Warga Aceh Utara Patungan Bangun Jembatan Apung 100 Meter, Pemerintah Percepat Jembatan Permanen

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga melintas dengan sepeda motor diatas jembatan kayu menghubungkan Desa Gunci dan Desa Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Sabtu (30/5/2026).(KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)

Sejumlah warga melintas dengan sepeda motor diatas jembatan kayu menghubungkan Desa Gunci dan Desa Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Sabtu (30/5/2026).(KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)

Aceh Utara, albrita.com — Warga di empat desa di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, bergotong royong membangun jembatan apung sepanjang 100 meter untuk memulihkan akses transportasi yang terputus akibat banjir besar pada November 2025.

Jembatan kayu tersebut kini menjadi jalur utama masyarakat Desa Gunci, Desa Sawang, Desa Kubu, dan Desa Blang Cut menuju pusat kecamatan.

Warga membangun jembatan dengan dana swadaya setelah jembatan sebelumnya rusak akibat diterjang banjir.

Keuchik Desa Gunci, Fazir Ramli, mengatakan masyarakat membutuhkan akses transportasi yang layak untuk mendukung aktivitas sehari-hari.

“Solusi jangka pendek agar lalu lintas kembali normal. Walaupun saat ini baru bisa dilalui sepeda motor,” kata Fazir.

Warga Patungan Bangun Jembatan

Warga mengumpulkan dana secara sukarela untuk membangun jembatan tersebut.

Mereka berhasil mengumpulkan lebih dari Rp50 juta untuk membeli material dan menyelesaikan pembangunan.

Baca Juga :  DPR Panggil Pertamina, Waspadai Lonjakan Konsumsi Pertalite Usai Pertamax Naik

Tidak ada ketentuan khusus mengenai jumlah sumbangan. Sebagian warga menyumbang Rp20 ribu, sementara lainnya memberikan hingga Rp100 ribu.

Sebelumnya, masyarakat hanya mengandalkan rakit bambu untuk menyeberangi Sungai Sawang.

Namun, arus deras saat banjir sering menghanyutkan dan merusak rakit tersebut.

Kondisi itu mendorong warga mencari solusi yang lebih aman dan tahan terhadap banjir.

Gunakan Sistem Apung

Warga menerapkan konsep apung pada jembatan kayu tersebut.

Mereka memasang drum di bagian bawah konstruksi untuk menjaga jembatan tetap mengapung saat debit sungai meningkat.

Selain itu, warga memasang sling baja dari ujung ke ujung jembatan agar konstruksi tetap bertahan saat banjir datang.

Sistem tersebut membuat jembatan mampu mengikuti kenaikan permukaan air tanpa terbawa arus sungai.

Meski demikian, jembatan saat ini hanya mampu menahan beban kendaraan roda dua.

Pemerintah Percepat Jembatan Permanen

Sebelumnya, Mabes Polri membangun jembatan Bailey di lokasi tersebut.

Baca Juga :  Gibran Janji Benahi MBG dan Koperasi Desa, Pastikan Dana Rakyat Tak Disalahgunakan

Namun, banjir besar merusak konstruksi jembatan hingga miring dan tidak dapat digunakan lagi.

Koordinator Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI Aceh, TA Khalid, mengatakan pemerintah pusat telah meninjau langsung kondisi jembatan bersama tim Kementerian Pekerjaan Umum.

Menurut dia, Menteri PU Dody Hanggodo menyetujui percepatan pembangunan jembatan permanen di kawasan tersebut.

Awalnya pemerintah menargetkan proyek selesai pada 2027. Namun kini pemerintah berupaya menyelesaikannya pada 2026.

“Kami berharap proses pembangunan bisa dimulai tahun ini setelah desain dan persiapan teknis rampung,” ujar TA Khalid.

Ia juga meminta pemerintah memperkuat tebing Sungai Sawang bersamaan dengan pembangunan jembatan permanen agar infrastruktur tersebut memiliki daya tahan yang lebih baik.

Keberadaan jembatan permanen sangat penting karena menjadi urat nadi transportasi bagi ribuan warga di wilayah pedalaman Aceh Utara. (da*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya
BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Makin Kuat, Pengamat Ungkap 11 Pejabat yang Layak Dievaluasi
Membludak! Pendaftar Magang Nasional 2026 Capai 300 Ribu, Kuota Tahap I Cuma 50 Ribu
Prabowo Resmikan 7 Kejari Baru, Kejagung Langsung Siapkan Kantor dan Operasional
Aturan Baru Pilkades 2027 Resmi Berlaku, Calon Tunggal Kini Bisa Melawan Kotak Kosong
Pemerintah Resmi Terbitkan Izin, Pembangunan 17 Yonif Teritorial TNI AD Segera Berjalan
Sudaryono Larang Dapur MBG Cari Bahan Murah, Wajib Ikuti Harga Acuan Pemerintah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:09 WIB

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:09 WIB

BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:09 WIB

Membludak! Pendaftar Magang Nasional 2026 Capai 300 Ribu, Kuota Tahap I Cuma 50 Ribu

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:09 WIB

Prabowo Resmikan 7 Kejari Baru, Kejagung Langsung Siapkan Kantor dan Operasional

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:09 WIB

Aturan Baru Pilkades 2027 Resmi Berlaku, Calon Tunggal Kini Bisa Melawan Kotak Kosong

Berita Terbaru

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Internasional

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:09 WIB