Dedi Mulyadi Soroti Tambang Ilegal di Sumbar, Dorong Pariwisata dan Budaya Jadi Andalan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Wilayah VII Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatera Barat di Auditorium Universitas Negeri Padang, Kota Padang, Sabtu (18/07/2026). Dalam kesempatan itu, Dedi menyoroti pengelolaan sumber daya alam, penguatan sektor pariwisata, serta pentingnya pelestarian budaya sebagai modal pembangunan daerah.(KOMPAS.COM/DHARMA HARISA)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Wilayah VII Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatera Barat di Auditorium Universitas Negeri Padang, Kota Padang, Sabtu (18/07/2026). Dalam kesempatan itu, Dedi menyoroti pengelolaan sumber daya alam, penguatan sektor pariwisata, serta pentingnya pelestarian budaya sebagai modal pembangunan daerah.(KOMPAS.COM/DHARMA HARISA)

Padang, APGtimes.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak pemerintah daerah mengurangi ketergantungan terhadap eksploitasi sumber daya alam. Ia meyakini inovasi, pariwisata, dan budaya mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Dedi menyampaikan pandangan tersebut saat membuka Musyawarah Wilayah VII Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatera Barat di Auditorium Universitas Negeri Padang, Sabtu (18/7/2026).

Inovasi Jadi Kunci Kemajuan Daerah

Menurut Dedi, daerah akan sulit berkembang apabila hanya mengandalkan hasil alam tanpa menghadirkan inovasi.

Karena itu, pemerintah daerah perlu membangun sektor ekonomi baru yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Ia juga menilai eksploitasi sumber daya alam belum tentu menghadirkan kesejahteraan bagi wilayah penghasil.

Potensi Sumbar Dinilai Sangat Besar

Selain memiliki kekayaan alam, Sumatera Barat juga menyimpan potensi besar di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pantai, kuliner, seni, musik, serta budaya Minangkabau menjadi modal penting untuk menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Siswa MAN 3 Padang Belajar Merakit Bom dari Internet Selama Empat Bulan

Bahkan, Dedi menilai daya tarik Sumatera Barat mampu bersaing dengan Bali apabila pemerintah mengelolanya secara konsisten.

Pariwisata Lebih Berkelanjutan

Di sisi lain, Dedi menilai sektor pariwisata mampu menghasilkan pendapatan tanpa merusak lingkungan.

Ia mencontohkan Bali sebagai daerah yang berhasil menjaga gunung, sungai, sawah, dan kawasan pesisir sekaligus memperoleh pemasukan besar dari sektor wisata.

Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian alam.

Dedi Usulkan Perubahan Tata Kelola Tambang

Selain membahas pembangunan, Dedi mengusulkan perubahan dalam tata kelola pertambangan.

Ia meminta pemerintah desa, kabupaten, dan provinsi memiliki kepemilikan saham pada setiap perusahaan tambang yang mengantongi izin.

Dengan cara itu, manfaat ekonomi dari sektor pertambangan akan mengalir ke daerah dan memperkuat pendapatan masyarakat.

Tambang Ilegal Masih Menjadi Tantangan

Sementara itu, Sumatera Barat masih menghadapi persoalan pertambangan emas tanpa izin (PETI) di sejumlah wilayah.

Baca Juga :  148 Truk dan Bus Modifikasi dari Berbagai Daerah Ramaikan Padang Panjang AutoShow 2026

Data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat mencatat sekitar 200 hingga 300 titik tambang ilegal masih beroperasi.

Walhi Sumatera Barat bahkan memperkirakan luas kawasan tambang ilegal telah melampaui 10.000 hektare. Organisasi tersebut juga mencatat puluhan orang meninggal dunia akibat aktivitas PETI sejak 2012.

Budaya Perlu Menjadi Identitas Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Dedi mengajak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkuat identitas budaya melalui kebijakan pembangunan.

Ia mengusulkan setiap bangunan baru menampilkan unsur arsitektur Rumah Gadang sebagai ciri khas daerah.

Oleh sebab itu, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga warisan budaya dan kelestarian lingkungan.

Menurut Dedi, daerah yang mempertahankan jati diri sekaligus melindungi alam akan memiliki fondasi pembangunan yang lebih kuat untuk jangka panjang. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Cek PBI JK September 2026 Lewat HP, Ketahui Status BPJS Kesehatan Gratis
Airlangga Bertemu PM Kanada Mark Carney, Bahas Perdagangan hingga Investasi Mineral Kritis
Tito Minta Pemda Segera Gunakan Anggaran Karhutla Rp760 Miliar
Prabowo Sebut 328 BUMN Ditutup, Penghematan Anggaran Capai Rp50 Triliun
TNI Ungkap 44.677 Hektare Tanah Bermasalah, Berpotensi Picu Konflik Agraria
Eks Pejabat Bea Cukai Akui 5 Kali Terima Amplop Uang dari John Field, Total Rp1 Miliar
Bahlil Minta Pemilik Mobil Mewah Tak Lagi Pakai BBM Subsidi, Aturan Pembatasan Disiapkan
95 Paket Pemulihan Pascabencana Agam Senilai Rp125 Miliar Sudah Kontrak, Realisasi Baru 12,3 Persen
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:09 WIB

Cara Cek PBI JK September 2026 Lewat HP, Ketahui Status BPJS Kesehatan Gratis

Kamis, 17 September 2026 - 15:09 WIB

Airlangga Bertemu PM Kanada Mark Carney, Bahas Perdagangan hingga Investasi Mineral Kritis

Kamis, 17 September 2026 - 13:09 WIB

Tito Minta Pemda Segera Gunakan Anggaran Karhutla Rp760 Miliar

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

Prabowo Sebut 328 BUMN Ditutup, Penghematan Anggaran Capai Rp50 Triliun

Rabu, 16 September 2026 - 23:59 WIB

TNI Ungkap 44.677 Hektare Tanah Bermasalah, Berpotensi Picu Konflik Agraria

Berita Terbaru