FIFA Mau Jual Saham Piala Dunia? UEFA Langsung Bereaksi Keras

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden FIFA Gianni Infantino saat tiba untuk peluncuran kampanye Piala Dunia 2026 #WeAre26 di Los Angeles, Negara Bagian California, 17 Mei 2023.(AFP/FREDERIC J BROWN)

Presiden FIFA Gianni Infantino saat tiba untuk peluncuran kampanye Piala Dunia 2026 #WeAre26 di Los Angeles, Negara Bagian California, 17 Mei 2023.(AFP/FREDERIC J BROWN)

Jakarta, APGtimes.com – Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), Gianni Infantino, mengumumkan rencana membentuk perusahaan komersial baru bernilai 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp361 triliun untuk mengelola bisnis Piala Dunia dan berbagai kompetisi FIFA.

Perusahaan baru tersebut akan bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Melalui anak usaha itu, FIFA akan mengelola hak komersial sejumlah turnamen besar, termasuk Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub.

Selain itu, FIFA berencana melepas sebagian kecil saham FFE kepada investor jangka panjang. Langkah tersebut bertujuan menghimpun dana hingga 4,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp75 triliun pada tahun ini.

FIFA juga menggandeng JP Morgan dalam proses pencarian investor.

Keluarga Menantu Trump Masuk Daftar Investor

Salah satu investor yang disebut berpotensi ikut bergabung ialah Thrive Eternal.

Perusahaan investasi itu didirikan oleh Joshua Kushner, adik dari Jared Kushner.

Baca Juga :  Gedung Putih Bongkar Dugaan Asal-usul Covid-19, Sebut Berasal dari Laboratorium Wuhan

Keterlibatan nama keluarga Kushner pun menarik perhatian karena Jared Kushner merupakan menantu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

UEFA Tolak Rencana FIFA

Di sisi lain, UEFA menolak keras rencana tersebut.

UEFA menilai sepak bola bukan aset komersial yang dapat diperjualbelikan kepada investor.

Organisasi itu juga mempertanyakan transparansi skema investasi, terutama terkait pihak yang akan menikmati keuntungan finansial dari transaksi tersebut.

Menurut UEFA, FIFA telah melampaui batas dengan membuka peluang kepemilikan bisnis kompetisi kepada investor swasta.

FIFA Klaim Dana untuk Pengembangan Sepak Bola

Sementara itu, FIFA memastikan dana hasil penjualan saham akan digunakan untuk memperluas program pengembangan sepak bola di berbagai negara.

Infantino mengatakan setiap federasi anggota harus menyetujui rencana tersebut sebelum FIFA menjalankannya.

FIFA juga menjanjikan peningkatan dana pengembangan bagi 211 federasi anggotanya melalui program FIFA Fast-Forward hingga 2038.

Baca Juga :  Erick Thohir Dukung Proposal FIFA, PSSI Berpeluang Dapat Dana Pengembangan Lebih Besar

Dalam skema itu, setiap federasi berpeluang memperoleh bantuan hingga 20 juta dollar AS. Nilai tersebut akan meningkat menjadi 22 juta dollar AS dan kemudian 24 juta dollar AS pada siklus berikutnya.

FIFA Tetap Pegang Kendali

Meski membuka peluang investasi, FIFA menegaskan tetap memegang kendali penuh atas FFE.

Organisasi itu memastikan seluruh keputusan mengenai tata kelola sepak bola, kalender pertandingan, regulasi, hingga penyelenggaraan turnamen tetap berada di bawah kewenangan FIFA.

Pengumuman tersebut muncul setelah FIFA membukukan pendapatan sekitar 12 miliar dollar AS dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Sebelumnya, Infantino juga pernah mengusulkan kerja sama investasi dengan SoftBank pada 2018. Namun, rencana tersebut gagal setelah mendapat penolakan dari UEFA. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mekkah, Jeddah, dan Taif Dapat Alarm Serangan, Arab Saudi Langsung Cabut Peringatan
12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia
Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri
Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS
Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia
Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu
Timor Leste Jadi Pusat Scam Baru? Kemenlu RI Temukan Jejak Eks Pekerja Kamboja
Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 16:09 WIB

Mekkah, Jeddah, dan Taif Dapat Alarm Serangan, Arab Saudi Langsung Cabut Peringatan

Rabu, 9 September 2026 - 21:09 WIB

12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia

Selasa, 8 September 2026 - 21:09 WIB

Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri

Selasa, 8 September 2026 - 18:09 WIB

Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS

Senin, 7 September 2026 - 11:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia

Berita Terbaru