Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kericuhan(LADBIBLE)

Ilustrasi kericuhan(LADBIBLE)

Tokyo, APGtimes.com – KBRI Tokyo menjelaskan kericuhan yang terjadi pada hari kedua Festival Indonesia di Chiba Chuo Park, Chiba, Jepang, Minggu (9/8/2026).

Kericuhan muncul di tengah kerumunan pengunjung. Video aksi saling dorong hingga kekerasan kemudian menyebar luas di media sosial.

Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya (Pensosbud) KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, membenarkan adanya gesekan fisik dalam acara tersebut. Menurutnya, panitia dan WNI yang hadir langsung mengambil tindakan untuk menghentikan keributan.

“Memang betul terjadi kericuhan saat pelaksanaan kegiatan sekitar 3 sampai 5 menit dan reda karena kesigapan panitia serta juga kesadaran dari WNI yang hadir pada kegiatan tersebut,” ujar Al Aula kepada Kompas.com, Jumat (14/8/2026).

Al Aula mengatakan Festival Indonesia yang berlangsung pada 8-9 Agustus 2026 secara umum berjalan lancar. Kericuhan hanya berlangsung beberapa menit dan tidak mengganggu rangkaian acara lainnya.

Baca Juga :  Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah

KBRI Tokyo Panggil Panitia

KBRI Tokyo segera memanggil panitia untuk meminta penjelasan mengenai kejadian tersebut. Pertemuan itu juga bertujuan memperoleh kronologi lengkap dari pihak penyelenggara.

“KBRI juga sudah memanggil panitia dan mendapat laporan yang lengkap terkait kejadian yang kini banyak diperbincangkan,” kata Al Aula.

Selain itu, KBRI Tokyo terus memantau kondisi WNI setelah kejadian. Hingga kini, KBRI tidak menerima informasi mengenai WNI yang diamankan polisi Jepang.

“Sampai saat ini KBRI tidak menerima laporan adanya WNI yang diamankan oleh pihak kepolisian Jepang,” ujarnya.

KBRI Tokyo mengingatkan masyarakat Indonesia di Jepang agar menjaga ketertiban ketika menghadiri atau menggelar kegiatan.

Al Aula berharap festival Indonesia dapat menjadi wadah promosi budaya sekaligus mempererat hubungan WNI dengan masyarakat Jepang.

“KBRI Tokyo terus mengimbau dan mengupayakan agar setiap kegiatan festival atau sejenisnya benar-benar dimanfaatkan sebagai ajang promosi sekaligus silaturahmi antar-WNI. Serta untuk memperkuat saling pemahaman dengan masyarakat lokal Jepang,” tuturnya.

Baca Juga :  Jepang Naikkan Biaya Visa 5 Kali Lipat, Turis Indonesia Perlu Siapkan Dana Lebih

Politikus Jepang Soroti Kericuhan

Kericuhan Festival Indonesia di Chiba turut mendapat perhatian Wakil Ketua sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Konservatif Jepang, Kaori Arimoto.

Arimoto menyampaikan pandangannya melalui akun X pribadinya. Ia meminta warga asing yang terlibat perkelahian untuk kembali ke negara asal masing-masing.

“Mari kita pulangkan semua orang yang ikut dalam perkelahian itu ke negara asal mereka. Jika ada rekaman videonya, seharusnya identitas mereka dapat diverifikasi,” tulis Arimoto.

Namun, pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Arimoto, bukan keputusan resmi pemerintah Jepang ataupun aparat penegak hukum.

Hingga Jumat (14/8/2026), KBRI Tokyo belum menerima informasi mengenai WNI yang ditahan polisi Jepang terkait kericuhan Festival Indonesia di Chiba. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye
29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak
Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan
Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam
China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik
108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan
Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah
Kapal Bawa 3 WNI Diserang Drone di Yaman, 1 Dikabarkan Meninggal
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:09 WIB

29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:09 WIB

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB