Jepang Naikkan Biaya Visa 5 Kali Lipat, Turis Indonesia Perlu Siapkan Dana Lebih

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Shibuya, Jepang.

Ilustrasi Shibuya, Jepang.

Tokyo, APGtimes.com – Pemerintah Jepang resmi menaikkan biaya visa bagi seluruh warga negara asing mulai 1 Juli 2026. Kebijakan baru tersebut membuat tarif visa kunjungan naik hingga lima kali lipat dibandingkan tarif sebelumnya.

Kenaikan ini menjadi perubahan pertama yang dilakukan Jepang terhadap biaya visa sejak 1978. Pemerintah menyebut langkah tersebut bertujuan menyesuaikan inflasi dan perubahan nilai tukar mata uang.

Biaya Visa Naik Drastis

Mulai Juli 2026, biaya visa sekali kunjungan naik dari 3.000 yen menjadi 15.000 yen atau sekitar Rp1,6 juta.

Sementara itu, pemerintah juga menaikkan biaya visa multi-kunjungan dari 6.000 yen menjadi 30.000 yen atau sekitar Rp3,3 juta.

Baca Juga :  Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Meski tarif meningkat tajam, pemerintah Jepang tetap optimistis jumlah wisatawan mancanegara tidak akan mengalami penurunan signifikan.

Jepang Sesuaikan Kebijakan

Pemerintah Jepang menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian biaya layanan keimigrasian.

Selain menaikkan tarif visa, pemerintah juga meningkatkan biaya pengurusan izin tinggal tetap dan perpanjangan izin tinggal bagi warga negara asing.

Langkah tersebut sekaligus menyelaraskan biaya layanan keimigrasian Jepang dengan negara-negara anggota G7 lainnya.

Turis Indonesia Berpotensi Terdampak

Kebijakan baru itu juga akan memengaruhi wisatawan asal Indonesia yang berencana berlibur ke Jepang.

Data Organisasi Pariwisata Nasional Jepang menunjukkan Indonesia masuk dalam 10 besar negara penyumbang wisatawan terbanyak ke Jepang sepanjang 2025.

Baca Juga :  Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan

Tokyo, Kyoto, dan Osaka masih menjadi tujuan favorit wisatawan Indonesia. Selain itu, banyak wisatawan juga mengunjungi Nagoya, Fukuoka, dan Sapporo.

Wisata Jepang Tetap Diminati

Meski biaya visa meningkat, Jepang masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan internasional.

Pelemahan nilai tukar yen dalam beberapa tahun terakhir turut mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan asing.

Pemerintah Jepang berharap kebijakan tarif baru tidak mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung sekaligus tetap menjaga kualitas layanan keimigrasian bagi pengunjung dari berbagai negara. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye
29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak
Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan
Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam
China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik
Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan
108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan
Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:09 WIB

29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:09 WIB

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB