BRIN Temukan Spesies Baru Ikan Gobi Udang di Banyuwangi, Dinamai Tomiyamichthys Oriens

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BRIN merilis spesies baru ikan hobi gudang yang ditemukan di Perairan Banyuwangi.(KOMPAS.COM/Dokumentasi BRIN)

BRIN merilis spesies baru ikan hobi gudang yang ditemukan di Perairan Banyuwangi.(KOMPAS.COM/Dokumentasi BRIN)

Banyuwangi, APGtimes.com – Tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menemukan spesies baru ikan gobi udang (shrimpgoby) di perairan Banyuwangi, Jawa Timur. Tim memberi nama spesies tersebut Tomiyamichthys oriens setelah membuktikan perbedaannya dengan seluruh spesies yang telah dikenal melalui analisis morfologi dan DNA.

Tim mempublikasikan hasil penelitian itu dalam jurnal internasional ZooKeys Volume 1283 Tahun 2026. Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Kunto Wibowo, memimpin riset tersebut bersama sejumlah peneliti BRIN dan berkolaborasi dengan CV Cahaya Baru.

Analisis DNA Pastikan Spesies Baru

Tim peneliti mengumpulkan dua individu ikan gobi udang dari perairan Banyuwangi. Selanjutnya, mereka membandingkan karakter fisik ikan dengan analisis DNA untuk memastikan identitas spesies tersebut.

Baca Juga :  Kementerian LH Segel 21 Perusahaan di 7 Provinsi Terkait Karhutla

Hasil penelitian menunjukkan Tomiyamichthys oriens memiliki karakter yang konsisten dan berbeda dari seluruh kerabat terdekatnya. Karena itu, tim menetapkannya sebagai spesies baru.

Memiliki Ciri Khas yang Berbeda

Tim peneliti membandingkan spesies baru tersebut dengan Tomiyamichthys hyacinthinus asal Jepang.

Perbandingan itu menunjukkan perbedaan genetik sekitar 3,1 persen. Selain itu, Tomiyamichthys oriens memiliki lima bercak jingga terang di sepanjang tubuh, bercak kuning kecil di kepala, serta dua filamen panjang pada sirip punggung pertama ikan jantan.

Tim mengambil nama oriens dari bahasa Latin yang berarti “timur” atau “matahari terbit”. Nama itu menggambarkan warna tubuh ikan yang cerah sekaligus mengacu pada julukan Banyuwangi sebagai The Sunrise of Java.

Baca Juga :  NTT Kembali Diguncang Ratusan Gempa, BMKG Catat 265 Susulan hingga Sore

Dorong Riset dan Konservasi Laut Banyuwangi

Hingga kini, peneliti hanya menemukan Tomiyamichthys oriens di dasar perairan pesisir Banyuwangi yang berpasir. Nelayan setempat juga melaporkan ikan tersebut hidup di kawasan perairan dangkal.

Tim peneliti kini terus mengkaji hubungan ekologis spesies tersebut dengan udang yang biasanya hidup berdampingan dengan ikan gobi.

Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menyebut penemuan itu semakin memperkuat kekayaan biodiversitas laut Banyuwangi.

Menurutnya, penemuan tersebut membuka peluang besar untuk mengembangkan penelitian, edukasi, konservasi, dan ekowisata bahari. Ia berharap semakin banyak peneliti yang mengeksplorasi kekayaan hayati laut Banyuwangi agar tetap terjaga untuk generasi mendatang. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Natalius Pigai Minta TNI-Polri Buka Data Jumlah Personel di Papua
94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian, DPR Minta Pemerintah Audit Layanan Kesehatan
Cara Cek PBI JK September 2026 Lewat HP, Ketahui Status BPJS Kesehatan Gratis
Airlangga Bertemu PM Kanada Mark Carney, Bahas Perdagangan hingga Investasi Mineral Kritis
Tito Minta Pemda Segera Gunakan Anggaran Karhutla Rp760 Miliar
Prabowo Sebut 328 BUMN Ditutup, Penghematan Anggaran Capai Rp50 Triliun
TNI Ungkap 44.677 Hektare Tanah Bermasalah, Berpotensi Picu Konflik Agraria
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:09 WIB

Natalius Pigai Minta TNI-Polri Buka Data Jumlah Personel di Papua

Kamis, 17 September 2026 - 20:09 WIB

Kamis, 17 September 2026 - 18:09 WIB

94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian, DPR Minta Pemerintah Audit Layanan Kesehatan

Kamis, 17 September 2026 - 15:09 WIB

Airlangga Bertemu PM Kanada Mark Carney, Bahas Perdagangan hingga Investasi Mineral Kritis

Kamis, 17 September 2026 - 13:09 WIB

Tito Minta Pemda Segera Gunakan Anggaran Karhutla Rp760 Miliar

Berita Terbaru

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai ketika memberikan sambutan dalam acara forum koordinasi Kebijakan HAM, Kamis (17/9/2026)(Febryan Kevin/Kompas.com )

Nasional

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:09 WIB