Bukittinggi, APGtimes.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjadikan peringatan 100 tahun Jam Gadang sebagai momentum untuk merefleksikan sejarah sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan Belanda.
Peringatan satu abad ikon Kota Bukittinggi tersebut akan berlangsung sepanjang Juni 2026.
Pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai kegiatan budaya, edukasi, dan promosi pariwisata.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengatakan Jam Gadang tidak hanya menjadi simbol kebanggaan masyarakat Minangkabau.
Menurutnya, bangunan bersejarah itu juga menggambarkan perjalanan panjang hubungan Indonesia dan Belanda.
“Peringatan 100 tahun Jam Gadang juga merepresentasikan perjalanan panjang transformasi hubungan Indonesia dan Belanda dari masa kolonial menuju hubungan persahabatan dan kemitraan yang lebih baik,” kata Mahyeldi, Sabtu (30/5/2026).
Ikon Bersejarah Kota Bukittinggi
Jam Gadang menjadi salah satu landmark paling terkenal di Sumatera Barat.
Pemerintah Hindia Belanda membangun menara jam tersebut pada 1926.
Bangunan itu merupakan hadiah dari Ratu Wilhelmina untuk sekretaris kota pada masa itu.
Menara setinggi 27 meter tersebut berdiri di pusat Kota Bukittinggi dan memiliki atap khas Minangkabau.
Jam Gadang juga menyimpan sejumlah keunikan.
Pengelola menggunakan angka Romawi IIII untuk angka empat, bukan IV seperti yang umum digunakan.
Selain itu, mesin jam tersebut termasuk langka karena hanya tersisa dua unit di dunia.
Keunikan tersebut membuat Jam Gadang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.
Berbagai Kegiatan Meriahkan Satu Abad Jam Gadang
Pemerintah Kota Bukittinggi akan menggelar peringatan 100 tahun Jam Gadang pada 3 hingga 21 Juni 2026.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah agenda untuk memeriahkan perayaan tersebut.
Agenda tersebut meliputi seminar internasional, Minangkabau Literacy Festival 2026, Jam Gadang Cultural Night, Bukittinggi East Film Festival, Jam Gadang Fun Run, dan festival kuliner tradisional.
Pemerintah berharap kegiatan tersebut dapat menarik wisatawan dari berbagai daerah.
Selain itu, pemerintah juga ingin memperkenalkan sejarah dan budaya Minangkabau kepada generasi muda.
Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat optimistis peringatan satu abad Jam Gadang akan mendorong sektor pariwisata.
Pemerintah juga berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain menjadi ajang perayaan sejarah, momentum ini diharapkan memperkuat identitas budaya Minangkabau.
Pemerintah daerah juga ingin memanfaatkan peringatan tersebut untuk memperluas promosi Bukittinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui rangkaian kegiatan itu, Bukittinggi berpeluang menarik lebih banyak wisatawan dan investor ke Sumatera Barat. (da*)








