 negara yang dibagi dalam 12 grup di mana dua tim teratas setiap grup plus delapan peringkat ketiga terbaik maju ke babak 32 besar.(TANGKAPAN LAYAR TWITTER FIFA)

Internasional

Iran Tuding AS Cabut Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Didesak Bertindak

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:09 WIB