Jambi, APGtimes.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi memastikan kondisi Owa Ungko korban penembakan terus membaik setelah menjalani perawatan intensif di Tempat Penyelamatan Satwa (TPS).
Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko mengatakan Asa, nama Owa Ungko tersebut, menunjukkan perkembangan kesehatan yang positif setelah operasi.
“Kondisinya sudah membaik setelah tim medis memberikan perawatan intensif,” kata Himawan, Rabu (29/7/2026).
Warga Temukan Owa Ungko Terluka
Warga menemukan Owa Ungko jantan berusia sekitar delapan tahun di Desa Guruh Baru, Kecamatan Mandiangin Timur, Kabupaten Sarolangun, pada Minggu (26/7/2026).
Karena melihat satwa itu terluka, warga langsung menghubungi BKSDA Jambi. Tim Seksi Wilayah I segera mendatangi lokasi, mengevakuasi Asa, lalu membawanya ke TPS untuk menjalani pemeriksaan.
Dokter Berhasil Angkat Empat Peluru
Tim medis memeriksa Asa menggunakan rontgen. Hasil pemeriksaan memperlihatkan empat butir peluru bersarang di tubuh primata endemik Sumatra tersebut.
Temuan itu menguatkan dugaan pelaku menembak satwa dilindungi tersebut di habitat alaminya.
Dokter lalu mengoperasi Asa pada Selasa (28/7/2026). Tim medis berhasil mengangkat seluruh proyektil. Setelah itu, kondisi Asa terus membaik dari hari ke hari.
BKSDA Targetkan Asa Kembali ke Hutan
Petugas kini terus memantau perkembangan kesehatan Asa setiap hari. Jika kondisinya sudah pulih sepenuhnya, BKSDA Jambi akan melepasliarkan satwa itu ke habitat aslinya.
Himawan menjelaskan Owa Ungko berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Primata tersebut membantu menyebarkan biji berbagai jenis tumbuhan sehingga regenerasi hutan tetap berlangsung.
BKSDA Jambi juga mengapresiasi kepedulian warga yang cepat melaporkan penemuan satwa tersebut. Selain itu, lembaga tersebut mengingatkan masyarakat agar tidak memburu, menembak, atau memperdagangkan satwa dilindungi karena tindakan itu melanggar hukum. (de*)









