Sudaryono Tutup 833 Dapur MBG di Indonesia, Pelanggar Tak Lagi Terima Insentif

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BGN Sudaryono (tengah), Gubernur Universitas RI Donny Ermawan Taufanto (kanan) dan Wakil Gubernur Universitas Yos Sunitiyoso (kanan) menyampaikan keterangan pers usai pelantikan pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono menjadi Kepala BGN menggantikan Nanik Sudaryati Deyang dan melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas RI serta Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas RI. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Kepala BGN Sudaryono (tengah), Gubernur Universitas RI Donny Ermawan Taufanto (kanan) dan Wakil Gubernur Universitas Yos Sunitiyoso (kanan) menyampaikan keterangan pers usai pelantikan pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono menjadi Kepala BGN menggantikan Nanik Sudaryati Deyang dan melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas RI serta Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas RI. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Jakarta, APGtimes.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menghentikan operasional 833 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara permanen mulai Senin (27/7/2026). Ia mengambil keputusan tersebut setelah tim BGN menemukan berbagai pelanggaran yang berkaitan dengan higienitas, sanitasi, dan tata kelola.

Sudaryono menegaskan BGN tidak lagi memberikan pembayaran maupun insentif kepada pengelola dapur yang melakukan pelanggaran berat. Menurutnya, kebijakan itu menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas pelaksanaan Program MBG.

Ratusan Dapur Berhenti Beroperasi

Sudaryono menjelaskan, penutupan permanen mencakup 98 dapur di Sumatera, 311 dapur di Jawa dan Madura, serta 424 dapur di Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

Baca Juga :  Kejagung Periksa 5 Saksi Kasus Korupsi MBG, Ada ASN BGN dan Pegawai BUMN

Ia menegaskan BGN langsung mengakhiri kerja sama dengan pengelola dapur yang melanggar aturan. Karena itu, para pengelola tersebut tidak lagi menerima pembayaran dari pemerintah.

“Dapur yang kami tutup permanen tidak lagi menerima pembayaran karena terbukti melakukan pelanggaran,” kata Sudaryono.

Higienitas dan Sanitasi Jadi Fokus Evaluasi

Tim BGN menemukan banyak dapur yang tidak memenuhi standar kebersihan. Selain itu, tim juga menemukan persoalan sanitasi, kualitas makanan, serta pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Sudaryono menilai kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko keracunan makanan. Oleh sebab itu, BGN memilih menghentikan operasional dapur yang tidak memenuhi standar daripada membahayakan para penerima manfaat.

Baca Juga :  TB Hasanuddin Minta Pemerintah Libatkan DK PBB untuk Selamatkan 9 WNI

BGN Perkuat Transparansi Program MBG

Selain melakukan evaluasi, Sudaryono juga memperkuat sistem pengawasan Program MBG. Ia memastikan masyarakat nantinya dapat ikut mengawasi kualitas menu dan makanan yang diterima penerima manfaat.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat akan meningkatkan transparansi sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap Program Makan Bergizi Gratis.

Sudaryono juga menegaskan BGN akan terus memberikan sanksi kepada setiap pihak yang melanggar aturan. Dengan langkah itu, BGN ingin memastikan seluruh dapur menjalankan program sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Natalius Pigai Minta TNI-Polri Buka Data Jumlah Personel di Papua
94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian, DPR Minta Pemerintah Audit Layanan Kesehatan
Cara Cek PBI JK September 2026 Lewat HP, Ketahui Status BPJS Kesehatan Gratis
Airlangga Bertemu PM Kanada Mark Carney, Bahas Perdagangan hingga Investasi Mineral Kritis
Tito Minta Pemda Segera Gunakan Anggaran Karhutla Rp760 Miliar
Prabowo Sebut 328 BUMN Ditutup, Penghematan Anggaran Capai Rp50 Triliun
TNI Ungkap 44.677 Hektare Tanah Bermasalah, Berpotensi Picu Konflik Agraria
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:09 WIB

Natalius Pigai Minta TNI-Polri Buka Data Jumlah Personel di Papua

Kamis, 17 September 2026 - 20:09 WIB

Kamis, 17 September 2026 - 18:09 WIB

94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian, DPR Minta Pemerintah Audit Layanan Kesehatan

Kamis, 17 September 2026 - 15:09 WIB

Airlangga Bertemu PM Kanada Mark Carney, Bahas Perdagangan hingga Investasi Mineral Kritis

Kamis, 17 September 2026 - 13:09 WIB

Tito Minta Pemda Segera Gunakan Anggaran Karhutla Rp760 Miliar

Berita Terbaru

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai ketika memberikan sambutan dalam acara forum koordinasi Kebijakan HAM, Kamis (17/9/2026)(Febryan Kevin/Kompas.com )

Nasional

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:09 WIB