Jambi, APGtimes.com – Kabut asap mulai menjadi perhatian serius di Kota Jambi. Pemerintah kota memilih meningkatkan kewaspadaan setelah kualitas udara dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.
Kondisi udara Kota Jambi ikut mendapat pengaruh dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah sekitar. Asap dari daerah lain dapat terbawa angin dan masuk ke kawasan perkotaan.
Kepala BPBD Kota Jambi Doni Sumatriadi mengatakan pemerintah tetap mempertahankan status siaga meski angka ISPU Kota Jambi sempat turun di bawah 200.
“Di Kabupaten Muaro Jambi, ISPU-nya sudah 300. Itu sangat berbahaya. Walaupun Kota Jambi sudah turun di bawah 200, kita tetap siaga,” ujar Doni, Senin (24/8/2026).
Asap dari Wilayah Sekitar Jadi Perhatian
Doni menjelaskan Kota Jambi tidak memiliki kawasan hutan yang luas. Selain itu, kebakaran lahan di dalam wilayah kota juga relatif kecil.
Namun, kondisi tersebut tidak membuat Kota Jambi terbebas dari dampak asap. Kebakaran di kabupaten sekitar tetap dapat membawa asap menuju kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat.
BPBD mencatat 41 kejadian kebakaran lahan di Kota Jambi sejak Januari hingga 24 Agustus 2026. Delapan kejadian di antaranya terjadi selama Agustus.
Total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 35.900 meter persegi atau kurang dari empat hektare.
Ribuan Hotspot Muncul di Provinsi Jambi
Ancaman asap juga terlihat dari tingginya jumlah titik panas di Provinsi Jambi.
Hingga 24 Agustus 2026, tercatat 432 hotspot. Sementara itu, akumulasi hotspot sejak awal 2026 mencapai 3.359 titik.
Jumlah tersebut membuat pemerintah harus terus mengawasi perkembangan kebakaran di berbagai wilayah. Pasalnya, peningkatan titik panas dapat memicu penyebaran asap yang lebih luas.
Pemkot Jambi Tetap Siaga
Pemkot Jambi memilih tetap siaga untuk menghadapi kemungkinan perubahan kualitas udara. Pemerintah juga memantau kondisi lapangan dan perkembangan kebakaran di wilayah sekitar.
Langkah tersebut menjadi antisipasi jika asap kembali menebal dan ISPU mengalami peningkatan.
Masyarakat pun perlu memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Terutama ketika jarak pandang mulai berkurang dan kabut asap semakin terlihat. (de*)









