Padang, APGtimes.com – Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut mulai mengganggu kenyamanan warga, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan.
Pantauan pada Rabu (2/9/2026) menunjukkan kabut asap terlihat di sejumlah kawasan Padang. Jarak pandang pengendara juga mulai terganggu, meski aktivitas masyarakat masih berlangsung normal.
Sejumlah warga memilih menggunakan masker ketika keluar rumah. Mereka melakukan langkah tersebut untuk mengurangi paparan asap dan debu.
Warga Mulai Rasakan Dampak Kabut Asap
Musnida, warga Kecamatan Kuranji, mengatakan kualitas udara terasa berubah sejak dua hari terakhir. Ia mengaku mengalami beberapa keluhan setelah beraktivitas di tengah kondisi udara yang berasap.
“Bawaannya belakangan haus saja, seperti mengalami dehidrasi. Selain tenggorokan kering, saya juga merasa pusing padahal tidak kurang tidur,” ujar Musnida.
Keluhan juga datang dari Fauzan. Ia merasakan sesak napas ketika berkendara di jalan raya.
“Saat berkendara terasa sekali. Awalnya saya tidak pakai masker, tapi karena mulai sesak napas, sekarang kalau mau keluar rumah harus pakai masker,” kata Fauzan.
BMKG Prakirakan PM2.5 Masih Baik hingga Sedang
Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang turut memantau kondisi udara di Sumatera Barat. BMKG memprakirakan konsentrasi aerosol untuk periode 3-5 September 2026.
Hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi PM2.5 di sebagian besar wilayah Sumatera Barat berada pada kategori baik hingga sedang. Sementara itu, konsentrasi PM10 secara umum berada dalam kategori baik.
Meski hasil pemantauan masih menunjukkan kondisi relatif baik, masyarakat tetap perlu memperhatikan kualitas udara. Terutama bagi warga yang mulai merasakan gangguan kesehatan setelah terpapar asap atau debu.
Warga juga sebaiknya menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. Jika kondisi udara semakin buruk, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah.









