Beijing, APGtimes.com – Produsen otomotif menarik kembali sekitar 4,3 juta kendaraan listrik di China karena masalah keselamatan pada sistem gagang pintu elektronik. Recall ini mencatat penarikan kendaraan terbesar dalam sejarah industri otomotif China. Tesla, Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, Geely, dan sejumlah produsen lain ikut melakukan penarikan tersebut.
Para produsen menyiapkan sejumlah perbaikan, mulai dari pembaruan perangkat lunak hingga pemasangan label peringatan pada gagang pintu. Tesla sendiri menarik sekitar 2,98 juta unit Model 3, Model Y, Model S, dan Model X yang diproduksi di China maupun diimpor ke negara tersebut.
Masalah ini berkaitan dengan desain gagang pintu tersembunyi atau flush handle. Tesla memopulerkan desain tersebut dalam satu dekade terakhir, lalu puluhan produsen kendaraan listrik ikut menggunakannya.
Desain flush handle membuat bodi mobil terlihat lebih minimalis. Produsen juga menggunakan desain tersebut untuk membantu mengurangi hambatan aerodinamis. Gagang pintu akan keluar secara elektronik ketika pemilik mendekati kendaraan.
Namun, sistem elektronik tersebut dapat menimbulkan masalah ketika kendaraan kehilangan daya listrik. Dalam kondisi kecelakaan, penumpang bisa kesulitan menemukan dan menggunakan mekanisme pembuka pintu secara manual.
Risiko saat kendaraan kehilangan daya
Sistem gagang pintu modern mengandalkan tombol, sensor, atau mekanisme elektronik. Ketika kecelakaan memutus aliran listrik, sistem tersebut dapat mengalami gangguan.
Masalah terbesar muncul ketika penumpang harus segera keluar dari kendaraan. Regulator China menilai mekanisme pembuka pintu darurat pada sejumlah kendaraan sulit ditemukan atau digunakan setelah kecelakaan.
Beberapa produsen menyediakan mekanisme manual sebagai cadangan. Pengguna dapat menarik tuas tertentu untuk membuka pintu secara mekanis ketika sistem elektronik tidak berfungsi.
Namun, produsen terkadang menempatkan mekanisme tersebut di lokasi yang tidak mudah terlihat. Kondisi ini dapat membingungkan penumpang yang belum pernah menggunakan fitur tersebut.
Tesla juga menghadapi persoalan serupa. Perusahaan akan memasang label peringatan dan mengirim pembaruan perangkat lunak melalui sistem over-the-air. Pembaruan tersebut dapat membantu menurunkan kaca kendaraan secara otomatis setelah terjadi benturan.
Recall melibatkan sejumlah produsen besar
Tesla menjadi produsen dengan jumlah kendaraan recall terbesar dalam program ini. Selain Tesla, Xiaomi menarik sekitar 390.000 kendaraan, Leapmotor sekitar 371.000 unit, dan Xpeng sekitar 264.000 unit.
Geely Holding dan sejumlah produsen lain juga mengajukan program recall kepada regulator China. Beberapa perusahaan memilih memasang label peringatan, sementara produsen lain menggabungkan langkah tersebut dengan pembaruan perangkat lunak.
Langkah tersebut menunjukkan perhatian regulator China terhadap keselamatan kendaraan listrik yang semakin mengandalkan sistem elektronik dan perangkat lunak.
China larang gagang pintu tersembunyi mulai 2027
China juga mengambil langkah lebih jauh dengan melarang penggunaan gagang pintu tersembunyi mulai 2027. Kebijakan ini akan mendorong produsen mengembangkan sistem pembuka pintu yang lebih mudah digunakan dalam keadaan darurat.
Kebijakan tersebut menjadi tantangan bagi produsen yang selama ini mengandalkan flush handle sebagai bagian dari desain kendaraan modern.
Tesla dan produsen kendaraan listrik lainnya kini harus menyesuaikan teknologi mereka dengan standar keselamatan baru.
Perubahan tersebut tidak hanya menyangkut tampilan kendaraan, tetapi juga memastikan penumpang dapat membuka pintu dengan cepat ketika sistem kelistrikan mengalami kegagalan.
Recall 4,3 juta kendaraan ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi kendaraan listrik harus berjalan seiring dengan peningkatan sistem keselamatan.
Desain futuristik tetap membutuhkan mekanisme darurat yang sederhana, mudah ditemukan, dan dapat digunakan tanpa bergantung sepenuhnya pada tenaga listrik. (de*)









