OJK Beberkan Kondisi Terbaru Perbankan Indonesia, Likuiditas Masih Kuat Meski Ekonomi Global Bergejolak

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bank. (SHUTTERSTOCK/FRANK11)

Ilustrasi bank. (SHUTTERSTOCK/FRANK11)

Jakarta, APGtimes.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kondisi likuiditas perbankan nasional tetap kuat sepanjang kuartal II 2026. Kondisi tersebut memberi ruang bagi industri perbankan untuk terus menyalurkan kredit meski ekonomi global masih menghadapi ketidakpastian.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan sektor perbankan tetap mencatat kinerja yang solid. Likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas industri.

Likuiditas Perbankan Masih Sangat Memadai

Data OJK menunjukkan Loan to Deposit Ratio (LDR) pada April 2026 mencapai 86,88 persen. Angka itu mencerminkan kemampuan bank dalam menyalurkan kredit dengan kondisi likuiditas yang tetap sehat.

OJK juga mencatat rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) sebesar 111,13 persen dan Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 25,39 persen. Kedua indikator tersebut berada jauh di atas batas minimum regulator.

Baca Juga :  Rupiah Melemah ke Rp17.786 per Dollar AS, Pasar Menanti Keputusan BI

Dian menegaskan perbankan masih memiliki ruang yang besar untuk memperluas penyaluran kredit. Menurutnya, kondisi likuiditas saat ini mampu menopang ekspansi pembiayaan ke berbagai sektor ekonomi.

Permodalan Bank Tetap Kuat

Selain likuiditas, permodalan perbankan juga tetap solid. OJK mencatat Capital Adequacy Ratio (CAR) pada April 2026 mencapai 23,97 persen. Rasio tersebut menunjukkan bank memiliki bantalan modal yang kuat untuk menghadapi risiko ekonomi dan gejolak pasar keuangan.

Kualitas Kredit Tetap Terjaga

Kualitas kredit nasional juga masih berada dalam kondisi sehat. OJK mencatat rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 2,17 persen, sedangkan Loan at Risk (LaR) berada di level 8,82 persen. Angka tersebut menunjukkan kredit bermasalah masih terkendali.

Baca Juga :  Rupiah Menguat ke Rp18.134 per Dollar AS, IHSG Naik 0,88 Persen

Meski demikian, OJK meminta seluruh bank meningkatkan kewaspadaan terhadap penurunan daya beli masyarakat, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), dan tekanan inflasi. Ketiga faktor itu dapat meningkatkan risiko kredit, terutama pada segmen UMKM dan kredit konsumsi.

OJK Rutin Lakukan Stress Test

OJK terus melaksanakan stress test secara berkala untuk mengukur ketahanan industri perbankan menghadapi berbagai skenario ekonomi. Pengujian tersebut membantu regulator dan perbankan mengidentifikasi potensi risiko sejak dini serta menyiapkan langkah mitigasi yang tepat.

Perkuat Koordinasi dengan KSSK

Selain memperkuat pengawasan, OJK terus berkoordinasi dengan pemerintah dan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Luhut Tegaskan Indonesia Tak Akan Kolaps, Investor Diminta Jangan Ragu Tanam Modal
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Oktober 2026, Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama
Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen
Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB
Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun Dikelola BPDLH, Hasilnya Biayai Asuransi Aset Negara
Harga Emas Antam Hari Ini 3 Oktober 2026 Turun, 1 Gram Jadi Rp2,574 Juta
PPh 21 2027 Berlanjut, Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Jadi Sasaran
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Luhut Tegaskan Indonesia Tak Akan Kolaps, Investor Diminta Jangan Ragu Tanam Modal

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Oktober 2026, Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB

Berita Terbaru