Padang, APGtimes.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak pemerintah daerah mengurangi ketergantungan terhadap eksploitasi sumber daya alam. Ia meyakini inovasi, pariwisata, dan budaya mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Dedi menyampaikan pandangan tersebut saat membuka Musyawarah Wilayah VII Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatera Barat di Auditorium Universitas Negeri Padang, Sabtu (18/7/2026).
Inovasi Jadi Kunci Kemajuan Daerah
Menurut Dedi, daerah akan sulit berkembang apabila hanya mengandalkan hasil alam tanpa menghadirkan inovasi.
Karena itu, pemerintah daerah perlu membangun sektor ekonomi baru yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Ia juga menilai eksploitasi sumber daya alam belum tentu menghadirkan kesejahteraan bagi wilayah penghasil.
Potensi Sumbar Dinilai Sangat Besar
Selain memiliki kekayaan alam, Sumatera Barat juga menyimpan potensi besar di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pantai, kuliner, seni, musik, serta budaya Minangkabau menjadi modal penting untuk menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri.
Bahkan, Dedi menilai daya tarik Sumatera Barat mampu bersaing dengan Bali apabila pemerintah mengelolanya secara konsisten.
Pariwisata Lebih Berkelanjutan
Di sisi lain, Dedi menilai sektor pariwisata mampu menghasilkan pendapatan tanpa merusak lingkungan.
Ia mencontohkan Bali sebagai daerah yang berhasil menjaga gunung, sungai, sawah, dan kawasan pesisir sekaligus memperoleh pemasukan besar dari sektor wisata.
Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian alam.
Dedi Usulkan Perubahan Tata Kelola Tambang
Selain membahas pembangunan, Dedi mengusulkan perubahan dalam tata kelola pertambangan.
Ia meminta pemerintah desa, kabupaten, dan provinsi memiliki kepemilikan saham pada setiap perusahaan tambang yang mengantongi izin.
Dengan cara itu, manfaat ekonomi dari sektor pertambangan akan mengalir ke daerah dan memperkuat pendapatan masyarakat.
Tambang Ilegal Masih Menjadi Tantangan
Sementara itu, Sumatera Barat masih menghadapi persoalan pertambangan emas tanpa izin (PETI) di sejumlah wilayah.
Data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat mencatat sekitar 200 hingga 300 titik tambang ilegal masih beroperasi.
Walhi Sumatera Barat bahkan memperkirakan luas kawasan tambang ilegal telah melampaui 10.000 hektare. Organisasi tersebut juga mencatat puluhan orang meninggal dunia akibat aktivitas PETI sejak 2012.
Budaya Perlu Menjadi Identitas Daerah
Dalam kesempatan yang sama, Dedi mengajak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkuat identitas budaya melalui kebijakan pembangunan.
Ia mengusulkan setiap bangunan baru menampilkan unsur arsitektur Rumah Gadang sebagai ciri khas daerah.
Oleh sebab itu, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga warisan budaya dan kelestarian lingkungan.
Menurut Dedi, daerah yang mempertahankan jati diri sekaligus melindungi alam akan memiliki fondasi pembangunan yang lebih kuat untuk jangka panjang. (de*)









