Padang, APGtimes.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mempercepat persiapan perbaikan ruas Jalan Simpang Gudang Manggopoh–Padang Luar di Kabupaten Agam. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar dan akan memulai pekerjaan setelah proses tender rampung.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memastikan seluruh dana sudah tersedia. Ia menegaskan pemerintah ingin segera mengatasi kerusakan jalan, tetapi tetap menjalankan setiap tahapan sesuai ketentuan agar hasil pembangunan memenuhi standar kualitas.
Mahyeldi juga mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan proyek. Menurutnya, proses pengadaan yang berjalan sesuai aturan akan mempercepat pelaksanaan pekerjaan sekaligus menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran.
Anggaran Difokuskan ke Dua Lokasi Prioritas
Pemerintah mengalokasikan Rp6 miliar untuk memperbaiki ruas Simpang Gudang Manggopoh hingga Lubuk Basung. Saat ini, paket pekerjaan tersebut masih memasuki tahap tender.
Selanjutnya, pemerintah menyiapkan Rp14 miliar untuk menangani jalan yang mengalami longsor dan ambles di kawasan Sungai Landia, Kecamatan IV Koto. Tim pelaksana juga akan memperbaiki sejumlah titik rawan lain di sepanjang jalur tersebut.
Sebelum pekerjaan permanen dimulai, petugas UPTD III Bina Marga telah bergerak ke lapangan. Mereka menambal lubang jalan, memperbaiki jembatan, dan menangani beberapa kerusakan agar kendaraan tetap dapat melintas dengan aman.
Jalur Penting Penopang Mobilitas dan Ekonomi
Ruas Simpang Gudang Manggopoh–Padang Luar memiliki panjang sekitar 69,43 kilometer. Jalur ini menghubungkan Lubuk Basung, Maninjau, Kelok 44, Matur, IV Koto, hingga Banuhampu.
Keberadaan jalan tersebut sangat penting bagi aktivitas masyarakat. Selain memperlancar mobilitas warga, jalur ini mendukung distribusi barang, akses menuju kawasan wisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Agam.
Mahyeldi menjelaskan kerusakan jalan muncul karena beberapa faktor. Kendaraan bertonase besar melintasi ruas tersebut setiap hari. Di sisi lain, kawasan itu juga kerap mengalami longsor dan pergeseran tanah akibat kondisi geografis yang berbukit.
Ia menilai bencana alam sering memunculkan kerusakan baru meski pemerintah telah menyelesaikan perbaikan di titik lain. Karena itu, pemerintah menyusun penanganan secara bertahap dengan menyesuaikan tingkat kerusakan dan kemampuan anggaran daerah.
Aksi Warga Viral Dorong Penanganan Lebih Cepat
Perhatian publik terhadap kondisi jalan meningkat setelah warga melakukan aksi menanam pohon pisang di sejumlah lubang jalan di kawasan Balai Salasa, Nagari Manggopoh. Aksi itu menyebar luas di media sosial dan memicu banyak tanggapan dari masyarakat.
Warga memasang pohon pisang sebagai penanda agar pengendara lebih waspada saat melintas, terutama pada malam hari atau ketika genangan air menutupi lubang jalan.
Pemerintah Kabupaten Agam segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat setelah aksi tersebut viral. Petugas kemudian memasang pipa baja bergelombang (Armco) dan menimbun bagian jalan yang ambles sebagai langkah darurat sambil menunggu proyek perbaikan permanen dimulai. (ys*)









