Antrean Bio Solar Masih Terjadi di Riau, Pemprov Usulkan Tambahan Kuota hingga 10 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrean kendaraan angkutan

Antrean kendaraan angkutan

Pekanbaru, APGtimes.com – Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar masih terjadi di sejumlah SPBU di Riau. Pemerintah Provinsi Riau kini menunggu keputusan pemerintah pusat terkait usulan penambahan kuota BBM bersubsidi.

Pemprov Riau telah mengajukan tambahan kuota Bio Solar dan Pertalite kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Pemerintah daerah berharap tambahan kuota tersebut dapat membantu menjaga pasokan BBM di tengah antrean yang masih terjadi.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau Ismon Diando Simatupang mengatakan pemerintah mengusulkan peningkatan kuota setelah melihat kondisi distribusi BBM di lapangan.

Kuota Bio Solar Diusulkan Naik 9 Persen

Ismon menjelaskan, Pemprov Riau mengusulkan kenaikan kuota Bio Solar dari 1.051.207 kiloliter menjadi 1.150.000 kiloliter.

Usulan tersebut berarti kenaikan sekitar 9 hingga 10 persen.

Sementara itu, kuota Pertalite yang saat ini mencapai 99.700 kiloliter juga diusulkan naik sekitar 11 hingga 12 persen.

Baca Juga :  Pertalite Langka Usai Harga Pertamax Naik, Warga dan Ojol Kelimpungan

“Biosolar kita dari 1.051.207 kiloliter menjadi 1.150.000. Jadi memang kurang lebih kita tingkatkan 9 atau 10 persen. Kalau Pertalite-nya 99.700, naik 11 sampai 12 persen,” kata Ismon, Rabu (16/9/2026).

Namun, pemerintah daerah belum bisa memastikan tambahan tersebut karena BPH Migas masih mengevaluasi usulan.

BPH Migas Tentukan Tambahan Kuota

Pemprov Riau tidak dapat menetapkan tambahan kuota BBM bersubsidi secara sepihak. BPH Migas akan menentukan keputusan setelah mempertimbangkan hasil evaluasi penyaluran dan kebijakan anggaran pemerintah.

Ismon mengatakan pemerintah daerah masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat karena penambahan kuota juga berkaitan dengan APBN.

“Pengajuan penambahan kuota BBM bersubsidi ini ada kaitannya dengan APBN juga. Makanya kita masih menunggu sambil terus berkoordinasi,” ujarnya.

Pemprov Riau juga menunggu evaluasi penyaluran BBM pada triwulan IV. Hasil evaluasi itu akan menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan tambahan kuota.

Baca Juga :  Harga BBM 1 September 2026 Naik, Pertamax Turbo Tembus Rp19.600 per Liter

Antrean Bio Solar Masih Terjadi

Di sisi lain, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU, terutama untuk mendapatkan Bio Solar.

Pemprov Riau menilai kondisi tersebut muncul karena beberapa faktor. Selain distribusi, kebutuhan masyarakat yang tinggi turut meningkatkan permintaan BBM bersubsidi.

Posisi Riau sebagai wilayah yang dilalui kendaraan antardaerah juga ikut memengaruhi kebutuhan BBM.

Pemprov Pantau Distribusi BBM

Pemprov Riau sebelumnya telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas untuk memantau penyaluran BBM.

Pemerintah daerah juga memperhatikan perbedaan harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi. Selisih harga tersebut dapat mendorong peningkatan permintaan terhadap Bio Solar dan Pertalite.

Karena itu, Pemprov Riau terus memantau distribusi BBM di lapangan sambil menunggu keputusan pemerintah pusat mengenai tambahan kuota.

Ismon mengatakan langkah tersebut bertujuan menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan BBM bagi masyarakat Riau. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, PM2.5 Tembus 493,9 dan Warga Kesulitan Bernapas
Live Bursa Kerja Dedi Mulyadi di TikTok Ditonton 268.500 Akun, 299 Lowongan Dibuka
Kabut Asap Selimuti Sungai Batanghari, Nelayan Jambi Keluhkan Sesak Napas dan Hasil Tangkapan Menurun
Pohon Pinus 50 Tahun di Bukittinggi Ditebang, Bakal Diganti Tabebuya
Wali Kota Alfin Sambangi BNPB, Bawa Usulan Rehabilitasi Infrastruktur Sungai Penuh
Kabut Asap Selimuti Padang, Warga Mulai Keluhkan Sesak Napas
Wali Kota Alfin Serahkan Penghargaan kepada Agra Boslia Attila, Siswa Berprestasi Sungai Penuh
5 Warga SAD Serahkan Diri dalam Kasus Dugaan Pengeroyokan Anggota TNI di Sarolangun
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 14:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, PM2.5 Tembus 493,9 dan Warga Kesulitan Bernapas

Rabu, 16 September 2026 - 23:09 WIB

Live Bursa Kerja Dedi Mulyadi di TikTok Ditonton 268.500 Akun, 299 Lowongan Dibuka

Rabu, 16 September 2026 - 22:09 WIB

Kabut Asap Selimuti Sungai Batanghari, Nelayan Jambi Keluhkan Sesak Napas dan Hasil Tangkapan Menurun

Jumat, 4 September 2026 - 21:09 WIB

Pohon Pinus 50 Tahun di Bukittinggi Ditebang, Bakal Diganti Tabebuya

Kamis, 3 September 2026 - 18:09 WIB

Wali Kota Alfin Sambangi BNPB, Bawa Usulan Rehabilitasi Infrastruktur Sungai Penuh

Berita Terbaru

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (kiri) saat menyetujui konsensus Deklarasi Pemimpin G20 di Rio de Janeiro, Senin (18/11/2024). Terpisah, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menjalani operasi pendarahan otak yang akibat terjatuh baru-baru ini. ?Operasi pada Senin (9/12/2024) malam itu berjalan tanpa komplikasi, ungkap manajemen Rumah Sakit Suriah-Lebanon di Sao Paulo pada Selasa (10/12/2024)(G20 BRASIL)

Internasional

Lula Akan Temui Trump di PBB, Minta AS Tak Ikut Campur Pemilu Brasil

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:09 WIB